kultur ponsel

Cara Kamu Mengetik di Ponsel Bisa Bikin Tangan Cedera

Ini tips mudah yang bisa kamu turuti agar terhindar dari cidera jempol yang terdengar konyol tapi sayangnya nyata adanya
16.7.18
Prescilla du Preez/Unsplash

Penebang pohon mengangkut balok kayu. Penambang mengayunkan beliung. Tukang kayu memalu paku. Nah kalau kebanyakan pekerja kantoran senjatanya sedikit berbeda: ponsel mereka. Sama seperti bagaimana profesi-profesi kerja manual bisa mengakibatkan bahu pegal-pegal dan lutut ngilu, pekerja kantoran juga bisa menciderai jempolnya akibat texting dan berbalas email lewat ponsel.

Mungkin penderitaan ini kedengarannya lucu, tapi rasa sakitnya beneran lho. Smartphone memaksa jempolmu untuk melakukan gerakan yang canggung secara repetitif. “Sekarang makin banyak yang terkena tendonitis jempol dan pergelangan tangan,” ujar Karen Jacobs, seorang terapis okupasi di Boston University dan editor pendiri jurnal interdisipliner Work: A Journal of Prevention, Assessment and Rehabilitation. “Ini adalah masalah yang harus kita perhatikan.”

Iklan

Penyalahgunaan jempol bisa menyebabkan kondisi medis yang dikenal sebagai De Quervain’s tenosynovitis. Penggunaan jempol berlebihan bisa membuat urat daging dan kelopak pelindungnya meradang, yang menyebabkan timbulnya rasa sakit di sisi pergelangan tangan. Rasa sakit ini bisa menyebabkan berkurangnya kekuatan genggaman tangan dan bahkan tangan pincang. Teknologi memang sudah lama mengganggu tangan manusia, tapi ponsel menciptakan masalah yang unik dibanding keyboard atau mouse komputer. “Dulu kita sebagian besar menggunakan jari-jari kita, tapi sekarang fokusnya lebih ke jempol,” ujar Natalie Strand, seorang dokter manajemen rasa sakit dan instruktur klinik di Mayo Clinic Medical School. “Kita melihat bentuk stres yang berbeda sekarang dibanding di masa lalu.”

Kita bisa mencoba mengurangi penggunaan ponsel, tapi ini tidak selalu mudah. Pekerja kantoran dituntut untuk menjawab email dan text setiap hari, bahkan selepas jam kerja. Steroid bisa menjadi opsi untuk melawan rasa sakit dalam kasus yang ekstrem. Namun, sebelum sampai ke tahap itu, lebih baik kita mencoba beberapa metode yang lebih kalem. Berikut beberapa rekomendasi dari ahli untuk menghadapi rasa sakit akibat terlalu sering texting dan main email.

BEKERJA LEBIH CERDAS
Jacobs mengistirahatkan dirinya tanpa harus melempar jauh-jauh ponselnya. Dia menyimpan kalimat-kalimat umum dalam ponsel sehingga tidak perlu mengetik yang tidak perlu. Dia juga merekomendasikan voice texting, tapi harus berhati-hati karena kesalahan kecil bisa menimbulkan kebingungan yang tidak perlu. Kalau memungkinkan, taruh ponsel dalam mode speaker, dan taruh di permukaan datar. Menggenggam ponsel sambil berbicara memaksa tangan berada dalam posisi yang tidak alami.

Iklan

PEMANASAN
Melakukan pemanasan sebelum aktivitas fisik bukan hanya untuk olahraga saja. “Fleksibilitas bisa menjadi pencegah,” ujar Strand. Coba lakukan latihan yang dianjurkan Harvard Medical School ini: Buka tanganmu dan arahkan telapak tangan menghadap diri sendiri. Gerakkan jempolmu ke atas telapak dan sentuh sisi tangan dekat kelingking—sebisamu. Lakukan ini selama lima hingga 10 detik dan ulang 10 kali. Lakukan ini tiga kali sehari.

PIJAT
Kamu tidak perlu repot-repot membuat janji dengan ahli hanya karena ingin mengurangi rasa sakitmu. Arthritis Foundation menganjurkanmu menggenggam pergelangan tangan dengan tangan satunya, jari-jari diletakkan di atas pergelangan, dan pelan-pelan menggerakan tangan naik turun menelusuri lengan. Kamu bisa menggunakan teknik “memeras” ini di setiap jari juga. Gunakan tekanan dengan jempol dan jari telunjuk dan perlahan-lahan geser mereka menuju ujung jari.

PEREGANGAN
Jill Miller, salah satu pendiri Tune Up Fitness Worldwide, mengatakan teknik penguatan juga bisa mencegah rasa sakit. Dia menyebut salah satu latihan ini “Hand Claw” (Cakar Tangan). “Lipat setiap jari dan jempol ke dalam telapak,” ujar Miller. “Cobalah sentuh telapak dengan ujung jari sambil meregangkan jari-jari sejauh mungkin.” Dia merekomendasikan melakukan latihan ini selama 30 hingga 60 detik dalam lima repetisi.

TARUH ES KE BAGIAN YANG BENGKAK

Mungkin ide menaruh es ke jempol dan pergelangan tangan setelah seharian texting terdengar memalukan. Tapi maluan mana sama harus memberi tahu bosmu kalau kamu harus pergi ke dokter untuk mendapat injeksi corticostereoid untuk mengurangi bengkak jempol?—yang merupakan opsi penanganan dalam kasus yang sudah parah. “Menggunakan es merupakan bentuk penanganan anti-bengkak yang manjur,” ujar Strand. Mayo Clinic merekomendasikan kegiatan ini selama 15-20 menit setiap empat hingga enam jam.

UBAH GENGGAMANMU
Menggunakan tangan satunya bisa meringankan beban urat yang kelewat bekerja keras. Ini mungkin sudah jelas, tapi kebanyakan orang terlambat mengistirahatkan tangan dominan mereka hingga sudah terlambat. Sering-seringlah menggunakan tangan yang berbeda. Apabila rasa sakit datang, itu artinya kamu harus berhenti, ujar Strand.

Teknik-teknik ini bisa membantu, tapi mereka bukan trik sulap. Kapanpun memungkinan, jauhi ponselmu agar jempol bisa beristirahat. “Orang harus menjaga kesehatan mereka sendiri,” ujar Jacobs, yang merupakan seorang ergonomis bersertifikat. Perangkat lunak bikinannya didesain untuk mencegah cedera stres repetitif di anak-anak lewat kegiatan-kegiatan yang mengistirahatkan jempol mereka. Tapi orang dewasa juga butuh lho. “Penting untuk menggunakan teknologi secara bijaksana,” ujarnya.