FIGHTLAND

Blogger AS Menantang Berantem Vladimir Putin

Di tengah isu kolusi Trump dan pemerintah Rusia, pertandingan ini kayaknya keren banget kalau bisa terwujud (mustahil sih).
20.7.17
Foto Putin berlatih judo oleh Alexei Nikolsky/Sputnik/EPA.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE Sports.

Setelah Donald Trump, keluarganya, dan para staf di Gedung Putih kelihatan termehek-mehek di hadapan Vladimir Putih, lalu tersiar kabar kalau musuh bebuyutan Putin di Amerika Serikat, Senator Arizona John McCain, baru saja pulih setelah menjalani operasi penyumbatan pembuluh darah, muncul sebuah pertanyaan penting: masih ada ga sih manusia asal AS yang berani berdiri dan menantang Putin terutama di momen-momen penting seperti sekarang ini?

Iklan

Sebenarnya saya punya jawabannya. Saya selalu percaya adagium ini: ketika kamu perlu orang yang mau melakukan hal-hal berbahaya, kamu selalu bisa mengandalkan blogger.

Perkenalkan Benjamin Wittes, editor utama sebuah blog ketahanan nasional Amerika Serikat yang banyak membahas skandal pemilu Rusia dan segala macam dosa pemerintahan Trump. Tahun lalu, situs ini mendadak populer dan trafiknya melonjak sampai 600 persen. Beberapa hari lalu. Wittes, pria berumur 49 tahun yang mendaku diri sebagai "pekerja kantoran yang lumayan terlatih beladiri meski ga jago-jago amat". Dia memegang ban hitam Taekwondo dan Aikido, baru saja meretweet tantangan untuk Putin yang pernah dipasang di websitenya tahun 2015 lalu. "Okay, bray," ujar Wittes dalam cuitannya. "Saatnya latihan Taekwondo sambil menunggu jawaban dari Kremlin." Postingan twitter itu disertai dengan sebuah tautan yang diunggah pada tanggal 2015 dan berisi tantangan bertarung untuk Presiden Vladimir—yang dikenal sebagai pemegang sabuk hitam Judo.

Isi tantangan Wittes sebenarnya sederhana saja. Setelah melihat Putin membanting semua lawannya dalam berbagai DVD latihan Judo dan foto Putin naik kuda tanpa baju serta mendengar banyak rumor tentang Putin menaklukan beruang, Wittes dengan enteng menilai bahwa "Putin cuma pakar bela diri abal-abal…yang cuma berani bertarung melawan orang yang berada dalam kuasanya dan iklhas dibanting Putin." Guna membuktikan klaim luar biasa ini, Wittes menantang Putin bertarung. "Pilihannya adalah bertarung melawan saya—seorang penulis hukum paruh baya yang siap meladeni Putin di mana pun selama Putin tak punya kekuasaan menangkap saya—atau berhenti mengumbar kelakuan sok machonya." tulisnya.

Iklan

Wittes mengatakan bahwa pameran kemachoan yang dilakukan oleh Putin hanya menandakan selera estetika yang buruk dan kegalauan pribadi dalam diri Presiden Rusia tersebut. Wittes juga yakin bahwa semua yang dipamerkan oleh Putin punya tujuan propaganda yang gelap: untuk mengkonsolidasikan kekuatan di dalam Rusia dan mengintimidasi pemimpim dunia lainnya. "Ada sisi yang sangat gelap dari pameran kemachoan Putin, yang ada hubungannya dengan agresi Rusia ke beberapa negara tetangganya, kebijakannya menindas para burona politik serta kesewenang-wenangannya terhadap komunitas LGBT di Rusia," tulis Wittes di tahun 2015 lalu. "Jadi, presentasi pribadi Putin sebagai "tough guy" yang menggunakan beladiri untuk menunjukkan kemachoannya…memaksa orang lain untuk: tunduk dan taat, mirip seperti inti dari semua kebijakan politiknya."

Untungnya, Putin sampai sekarang belum menanggapi tantang Wittes. Rupanya, Sabtu lalu, Wittes sudah kehabisan kesabaran. Pria pemberani itu kembali mencuit bahwa tantangannya terhadap Putin untuk bertarung satu lawan satu di "mana dan kapanpun selama Putin tak bisa seenaknya menahan dirinya" masih terbuka.

Siapa tahu kan ada perubahan di masa depan. Waktu toh bisa mengubah semua orang. Misalnya, Putin sekarang dengan gemilang menyakinkan Trump dan seisi Gedung Putih bahwa dirinya tak mencampuri pelaksaan Pilpres AS tahun 2016. Malah, Putin bahkan menyetujui pembentukan "Unit Keamanan Cyber tanpa tanding" yang keren itu. Mungkin nanti Putin—setelah kebingungan mencari lawan yang bisa ditundukan—akhirnya melayani tantangan Putin.

Iklan

Sekali lagi, siapa yang tahu kan?

Kalaupun Putin terus menghindari tantangan bertarung ini, Wittes tak perlu berkecil hati. Masih banyak orang lain yang dengan senang hati menggantikan Putin—seorang konservatif yang sama maskulinnya seperti Putin, seorang yang sama-sama memiliki kecintaan mendalam terhadap seni bela diri dan imej Putin sebagai maestro bela diri dan seseorang yang tinggal di negara yang sama seperti Wittes. Tentu saja, yang saya maksud adalah pembaca Berita Fox News Sean Hannity. Lagian, selama beberapa bulan lama ini, Wittes dan pentolan sayap kanan/cheerleader Trump/pengagum Putin ini sudah saling gontok-gontokan. Malah Wittes sampai mengalihkan tantangan bertarung serupa pada Hannity via Twitter Juni lalu:

Kalaupun laga ini terwujud, saya cuma berharap Wittes bisa mawas diri. Hannity mungkin tak sesangar Putin, Hannity sudah membuktikan dirinya adalah Master Mixed Martial Art (MMA) dan "jagoan pertarungan jalanan."