Memotret Pelajar SMA Perempuan Jepang Tanpa Melibatkan Stereotipe Anime
Semua Foto oleh Constance McDonald.
Fotografi

Memotret Pelajar SMA Perempuan Jepang Tanpa Melibatkan Stereotipe Anime

Seorang fotografer merekam keseharian siswi SMA khusus perempuan di Tokyo yang sebenarnya, supaya kita bisa melihat sisi lain tanpa 'male gaze' mengganggu.
19 Desember 2017, 9:00am

Constance McDonald adalah fotografer yang tumbuh di salah satu sudut dunia paling terpencil: titik paling selatan South Island, Selandia Baru. Latar belakang itu bukan berarti dia terisolasi dari budaya dan sudut pandang lain. Sejak Constance masih kecil, keluarga McDonald menampung siswi-siswi Jepang dari SMA khusus perempuan di Tokyo di rumah mereka selama lima tahun. Pengalaman itu sangat mengesankan baginya, sehingga dia memutuskan berikrar gantian mengunjungi Jepang ketika sudah dewasa.

Constance melamar kerja sebagai seorang guru Bahasa Inggris di sebuah SMA khusus perempuan. Letak sekolah itu hanya selisih satu stasiun dari sekolah swasta Tokyo yang mengirimkan siswi-siswinya ke rumah McDonald bertahun-tahun lalu. Tentunya, dia ikut membawa kameranya ke Jepang, merekam interaksi bersama para pelajar perempuan di Tokyo yang dia temui sehari-hari.

Seragam sekolah ala pelaut pelajar SMA Jepang memang masih terasa familiar dari anime dan manga. Tapi foto-foto McDonald tidak memiliki male gaze yang umum terlihat di penggambaran perempuan muda Jepang di budaya pop. Justru, dia berhasil memotret optimisme dan ambisi para remaja.

“Kepercayaan diri dan semangat siswi-siswi yang saya ajar di sekolah sangat mengesankan,” kata Constance kepada VICE. “Mereka punya rencana dan impian yang besar untuk masa depan mereka.”

Constance ingin mendedikasikan seri fotonya buat para pelajar perempuan di Tokyo, yang menurutnya “melenceng jauh dari persepsi dunia barat, yang menganggap mayoritas siswi Jepang yang pemalu”.

Jadi dia meminta izin sekolah dan para murid untuk membuat proyek foto tersebut menjadi sebuah buku bertajuk I Will Be My Dream. Judul bukunya diambil dari percakapan McDonald bersama seorang murid bernama Yu, yang mengaku bercita-cita bekerja di Perserikatan bangsa-Bangsa pada suatu hari nanti.

“Mimpi saya susah sekali dicapai,” kata Yu kepada McDonald. “Tapi saya akan terus berusaha menggapai mimpi tersebut.”

Foto-foto di bawah ini menunjukkan siswi-siswi yang tersenyum, tertawa, dan semangat meraih cita-cita mereka—dalam olahraga, musik, belajar, sembari bersenang-senang— bersama teman-teman.

“Mereka tidak digambarkan sebagai sub-plot yang hanya memiliki satu dimensi seperti dalam anime,” kata McDonald. “Mereka adalah karakter utama di sini.”

Follow Constance di Instagram