misi ambisius

Presiden Trump Ingin AS Kembali Kirim Orang ke Bulan pada 2028

Rencana misi ke bulan itu diajukan dalam rapat National Space Council sebagai tanggapan atas desakan PresidenTrump.
19.11.18
Misi apolo 11

Sebuah misi penjelajahan bulan pada 2028 diajukan kepada Users’ Advisory Group, National Space Council —kelompok berisi pejabat pemerintah dan NASA yang dikepalai Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence dan bertugas membahas serta menetapkan rencana jangka panjang NASA—dalam rapat hari Kamis kemarin (11/16)

Kepala NASA Jim Bridenstine dan Associate Administrator for Policy and Strategy NASA Tom Cremins mempresentasikan timeline misi mencapai dan mengolonisasi bulan pada akhir dekade 2020-an. Proposal ini adalah jawaban dari tekanan kuat yang diberikan oleh Presiden Donald Trump, yang mengusulkan misi luar angkasa ke bulan pada Desember 2017 tanpa memberikan detail rencana untuk melakukannya atau minimal penjelasan bagaimana rencana itu disesuaikan dengan rencana jangka panjang NASA.

The National Space Council mengumumkan bahwa misi luar angkasa ke bulan akan jadi prioritas pemerintah Trump pada Oktober tahun ini. Namun, bagi sebagian orang, misi menuju bulan adalah sebuah kebijakan yang kontroversial. Sejumlah anggota National Science and Technology Council, badan penasehat kebijakan luar angkasa yang berisi anggota kongres AS, menilai NASA sebaiknya lebih berkonsentrasi pada misi menuju planet Mars pada tahun 2030-an, yang dinilai akan membutuhkan waktu dan dedikasi yang lebih.

Namun, Ted Cruz and Mike Pence—yang masing-masing mengetuai National Science and Technology Council dan National Space Council, secara berturut-turut—memiliki pengaruh besar pada badan satu ini. Celakanya, mereka mengamini saja proposal misi luar angkasa menuju bulan yang diajukan Trump.

Tentunya, rencana misi ke bulan ini tak akan semudah itu terlaksana. Diperkirakan rencana ini akan terkendala oleh anggaran. Dalam rapat National Space Council Kamis kemarin, Bridenstine mengungkapkan proyek tersebut akan susah dilaksanakan jika rencana pemotongan anggaran NASA sebesar 5 persen benar-benar terjadi pada 2020. “Jika pemotongan anggaran itu benar-bener terjadi, kita tak kan memiliki modal yang diperlukan untuk terbang ke bulan,” ujar Bridenstine, seperti yang dikutip oleh SpaceNews. “Yang pasti, kita tak akan punya segala yang diperlukan untuk menginjakkan kaki di bulan.”

The National Science and Technology Council sebelumnya pernah blak-blakan menyatakan sejumlah perusahaan swasta akan mengembangkan teknologi untuk membawa ke Mars, dan mungkin bulan. Beberapa di antaranya bahkan sudah mulai membangun teknologi untuk membawa kita kedua tempat itu. Kontraktor militer Amerika Serikat Lockheed Martin membeberkan rencana untuk menciptakan kendaraan penjelajah bulan berawak yang bisa digunakan berkali-kali yang bisa Oktober lalu. Sementara itu, pemilik Amazon Jezz Bezos berencana mengirimkan kargo dengan berat berton-ton ke bulan. Ada pun, SpaceX sudah mengumumkan rencananya mengirim pengusaha clothing cum miyarder Jepang Yusaku Maezawa dan sekelompok seniman mengitari bulan dengan roket Big Falcon pada 2022. Namun, meski punya sokongan dana, hingga kini, rencana tersebut masih mentok di fase permulaan.