The VICE Guide to Right Now

Kisah Balita 'Anti-Kapitalis' Mengoyak Uang Tabungan Ortu Senilai Rp15 Juta

Dia nyolong amplop uang itu dan memasukkannya ke mesin penghancur kertas. Selamat datang dalam perjuangan kita kamerad, jangan menyerah :P
8.10.18
Andrew Harrer/Bloomberg via Getty Images.

Pada awal dekade 80-an, Badan Intelijen Amerika Serikat (CIA) diam-diam menjatuhkan pamflet di berbagai wilayah negara Nicaragua berjudul Manual Pejuang Kebebasan. Isinya lima belas halaman ilustrasi menyerupai kartu panduan keselamatan biasa kita lihat di pesawat.

Maksud penyebaran pamflet ini adalah memberi tips bagi penduduk sipil Nicaragua agar berpartisipasi aktif menggulingkan rezim pemerintah Marxis yang berkuasa kala itu—contohnya dengan membiarkan keran menyala, memasang jebakan di jalan tol, atau membakar gedung.

Rupanya pejuang kebebasan dari Salt Lake City telah mengikuti manual CIA tersebut dan merancang skema untuk merobohkan rezim kapitalis yang sangat represif di Amerika Serikat. Balita itu mencuri dan menghancurkan tabungan uang kertas US$1.000 (setara Rp15 juta) milik orang tuanya.

Menurut CBS News, bocah dua tahun ini menemukan amplop berisi tabungan orang tuanya sebesar $1.060. Uang itu niatnya akan dipakai membeli tiket pertandingan American Football. Barangkali melihat kesempatan untuk ikut serta merobohkan ekonomi AS dan menunjukkan protesnya melawan rezim neolib masa kini, si balita beraksi.

"Aku dan suami baru sadar [amplopnya hilang] hari berikutnya dan mulai mencari amplop itu," ujar Jackee Belnap, ibu anak itu. "Kami coba cari di sekitar rumah tapi enggak ketemu. Aku punya tong isinya simpanan surat dan dokumen yang akan dihancurkan. Aku biasanya menggunakan mesin penghancur kertas bareng anakku. Aku cari amplopnya disitu dan aku kepikiran untuk cek di dalam mesin itu."

Iklan

Di dalam bak mesin penghancur kertas akhirnya ditemukan isi amplop tersebut dalam keadaan hancur total. Mamam tuh para antek ekonomi kapitalisme liberal!

"Selama lima menit kita diam-diam saja sambil mengeluarkan uang hancur dari mesin penghancur kertas, terus aku bilang, 'kelakuan anak kita pasti bakal jadi cerita yang menarik,'" lanjut Belnap.

Sayangnya, sengaja menghancurkan uang bukanlah cara yang paling baik untuk mengacaukan ekonomi, terutama dalam jumlah yang sekecil Rp15 juta. Belnap sudah menghubungi Bank Sentral AS. Lembaga tersebut h berjanji akan mengganti uang kertas yang hancur sesuai nominal awal.

Ternyata, upaya aktivis muda tersebut belum sukses. Bagaimanapun juga, seperti yang ditulis CIA di Manual Pejuang Kebebasan, setiap langkah kecil akan sangat berharga.

Terima kasih untuk protesmu yang mulia, wahai kau balita pemberontak muda pemberani. Semoga kamu melanjutkan misi untuk menjatuhkan rezim ini yang busuk dan runtuh dari dalam dan mudah-mudahan membangun dunia yang lebih baik dan adil. Setidaknya setelah kamu kelak tidak lagi dihukum orang tuamu.


Jangan lupa follow VICE Indonesia di Twitter.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE US.