Sebuah penelitian menyimpulkan bahwa virus Zika, yang dikenal menyebabkan kerusakan otak janin, pada akhirnya bisa digunakan untuk mengobati kanker otak, dengan menyasar dan membunuh sel kanker di otak tersebut.Glioblastoma adalah jenis kanker otak paling umum dan penyakit ini membunuh sebagian besar pasien dalam dua tahun setelah diagnosis. Kanker yang diderita John McCain adalah glioblastoma primer, jenis kanker yang lebih agresif. Senator Edward Kennedy meninggal dunia atas glioblastoma, begitu pula dengan Beau Biden, anak mantan wakil presiden Joe Biden. Menurut estimasi, hampir 17 ribu warga Amerika akan meninggal dunia tahun ini akibat tumor otak atau sistem syaraf sentral.
Iklan
Penyebab utamanya, kanker otak sangat sulit diobati. Operasi dapat mengangkat tumor, namun seringkali masih meninggalkan sel induk ganas yang tumbuh menjadi tumor-tumor lain. Tumor-tumor ini perlu diangkat atau dibunuh supaya tidak semakin mengganas, namun biasanya kemoterapi dan radiasi tidak mempan."Rasanya frustasi saat mengobati seorang pasien sebaik-baiknya yang kami bisa lakukan, tapi kemudian tumornya muncul lagi beberapa bulan kemudian. Kami bertanya-tanya apakah alam bisa menyediakan senjata untuk menyasar sel-sel yang menjadi biang kerok atas tumbuhnya tumor-tumor baru?" tulis Milan Chheda dari Washington University School of Medicine di St. Louis pada sebuah pernyataan.Virus Zika menarik perhatian masyarakat global tahun lalu, setelah tersebar ke Florida dari Amerika Selatan dan Tengah. Perempuan hamil yang terinfeksi virus ini kemudian melahirkan bayi-bayi dengan kepala yang mungilnya abnormal dan otak yang rusak. Kondisi ini disebut juga microcephaly. Meningkatnya angka infeksi membuat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendeklarasikan darurat kesehatan global, meski kemudian wabah ini mereda dalam hitungan bulan.Belum ada jawaban pasti apakah virus Zika telah lenyap selamanya, namun untuk sementara waktu para ilmuwan mempelajari bagaimana virus tersebut mempengaruhi otak yang masih berkembang dalam janin. Salah satu metode untuk memberantas sel induk kanker (biang kerok tumor) adalah menggunakan virus-virus yang menyasar sel-sel ini secara spesifik. Virus Zika sepertinya merusak otak janin karena virus tersebut menyasar sistem syaraf dan sel awal. Virus ini memilki dampak lebih kecil terhadap otak orang dewasa karena mereka memiliki sel induk aktif lebih sedikit, setidaknya begitu menurut para peneliti.
Iklan
Itu artinya Zika telah menyasar sel kanker yang ingin diberantas para peneliti. Untuk menguji teori mereka, para penulis penelitian menempatkan virus Zika dalam cawan petri berisi sel-sel pasien penderita glioblastoma. Virus ini secara khusus menginfeksi dan membunuh sel induk yang potensial berlipat ganda dibandingkan dengan sel glioblastoma dan sel otak lainnya.
Virus Zika (hijau) secara khusus menyasar sel induk (merah) pada glioblastoma manusia. Photo: Zhu et al. 2017
Selanjutnya mereka mencekokkan virus Zika yang telah diadaptasi untuk tikus pada curut-curut dengan tumor agresif pada otak. Hasilnya, pertumbuhan tumor tersebut melamban dan tikus-tikus tersebut hidup dua hingga tiga kali lebih lama dibandingkan tikus-tikus lain dalam kelompok. Virus ini tidak menyebar keluar tumor.Tikus-tikus tersebut kemudian dicekokkan virus Zika lagi, kali ini lebih dengan virus yang lebih sensitif terhadap kekebalan tubuh dan pelbagai mekanisme pencegah yang dimiliki tubuh. Virus Zika itu dicekokkan bersamaan dengan obat kemoterapi yang disebut teozolomide. Mereka mendapati virus Zika yang telah "dilemahkan" masih dapat menyasar dan membunuh sel induk glioblastoma, sementara itu obat kemoterapi yang tadinya tidak ampuh ternyata bekerja efektif melawan kanker. Gabungan keduanya, menurut penelitian tersebut, dapat membuka jalan baru untuk mengobati kanker otak.Optimistis boleh saja, tapi masih terlalu prematur untuk menyebut virus Zika benar-benar manjur melawan sel kanker otak. Yang terbukti cespleng pada tikus belum tentu mujarab bagi manusia. Masih ada kekhawatiran dalam mengadaptasi virus Zika untuk keperluan medis. Masih diperlukan lebih banyak penelitian, termasuk menguji virus Zika pada glioblastomas manusia yang dicangkokkan pada tikus. Sementara para peneliti sedang membuktikan keampuhannya, dokter-dokter di Britania Raya menunggu kesempatan membasmi kanker otak dengan virus Zika. Tapi setidak-tidaknya kabar baik ini membawa harapan untuk mengobati sebuah penyakit yang selama ini membuat para dokter frustasi.