Percobaan Sains

Tontonan Unik Buat Kalian: Sabut Baja Halus Nampak Indah Ketika Masuk Microwave

Video ini adalah penjelasan sains mengapa beberapa benda besi dapat dimasukkan microwave, tetapi sebagian lainnya bisa berbahaya.
3.1.19

Pada saat ini, sebaiknya ada yang harus tambahan ke Peraturan Internet 34, yang meliputi benda-benda yang di- microwave. Apakah semangka, es kering, telur rebus yang meledak, atau bahkan sebuah microwave; kalau objeknya ada, pasti pernah dimicrowave.

Tapi semua benda ini tidak ada yang seindah gumpalan sabut baja setebal mikron yang dimicrowave dalam slow motion. Dalam video yang diposting Steve Mould pada Kamis, sabut baja tersebut—yang setiap helainya bahkan tak setebal rambut manusia—langsung berubah menjadi bara menyala setelah dimasukkan microwave.

Iklan

Pasti kamu sudah tahu bahwa memasukkan objek besi ke dalam microwave itu bahaya, tapi secara teknis itu tidak benar. Bahayanya objek besi akan mengeluarkan percikan api berasal dari bentuk besinya, bukan karena benda itu terbuat dari besi. Lagipula, dalamnya microwave juga terbuat dari besi.

Alasan kebahayahaan tersebut terkait dengan cara radiasi elektromagnetik—pada kasus ini, gelombang mikro—berinteraksi dengan besi. Seperti yang dijelaskan Mould dalam videonya, ketika gelombang mikro berinteraksi dengan elektron bebas yang terdapat di dalam besi, mereka menjadi “tergumpal.” Tetapi elektron-elektron ini bermuatan negatif, yang menghasilkan daya berlawanan dengan gelombang mikro yang membuatnya saling tolak.

Penting juga bahwa daya dorong-tarik antara elektron dalam besi dan gelombang mikro terjadi di permukaan besi dan lambat laun mencapai kesetimbangan—selama elektron tersebut mempunyai ruang untuk meluas ketika mereka diusir dari satu sama lain. Kalau tidak, itu menimbulkan masalah.

Bandingkan video sabut baja ini dengan video Mould lainnya, dimana dia me-microwave sebuah CD. Dalam video ini, CD tersebut terlihat memecah bergerigi dan mengeluarkan percikan api. Ini terjadi karena elektron terdorong ke arah pinggiran CD, dimana muatan antara kedua permukaan menjadi terpendam. Elektron-elektron tersebut saling tolak, tapi tidak bisa kemana-mana—energi terpendam itu akhirnya dilepaskan dalam bentuk percikan api. Tidak ada permukaan tajam, tidak masalah.

Iklan

Karena sabut baja begitu tipis, artinya ia bisa memanas dengan cepat. Dan karena sabut baja terbuat dari baja, pemanasan ini menyebabkannya bereaksi dengan oksigen hingga memproduksi besi oksida, sebuah reaksi kimia yang menghasilkan panas dan menimbulkan efek kebakaran mengalir yang terlihat di video. Efeknya berbeda dengan CD karena elektronnya tidak terjebak dan meledak.

Efeknya keren sih, tapi kalau kamu takut rumahmu akan kebakaran, kamu tinggal menggosok baterai 9 volt pada sabut baja untuk mencapai efek yang sama.

Tonton video uji coba membakar sabut baja pakai microwave di tautan awal artikel ini.

Artikel ini pertama kali tayang di Motherboard