Selandia Baru

Kepolisian Selandia Baru Kini Menyediakan Seragam Hijab Bagi Aparat Muslimah

Personel perempuan yang mendaftar setelah serangan teror di Christchurch, akan jadi polisi berhijab pertama di Selandia Baru.
17.11.20
Kepolisian Selandia Baru Kini Menyediakan Seragam Hijab Bagi Aparat Muslim
Foto seragama polisi hijab dari arsip Kepolisian Selandia Baru

Selandia Baru resmi menyediakan model seragam hijab bagi polisi perempuan beragama Islam. Desain seragam ini dibuat oleh Akademi Kepolisian, Sekolah Mode Massey, dengan masukan dari personel muslim, sehingga diharap sesuai syariat.

Polisi perempuan muslim pertama yang akan mengenakan seragam tersebut adalah Zeena Ali, 30 tahun, yang baru bergabung dengan kepolisian selepas terjadi serangan teror di Kota Christchurch pada 2019 lalu. Ali akan menjadi petugas perempuan pertama diizinkan berhijab di negara tersebut.

Iklan

Ali mengaku menjajal beberapa jenis bahan yang disediakan oleh desainer, sebelum kemudian memberi masukan tambahan soal konsep hijab yang benar. Proses itu sudah dia lalui sejak baru diterima akpol, sampai akhirnya selesai menjalani pendidikan.

“Saya merasa bangga bisa mengabdi pada warga Selandia Baru dalam seragam yang menunjukkan identitas saya sebagai muslim,” kata Ali saat diwawancarai NZ Herald. "Dengan adanya seragam khusus hijab seperti ini, saya berharap semakin banyak perempuan muslim tertarik bergabung dalam dinas kepolisian.”

Ali lahir di Fiji, dan pindah ke Selandia Baru saat masuk SD. Dia mengakui bila serangan teror terhadap dua masjid yang menewaskan puluhan jamaah tahun lalu membuatnya terpanggil bekerja di kepolisian.

“Di momen itulah, saya menyadari perlunya lebih banyak warga negara Selandia Baru beragama Islam yang bekerja di kepolisian,” tandasnya.

Adanya polisi berhijab, menurut Ali, juga dapat membantu banyak orang di Selandia Baru untuk lebih memahami keberagaman komunitas muslim.

Kepolisian Selandia Baru, saat dikonfirmasi terpisah, merasa bangga karena bisa menyediakan seragam yang sesuai dengan keyakinan personel beragama Islam.

“Personel dari latar agama dan keyakinan berbeda-beda akan membuat polisi bekerja lebih baik lagi,” kata jubir kepolisian lewat keterangan tertulis.

Follow Gavin di Twitter