Sejarah panjang kebiasaan norak Pakai Kaos Kaki dan Sandal Barengan
Ilustrasi oleh Garage

Kenapa Selalu Ada Orang yang Suka Pakai Kaos Kaki dan Sandal Barengan?

Kebiasaan 'norak' di mata sebagian pecinta fashion ini ternyata punya sejarah panjang. Bahkan, tradisi pakai kaos kaki dan sandal sudah muncul sejak era Yunani dan Mesir Kuno.
09 April 2019, 11:43am

Akhir Maret lalu, aku berkesempatan nonton peragaan busana koleksi Math Studios untuk musim gugur 2019-2020, dalam rangkaian acara Mercedes-Benz Fashion Week Russia. Peragaan busana cowok ini menampilkan koleksi para desainer streetwear potensial dari Negeri Beruang Merah. Aku menyaksikan deretan model laki-laki berjalan di runway, mengenakan busana yang cowok banget: jaket bomber, mantel biru tua, hingga celana panjang hitam.

Awalnya aku mengira tak ada yang unik, sampai akhirnya mataku tertuju pada kaki para model tersebut. Mereka semua mengenakan kaos kaki putih dan sandal jepit hitam.

Satu pertanyaan terlintas di benakku saat melihatnya: Kenapa sih harus menggabungkan kaos kaki dan sandal?

Ilkin Bakhshiev, desainer @Math_Studios memberikan alasannya saat kuwawancarai. "Desain pakaian kami cukup serius dan kami ingin membuat suasana lebih santai dan lucu. Menggabungkan sandal jepit dengan kaos kaki dianggap norak di Rusia. Makanya kami ingin sedikit mengubah stereotipe itu."

Ingatan pertamaku tentang paduan kaos kaki dan sandal adalah Adidas velcro. Kakakku biasanya memakai sandal itu ditemani kaus kaki selutut. Dia memakainya tiap pulang dari latihan sepak bola akhir dekade 90-an.

Aku juga teringat sama tren perempuan remaja mengenakan seragam sepak bola biru dan putih dan rambutnya dikuncir. Awal tahun 2000-an, ada versi lain kombinasi sepatu sandal Adidas Adilette dan kaos kaki, yang menjadi populer di pinggir lapangan futsal.

1554727904907-Screen-Shot-2019-04-08-at-85125-AM

Contoh Adidas Adilette yang digabungkan sama kaos kaki. Foto dari arsip koleksi Landau Store.

Paduan kaos kaki dan sandal dianggap norak atau bahkan menghina bagi kaum modis dari banyak negara. Meski begitu, gaya ini ternyata mempunyai sejarah panjang, bermula ribuan tahun lalu.

Pada Tahun 500 Sebelum Masehi, penyair Yunani, Hesoid, menulis puisi dengan syair seperti ini: "pada kakimu, kenakan sandal yang terbuat dari kulit kerbau yang diburu secara kejam dan sebagai alasnya, bungkus kakimu pakai piloi."

Piloi merupakan kaos kaki yang terbuat dari bulu hewan, biasa digunakan sebagai pelindung kaki buat warga untuk aktivitas sehari-hari. Piloi sudah jadi kebutuhan pokok penduduk imperium Yunani Kuno.

Sebuah artikel dari Telegraph yang terbit pada 2010 melaporkan temuan arkeologis lain, berupa karat dalam paku sepatu penduduk Romawi sekitar dua millenium lalu. Munculnya karat itu diduga kuat karena kebiasaan orang Romawi memakai kaos kaki.

Sepasang kaos kaki oranye asal Mesir digali pada abad ke-19, dan dipajang di Museum Victoria & Albert sejak Tahun 1900. Kaos kaki ini diperkirakan dibuat sepanjang kurun 420 hingga 250 Sebelum Masehi. Lubang untuk jari kaki pada kaos kaki ini terbelah. Pengelola museum mengklaim kaos kaki tersebut sejak awal dirancang untuk dipakai bareng sandal.

1554728041182-Screen-Shot-2019-04-08-at-85304-AM

Ini gambaran kaos kaki untuk sandal dari era Mesir Kuno yang ditemukan dari penggalian pada abad 19. Foto via V&A Museum

Warga Benua Biru di masa sekarang cukup merendahkan paduan kaos kaki dan sandal. Di Republik Ceko, kombinasi kaos kaki dan sandal rata-rata dipakai oleh lelaki di atas usia 50 tahun. Gaya ini termasuk tidak populer, terbukti dari hasil studi oleh Laporan Fesyen pada 2015, yang menyimpulkan cuma 1 dari setiap 10 laki-laki di Republik Ceko mengenakan kaos kaki dan sandal ketika liburan. Pada 2014, kolomnis Brian Shea dari The Evening Sun mengklaim gaya 'norak' tersebut paling sering dikenakan generasi tua dan turis asal Jerman (laporan ini sentimen banget sama orang Jerman).

Di Rusia pun sama saja. Mereka yang melek fesyen akan mengejek orang yang pakai kaos kaki dan sandal sebagai manusia cupu. Bakhshiev mengklaim gaya kombinasi kaos kaki dan sandal kemungkinan muncul sejak kejatuhan Uni Soviet, ketika sebagian laki-laki kelas menengah Rusia memiliki berbagai prasangka mengenai kaki.

"Ada anggapan kaki telanjang masuk ke sandal itu tidak higienis. Kedua, memakai sandal dengan kaki telanjang mengharuskanmu untuk merawat kakimu, dan itu tidak banyak lelaki rajin melakukannya," ujarnya. Menurut Bakhsiev, “anti-tren” ini lambat laun berkembang, justru di kalangan pecinta fashion yang masih muda, didorong keinginan melawan stigma dunia modern. Semangat melawan stigma itu lantas dikembangkan lebih lanjut oleh studionya.

1554728210773-Screen-Shot-2019-04-08-at-85528-AM

Contoh kombinasi sandal dan kaos kaki. Foto via WikiCommons

"Kaos kaki yang dipadukan dengan sandal dianggap tabu di Rusia, jadi perancang-perancang muda menampilkan gaya ini demi menarik perhatian dan melawan arus, dengan itu membuat yang dulu tabu menjadi tren keren," ujar Stephan Rabimov, kritikus fesyen asal Amerika yang menghadiri MBFW Rusia selama sepuluh tahun terakhir.

Tren ini belakangan kembali diperdebatkan. Pada 2018, Telegraph menyebutnya sebagai “tabu fesyen terakhir” setelah David Beckham kepergok memakai kaus kaki merah dengan sepatu sandal Birkenstock oleh paparazzi. Fotonya lantas tayang di Majalah Vogue. Omong-omong siapa sih yang kembali membangkitkan gaya ini lima tahun belakangan?

Apakah atlet-atlet terkenal yang mengenakannya sebelum/sesudah berolahraga? Atau laki-laki Afrika-Amerika yang tidak pede memperlihatkan jari kaki mereka?

Apakah mungkin tren ini bangkit berkat istilah normcore yang digunakan peramal tren K-Hole untuk mendeskripsikan sikap anti-fesyen?

Faktanya, gerakan pakai kaos kaki dan sandal pada akhirnya beririsan dengan kembali populernya fashion ala bapak-bapak tahun 1990-an minimalis. Tren yang disebut belakangan sukses mengubah industri fesyen dua tahun terakhir. Lihat saja tuh banyak cewek yang pakai sepatu gede-gede pas main ke mal.

1554728259919-Screen-Shot-2019-04-08-at-85722-AM

Ambisi pecinta kaos kaki dan sandal tampaknya tercapai. Paduan tersebut mulai dikenakan banyak pesohor. Justin Bieber dan Tyler, the Creator termasuk penggemar berat gaya ini. Baru-baru ini gaya tersebut ikut mewarnai runway berbagai merek busana ternama, seperti Bottega Veneta dan Louis Vuitton.

Bakhshiev yakin kombinasi kaos kaki dan sandal akan semakin populer. "Banyak sekali orang yang sebenarnya pengin memakai kaos kaki dan sandal. Semua yang dulunya tabu kini diperbolehkan."

Artikel ini pertama kali tayang di GARAGE