Kesetaraan Gender

Iklan Terbaru Grindr Mengangkat Isu Diskriminasi yang Menodai Aplikasinya

Aplikasi kencan online ini juga memperkenalkan pedoman baru yang melarang pernyataan berbau diskriminasi dari profil pengguna.
21.9.18
Foto milik Grindr 

Grindr akhirnya merespons keluhan pengguna yang didiskriminasi oleh pengguna lain. Mereka baru saja merilis iklan dan memperbarui pedoman komunitasnya untuk menangani masalah ini. Setelah menyinggung soal Kindr bulan lalu, Grindr meluncurkan iklannya dengan merilis video seri pertama dari lima episode. Video pertamanya ini membahas soal rasisme yang condong ke pelecehan seksual. Beberapa pengguna Grindr tampak menceritakan pengalaman mendapat perlakuan rasis ketika menggunakan aplikasi. Video-video selanjutnya akan membahas body shaming, transfobia, stigma HIV dan femme shaming.

Iklan

Selain merilis video, Grindr juga mengeluarkan pedoman komunitas baru yang akan menghapus konten berbau diskriminasi di platform mereka. “Kami tidak akan menoleransi pengguna yang secara terang-terangan menggunakan bahasa yang merendahkan sifat atau karakteristik pengguna lain. Moderator kami akan segera meninjau konten semacam itu,” katanya. Pedomannya juga menjelaskan, “Pengguna akan diblokir apabila terbukti merundung, mengancam atau memfitnah pengguna lain.” Perlu diketahui kalau hanya kontennya yang akan dihapus, bukan profil pengguna yang melakukan pelanggaran.

Dalam pernyataannya, juru bicara Grindr Landen Zumwalt membahas soal peran perusahaan dalam menangani masalah diskriminasi yang lebih luas yang terjadi di antara komunitas LGBTQ. “Rasisme yang berbau seksis, transfobia, fat dan femme shaming, serta stigma terhadap pengidap HIV positif adalah masalah serius di kalangan LGBTQ. Isu-isu ini juga dialami oleh pengguna aplikasi kami. Sebagai aplikasi kencan gay pertama, Grindr akan menetapkan standar yang bisa melindungi pengguna kami dan komunitas yang lebih luas lagi.”

Kamu bisa tonton video pertama Kindr di bawah ini:

Artikel ini pertama kali tayang di i-D Australia.