Soundcheck

Petra Sihombing, Noh Salleh, Senyawa: Rekomendasi Musik VICE untuk Normal yang Baru

Kolom 'Soundcheck' kembali lagi dengan playlist musik Indonesia pilihan, menyambut situasi "new normal" di tengah pandemi. Semoga bisa menghibur kalian sampai Juli ya.
08 Juni 2020, 6:30am
Musik Indonesia Terbaik Juni 2020 Petra Sihombing Senyawa Baskara Putra
Kolase oleh VICE. Foto dari arsip rilis pers Petra Sihombing [kiri], Sajama Cut [kanan], dan arsip gudskul [tengah].

Umumnya ketika Ramadan tiba industri musik Indonesia beristirahat sejenak. Gig-gig ditiadakan, dan musisi menunda perilisan materi baru hingga musim mudik berakhir demi dampak yang lebih maksimal. Namun, tahun ini, suasana itu hampir sama sekali tidak terasa karena toh sejak Maret, Covid-19 mematikan hampir semua lini dari industri musik.

Akibatnya, banyak artis dan pegiat musik mencoba-coba berbagai ranah baru di dunia digital demi bisa tetap terhubung dengan para pendengar. Mulai dari konser livestreaming, sesi diskusi, workshop, podcast, hingga merilis album di situs porno. Acara obrolan musik seperti Taste Test milik Sounds From The Corner pun kini dilakukan di rumah masing-masing.

Goodnight Electric mengadakan konferensi pers album comeback mereka Misteria via Zoom sementara Loka dari Makassar mengenalkan materi EP terbaru mereka lewat sebuah virtual showcase berbayar di mana setiap anggota merekam part mereka masing-masing secara terpisah pra-acara, di-mix, dan kemudian disajikan ke penonton dengan visual setiap anggota bermain terpisah dalam satu layar.

Bentuk kreativitas ini juga tercermin dari banyaknya musik baru nusantara yang muncul di Bulan Mei. Secara mengejutkan, kuantitas maupun kuantitasnya tidak menurun sama sekali. Karena itulah, "Soundcheck" dapat kembali hadir. Ini adalah rubrik bulanan yang menghadirkan rekomendasi pilihan musik baru tanah air dari kurun sebulan sebelumnya. Kami berharap rubrik ini bisa membantu pembaca menemukan musisi lokal favorit baru.

Oh iya, sekadar pengingat: VICE menyusun rekomendasi ini dengan bias selera personal awak redaksi, karena satu keyakinan bahwa manusia lebih tulus dibanding algoritma. Memang benar, di era masa sekarang, media mungkin sudah tidak mempengaruhi "selera" pendengar musik, mengingat kecerdasan buatan layanan streaming lebih efektif memetakan seleramu. (Namun kalau kamu benar-benar ingin mendukung musisi independen favoritmu, aturlah bentuk konsumsi musikmu secara bijak.)

Kami justru berangkat dari semangat untuk menantang zona nyaman semua orang, termasuk diri kami sendiri. Zona yang mungkin sekilas bukan selera alamiah kalian. Awak redaksi menyelami puluhan single baru tiap bulan, menemukan teritori asing yang semoga penuh semangat artistik mengasyikkan di sana.

Pastinya pilihan yang masuk ke daftar ini subyektif. Tapi justru itu poinnya. Kami bukan robot, begitu pula kalian, para pecinta musik di luar sana. Jaga kesehatan dan untuk sementara, jangan keluar kalau tak ada keperluan penting ya. Semoga rekomendasi kami dapat menemani kalian bertahan #dirumahaja—mengingat bar dan venue musik nampaknya belum akan dibuka dalam waktu dekat.


PENAT MEMBURU 'INDONESIAN DREAM'

Petra Sihombing - Apa?

Petra Sihombing tampaknya menjadi solois favorit redaksi VICE tahun ini. Dua kali karyanya masuk kolom ini. Petra bulan lalu merilis single baru dari album yang rencananya dirilis di paruh kedua 2020. Hasil kerja sama dengan Teddy Adhitya, nomor “Apa?” merupakan eksplorasi Petra terhadap sebuah pertanyaan yang mungkin sudah sama tuanya dengan sejarah musik sendiri: “Kita hidup ngejar apaan sih?”. Nomor "Apa?" dibalut alunan pop/R&B yang groovy dan mengingatkan kita dengan vokal almarhum Chrisye, Petra bertanya tulus sekaligus menohok, “Apa yang kau cari? / Lulus / Kerja / Menikah / Beranak / Apa lagi?”

Pertanyaan tersebut dikemas untuk konteks upaya kita menggapai mimpi-mimpi khas Indonesia yang meletihkan semua kelas sosial, mengajak pendengar berhenti sejenak dan merenungkan kembali pilihan-pilihan hidup yang terlanjur diambil. Karya Petra, berbekal dua single yang sangat kami sukai, menggambarkan betapa dia makin dewasa.


BERCAKAP DENGAN TUHAN

Mantra Vutura x Baskara Putra - Percakapan Pt.1

Lirik "Selamat malam / selamat pagi / Ini aku Tuhan / bertemu lagi" membuka single terbaru hasil kolaborasi duo Mantra Vutura dan Baskara “Hindia” Putra "Percakapan Pt. 1" terdengar seperti ratapan seseorang yang mulai meragukan imannya sendiri terhadap Yang Kuasa. Menggabungkan elemen elektronika dan pop modern, “Percakapan Pt. 1” struktur lagunya yang agak kalut seolah menangkap esensi pergumulan batin seseorang dengan takdirnya sendiri.


SOLO GITAR MEMBAKAR HATI

Sajama Cut - Adegan Ranjang 1981 ❤ 1982

Single baru band kawakan Jakarta, Sajama Cut terdengar seperti sebuah lagu cinta yang manis tapi juga nakal. Bertajuk “Adegan Ranjang 1981 ❤ 1982” (ya ada emoticon hatinya), beberapa pemilihan kata di liriknya mau tidak mau membuat saya tertawa: “Telan benih raja”, “Benamku di wanitamu” seiring vokalis Marcel Thee bernyanyi untuk istrinya. Tapi apapun opinimu terhadap lirik lagu ini, tak bisa dipungkiri bahwa melodi “Adegan Ranjang 1981 ❤ 1982” cukup mumpuni untuk memaksamu ikut bernyanyi dan ber-air guitar.


SARAP BENER INI OIII

DOM 65 - Saraf

Lewat nomor “Saraf”, band hardcore punk kawakan Yogyakarta, DOM 65 bercerita tentang fenomena sosial depresi yang menimpa banyak warga kota tersebut dan mempertanyakan kurangnya upaya pemerintah untuk memakmurkan warganya. Siapa yang saraf sebenarnya? “Aku sebuah sistem / Aku pencipta / Aku tak mengabdi / Dan Aku menyangkal / Saraf, sakit saraf, saraf, sakit saraf”.

Catchy, upbeat dan sangat mengundang sing-along, “Saraf” merupakan salah satu lagu punk rock bertema kesehatan mental terbaik dari Tanah Air.


POTRET MANIS DARI MOJOKERTO

Masdio - Pribumian

Musisi folk asal Mojokerto, Masdio menyanyikan sebuah ode untuk pedagang kaki lima dan masyarakat kelas bawah. Hanya bermodalkan gitar akustik, vokal, dan rekaman berbagai suara yang biasa ditemukan di jalan, Masdio berhasil menangkap esensi kesederhanaan dan ketangguhan dari orang-orang yang dia nyanyikan, "Lorong yang redup pukul 2 menyapanya / Mendorong pulang gerobak seusai perang / Suara renyah sandal jepit dengan aspal / Menjadi pertanda hari ini tlah usai."


SUPERGRUP HIP HOP INDONESIA LAHIR?

Mario Zwinkle x Tuan Tigabelas x Matter Mos x Sonjah - Champions

Kolaborasi empat sosok berbahaya dari kancah hip hop Indonesia ini meyakinkan pendengar, bahwa mereka "siap pukul jatuh covid dengan musik dope shit." Masing-masing MC punya karakter sound dan delivery yang agak sulit dibayangkan bisa menyatu. Ajaibnya, beat mahagoyang dari Sonjah memuluskan kolaborasi tersebut. Kejutan lain, Matter Mos membawakan lirik berbahasa Indonesia yang komikal, " Pada doyan bullshit kayak pake baju berak//Tiga orang garang di depan//Yang lain balik badan//Kita udah pada nyampe lo baru packing barang." Mario Zwinkle juga makin matang memanfaatkan bahasa Indonesia, mengusung metafora cerdas.

Indonesia sebelumnya sudah memiliki supergrup (yang usianya sudah kepala tiga masih ingat P-Squad?), tentunya menyenangkan bila kolab empat nama ini bisa berlanjut menjadi proyek yang menghasilkan album penuh. We definitely want more dope shits like this!


DOA SENYAWA

Senyawa - Sengkolo

Di single terbarunya, Senyawa melakukan sesuatu yang baru: hanya menggunakan gitar akustik sebagai basis utama track, dan vokal spoken word seperti seseorang sedang membaca sebuah doa.

Terinspirasi oleh hidangan Bubur Sengkolo yang diyakini masyarakat Jawa sebagai penolak bala, “Sengkolo” merupakan sebuah nomor ambient spiritual penuh harapan bahwa segala malapetaka yang sedang menimpa kita saat ini akan segera berlalu. Ada rasa damai yang menghampiri seiring Rully Shabara menutup lagu dengan bait “Tiada salah kami meminta / Baik-baik kami berharap / Bawalah pergi semua duka / Buanglah jauh segala derita, malapetaka."


BALI BERGOYANG

JAGAJAGA - SABLEN666

Setelah Gabber Modus Operandi, JAGAJAGA, seorang produser musik di Bali dan bagian dari kolektif Chaos Non Musica siap membuatmu bangun dari tempat tidur dan bergoyang kejang. Menghadirkan sebuah nomor elektronik gabber super ngebut dengan sisipan sampel musik funkot yang tepat takaran, “SABLEN666” menjadi obat yang pas seiring kita menunggu Covid-19 enyah dari kehidupan dan gig musik bisa kembali menjadi ajang kita menumpahkan keringat.


MERDU KOALISI MELAYU

Romantic Echoes x Noh Salleh x Bilal Indrajaya - Yang Tercinta

Menggaet penyanyi dan penulis lagu asal Malaysia, Noh Salleh serta artis pop Bilal Indrajaya, proyek musik vokalis Pijar, Romantic Echoes merilis single baru “Yang Tercinta”, sebuah tembang pop lintas generasi yang aman untuk didengarkan bersama orang tua. Terinspirasi dari sound 60an seperti The Beatles dan juga Sore, Romantic Echoes memberi kita soundtrack feel-good goyang imut yang cocok dinikmati kapan saja.


*Honorable Mentions:

  • Down for Life - Apokaliptika
  • Feast. - Di Padang Lumpuh
  • Reza Chandika & Rendha Rais feat. Laleilmanino - Sampai Kapan
  • Iksan Skuter - Si Dugul
  • Death Vomit - Where The Devil Blessed