hubungan percintaan

Ini Tanda Gebetanmu ‘Wokefish’: PDKT Ngaku Berideologi Progresif, Aslinya Konservatif

Kalau doi terasa 'try hard' banget ngaku anti-rasis dan berpikiran terbuka, coba perhatikan caranya menanggapi isu Papua dan SJW.
31.8.20
Problem PDKT jenis Wokefish, gebetan mengaku punya ideologi progresif padahal aslinya konservatif
Foto ilustrasi via Getty. 

Aku memutuskan menjadi vegan saat berusia 17 tahun. Yah, namanya juga ABG. Rasa penasarannya masih tinggi dan kepengin mencoba ini-itu. Aku menceritakannya ke pacar saat itu, tapi anehnya dia malah menceramahiku. Dia menyerocos tanaman juga berhak hidup dan sebagainya. Lebih parah lagi, dia mengirim SMS penuh hujatan: “Hadeh, jangan bilang kamu mau jadi vegan feminis ngehe begitu ya??

Aku terheran-heran melihat reaksinya. Sejauh kami berhubungan, dia enggak pernah kelihatan seperti orang yang benci “vegan feminis”, tapi kenapa dia mendadak jadi kayak begitu?

Aku akhirnya minta putus, dan dia lagi-lagi mengirimiku pesan bernada menghina. Sikap doi menyadarkanku akan sesuatu. Kami sering beda pendapat selama pacaran, tapi dia bersikukuh dirinya “woke” abis. Ternyata aku kena “wokefish”.

Bisa dibilang “wokefish” mirip dengan “catfish”, tapi tukang wokefish berpura-pura progresif untuk menggaet gebetan. Mereka awalnya melabeli diri sebagai orang berpikiran terbuka yang feminis, sering ikut demo dan sudah mengkhatamkan Das Kapital.

Iklan

Padahal kenyataannya mereka masa bodoh, atau justru bersikap 180 derajat dari omongannya. Mereka sering melontarkan N-word dan lelucon bernada seksis biar dibilang gaul. Mereka menganggap catcall tak termasuk pelecehan, dan mengeluh serikat buruh ngelunjak setiap kali ada demo.

Bisa jadi kita sering mengalami ini, tapi baru menyadarinya sekarang setelah kasus pembunuhan George Floyd dan pandemi corona mengungkap jejak-jejak rasisme dan ketimpangan sosial yang masih melekat di masyarakat dunia—khususnya Indonesia. Membongkar sistem penindas menjadi suatu kewajiban mendesak yang harus segera dilakukan, sehingga tak mengherankan jika semakin banyak orang ingin mencari pasangan yang satu frekuensi.

Tom* menceritakan pengalamannya kena wokefish. “Kami asyik ngobrolin rasisme di Inggris saat kencan pertama. Selanjutnya juga sering mendiskusikan berbagai topik dan isu seputar monarki. Pokoknya seru banget, lah! Tapi doi jadi beda banget setelah masa-masa kesengsemnya lewat,” kata lelaki 23 tahun asal Bristol.

Cowok yang ditaksir Tom rupanya omdo alias ngomong doang. “Ngakunya sih progresif, tapi ketawa saat dengar cercaan rasis. Dia mencap dirinya ‘SJW’, tapi tindakannya berkata lain.”

Bukan hal aneh hubungan kandas akibat perbedaan keyakinan. Pada 2016, riset menemukan 1,6 juta pasangan di Inggris mengakhiri hubungan karena cekcok soal Brexit. Studi yang diterbitkan pada 2018 menunjukkan orang cenderung tak tertarik secara romantis pada mereka yang pandangan politiknya bertentangan. Hal itu kini menjadi tolak ukur penting dalam mencari pasangan. Pengguna berbayar aplikasi kencan macam Bumble bahkan bisa menyaring profil berdasarkan pandangan politik mereka. Tapi bagaimana jadinya kalau kalian baru menyadari pendirian asli seseorang setelah kenal lama?

Iklan

Wokefishing dapat merusak hubungan jika korbannya berasal dari kelompok terpinggirkan. Hannah, 19 tahun, sudah enam bulan berpacaran ketika mengetahui sifat asli mantannya. Seperti Tom, dia mengira sang cowok satu pemikiran dengannya. “Waktu awal pacaran, dia menyayangkan sistem pendidikan yang masih ‘white’ dan berharap wilayah selatan Inggris [tempat asal cowok Hannah] lebih beragam.”

Kedok pacarnya terbongkar dengan cara yang sangat tak mengenakkan. “Dia menyebutku ‘pacar Arab nakal’-nya ketika memperkenalkan aku kepada teman-temannya. Dia bilang cuma bercanda,” kenang Hannah. “Suatu hari, dia tiba-tiba menangis dan mengaku pernah bergabung dengan kelompok Nazi. Dia bercerita kalau dulu ogah menikah sama orang kulit berwarna karena ‘anak berdarah campuran enggak suci.’” Hannah mengakhiri hubungan tak lama setelah itu.

Perempuan 23 tahun bernama Zara juga pernah kena wokefish. Setelah setahun pacaran, dia merasa ada yang aneh sama cowoknya. Pandangan dia bertentangan dengan yang ditunjukkan saat awal pacaran. “Dia tadinya filosofis, artistik dan rajin baca buku berat. Dia peduli lingkungan dan sangat menentang publik figur macam Jordan Peterson,” tuturnya.

“Tapi semuanya didebat sama dia, dan suka bermain devil’s advocate. Dia enggak mau menerima kenyataan bahwa ada hal-hal penting yang enggak bisa dipertanyakan terkait identitas orang lain,” terang Zara, menceritakan momen-momen di saat dia melihat sifat asli pacarnya. “Dia pernah berargumen dengan sahabatku yang queer. Dia bilang orang hetero sama tertindasnya dengan orang gay. Aku lelah dan kesal juga dengan perdebatan tak berujung ini. Apalagi dia enggak pernah mau mengakui hak istimewanya sendiri.”

Iklan

Zara minta putus begitu menyadari mereka “enggak memiliki kesamaan”.

Layla, edukator hubungan dan seks yang mengelola akun Instagram Lalalaletmeexplain, melihat hubungan akan lebih awet jika pasangan memiliki pandangan yang sama. Dengan kata lain, tak ada gunanya berkompromi dengan tukang wokefish. “Bagi yang memahami pandangan politik bisa memengaruhi hak manusia, mereka enggak melihat prospek hubungan sehat dengan orang yang memiliki pandangan berbeda.

“Kebanyakan gerakan politik yang muncul belakangan ini didasarkan pada nilai moral. Hal ini tak bisa ‘disepakati untuk tak sepakat’ karena berdampak langsung pada kesejahteraan orang lain.”

Layla berujar menipu dengan cara seperti ini dapat merugikan pasangan yang kena wokefish. “Sadar telah dibohongi bisa merugikan hidup seseorang untuk jangka panjang,” jelasnya. “Orang yang ditipu akan mempertanyakan realitasnya dan merasa tak mampu menilai seseorang dengan benar.”

Ya, semua orang akan lebih mengenal pasangan mereka seiring berjalannya waktu. Tak ada salahnya juga menonjolkan atau merahasiakan aspek kecil dari kepribadian saat baru kenalan. Enggak masalah kalau kalian malu mengakui suka Nickelback atau apalah itu. Tapi, pemikiran dan pandangan politik bukanlah sesuatu yang bisa ditutup-tutupi hanya karena kalian naksir seseorang dan ingin memikat hatinya.

Yang terakhir, ada yang ingin aku tanyakan kepada tukang wokefish. Kenapa kalian merahasiakannya? Buat apa memegang keyakinan yang bahkan kalian sendiri malu untuk mengungkapkannya?


*Nama-nama narasumber telah diubah untuk melindungi privasi mereka.

@serenathesmith

Artikel ini pertama kali tayang di VICE UK.