Netflix

Netflix Akan Bikin Lebih Banyak Serial Interaktif Macam Black Mirror Edisi 'Bandersnatch'

"Genrenya bisa saja komedi. Bisa juga film romantis."
13.3.19
Black Mirror edisi Bandersnatch memakai format interaktif
Cuplikan adegan dari arsip Netflix 

Saking suksesnya Black Mirror: Bandersnatch, serial Netflix revolusioner yang mengizinkan penontonnya memutuskan memilih nasib tokoh utama seperti novel horor remaja Goosebumbs, layanan streaming tersebut berencana meneruskan tren ini–dengan menayang semakin banyak film pilih-ceritamu-sendiri. Rencana Netflix itu pertama kali dilaporkan oleh Majalah Variety.

Saat berpidato di Mumbai awal pekan ini, Wakil Presiden Produk Netflix Todd Yelli, mengumumkan jika layanan streaming ini akan memperdalamkan komitmennya pada format eksperimental.

Iklan

"Konten kami yang bersifat interaktif sangat populer di India, populer di seluruh dunia, dan kami sadar, 'wah menceritakan sesuatu secara interaktif adalah sesuatu yang ingin kami kembangkan',” kata Yellin, seperti dikutip Variety. "Kami akan berfokus pada konsep tersebut. Jadi selama dua tahun ke depan, bersiaplah untuk melihat lebih banyak cerita interaktif muncul dari layanan kami."

Sabar-sabar. Jangan berharap semua film interaktif bakalan menjadi cerita dystopian yang suram banget. Bandersnatch merupakan serial interaktif Netflix pertama, tapi format tersebut bukan eksperimentasi pertama dengan bentuk penceritaan interaktif. Netflix sudah sempat menayangkan sejumlah serial kartun interaktif untuk anak-anak, dan tampaknya Netflix akan memperluaskan genre yang diolah dalam pendekatan interaktif.

"Tidak harus selalu fiksi ilmiah, dan belum tentu ceritanya gelap," kata Yellin. "Bisa saja komedi yang bikin ngakak. Bisa juga film romantis. Misalnya film rom-com. Saya bayangkan para penonton boleh membuat keputusan: Pengin berkencan dengan si A atau si B?"

Oke, kalau ada versi interaktifnya To All The Boys I've Loved Before, pasti laku banget. Namun, mungkinkah format interaktif menjadi format standar di Netflix? Karena membuat film atau serial interaktif itu susah habis-habisan.

Butuh bertahun-tahun mengembangkan flowchart skenario rumit demi mengumpulkan lima setengah jam rekaman yang akhirnya menjadi Bandersnatch. Pencipta Black Mirror Charlie Brooker nyaris jadi gila. Apakah model tersebut bisa dipertahankan?

Di sisi lain, kita paham kenapa layanan straming ini pengin memperbanyak konten interaktif. Netflix mengumpulkan data pribadi dalam jumlah luar biasa tentang profil pengguna mereka berkat Bandersnatch. Meskipun Netflix masih diam-diam mengenai berapa lama data tersebut disimpan dan bagaimana datanya akan digunakan, gagasan Netflix sedang menimbun data tentang cara penontonnya menanggapi berbagai situasi… terdengar cukup mengancam.

Lebih banyak film interaktif artinya lebih banyak peluang untuk dunia nyata kami sedikit demi sedikit menjadi lebih seperti Black Mirror–hal yang mengerikan. Tapi bodoh amat!

Selama ada banyak rom-com interaktifnya, maka saya sendiri tak keberatan membagi data pribadi. Hhe…

Artikel ini pertama kali tayang di VICE US