keracunan makanan

Restoran Bintang Michelin Belum Pasti Aman, Ada Kasus Konsumen Tewas Keracunan

Satu pengunjung restoran elit RiFF di Spanyol meninggal, sementara 29 keracunan pekan. Diduga sajian jamur morel biang keladinya.
Jamur mentah diduga meracuni pengunjung restoran bintang Michelin di Spanyol
Foto ilustrasi oleh Getty Images 

Sabtu pekan lalu lalu, María Jesús Fernández Calvo, suaminya, dan anak mereka yang berusia 12 tahun makan siang di RiFF, sebuah restoran yang memiliki sertifikat bintang Michelin di Kota Valencia, Spanyol. Keluarga tersebut mencicipi berbagai menu, termasuk satu santapan yang mengandung morchella atau jamur morel. Malamnya, mereka bertiga mengalami diare dan muntah-muntah. Minggu pagi, María Jesús berusia 46 tahun, meninggal di rumah sakit.

Iklan

Surat kabar Las Provincias melaporkan setidaknya 29 pengunjung RiFF lainnya juga jatuh sakit di waktu berdekatan. Kementerian Kesehatan Spanyol segera menggelar investigasi mencari tahu penyebab kasus ini. Inspektur keamanan makanan setempat mengumpulkan sampel makanan dan bahan menu pembuka RiFF; yang dikirim ke Institut Toksikologi dan Ilmu Forensik Nasional Spanyol untuk diteliti lebih lanjut.

"Kami belum ingin menentukan asal dan penyebab [sebelum investigasi ini selesai]," kata pejabat kesehatan regional Ana Barceló kepada Las Provincias. “Kami tidak tahu apakah kematian María Jesús berhubungan dengan makanan RiFF. Kami harus berhati-hati dan menunggu hasil uji lab keluar." Dia melanjutkan, sebelum otoritas terkait mengetahui makanan atau bahan mentah apa yang mungkin menyebabkan kejadian ini, "kami tidak boleh menimbulkan rasa panik bagi pemasok dan restoran-restoran lain."

Saat para inspektur mengunjungi restoran, mereka tidak bisa langsung mengidentifikasi penyebab kasus keracunan makanan ini. Oleh karena itu RiFF untuk sementara ditutup. "Apapun penyebab situasi ini, saya ingin menyampaikan penyesalan saya untuk kejadian ini, dan berharap semua fakta-fakta dapat segera diklarifikasi," kata pemilik dan kepala koki Bernd Knöller dalam sebuah pernyataan tertulis yang diperoleh The Independent.

"Saya telah membuat keputusan untuk menutup restoran sampai penyebab peristiwa ini ditentukan dan aktivitas kami dapat berlanjut dengan garansi sepenuh-penuhnya bagi staf dan pelanggan kami."

Iklan

Gerardo dan istrinya, Marialejandra Portal, mengunjungi Valencia minggu lalu dan juga makan di RiFF. Saat diwawancarai Las Provincias, keluarga ini mengaku jatuh sakit kurang dari satu jam setelah mereka membayar tagihan di kasir. "Kami tidak melihat yang aneh-aneh di makanan kami, dan tidak berpikir ada yang salah. Tetapi empat puluh menit setelah pergi dari restoran, kami mulai merasa mual," ujar Gómez. "Kami muntah tiga atau empat kali masing-masing dan harus ke toilet beberapa kali, tapi tiga jam kemudian kami sudah mulai pulih."

Dia juga mengaku tidak keberatan makan di RiFF lagi, tapi mereka akan merasa "lebih nyaman setelah mengetahui hasil penyelidikan ini."

Meskipun Barceló belum mengkonfirmasi jamur morel sebagai penyebab kasus keracunan makanan pengunjung RiFF, kemungkinan itu tetap diselidiki. Terkait kasus keracunan jamur, Persatuan Mikologis Amerika Utara memperingatkan kalau jamur morel dapat menyebabkan “gangguan” jika dikonsumsi mentah atau belum sepenuhnya matang.

Sayangnya, ada jenis jamur yang mirip dengan morel yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan lebih dari sekedar “gangguan.” Jamur-jamur ini mengandung zat gyromitrin yang mengganggu pencernaan, menimbulkan sakit kepala, diare, sakit perut, dan pada kasus yang jarang terjadi, konvulsi, koma, atau kematian.

Bernd Knöller membuka RiFF pada September 2001, dan menerima penghargaan bintang Michelin delapan tahun kemudian. RiFF juga diberi dua penghargaan Repsol Sun (dua dari maksimal tiga) dari Asosiasi Gastronomi Kerajaan Spanyol.

"Pemilik sekaligus koki ini, meski berasal dari Jerman menganggap diri sebagai penduduk asli Valencia. Dia berusaha menciptakan santapan inovatif dengan kearifan lokal," tulis inspektur Michelin tentang RiFF. "Basis restoran ini adalah produk-produk berkualitas tinggi, musiman, dan lokal untuk menciptakan kombinasi kuliner dan menu unik."

Artikel ini pertama kali tayang di MUNCHIES