kesehatan

Apakah Aman Pakai Masker Saat Berolahraga?

Lebih baik berhati-hati jika kalian punya masalah jantung dan pernapasan.
18.6.20
orang pakai masker saat berlari

Bulan lalu, lelaki di Wuhan dilaporkan mengalami kolaps paru-paru karena mengenakan masker saat lari. Sebelumnya juga ada berita dua remaja laki-laki di Tiongkok yang meninggal akibat gagal jantung mendadak. Mereka juga pakai masker selama kelas penjas. Beberapa contoh kasus ini mengundang pertanyaan: sebenarnya aman gak, sih, berolahraga sambil mengenakan masker?

“Kebanyakan orang bisa berolahraga dengan masker,” Grayson Wickham, terapis fisik sekaligus spesialis kekuatan dan pengondisian fisik, memberi tahu CNET. “Tapi, kalian harus memperhatikan kondisi tubuh saat berolahraga. Apakah ada gejala-gejala seperti pusing, mati rasa atau kesemutan, dan sesak napas.”

Iklan

Kalian harus berhati-hati memakai masker saat olahraga jika memiliki masalah kardiovaskular atau pernapasan.

Masker dapat membatasi aliran udara ke paru-paru. Napas kita biasanya menjadi lebih cepat selama berolahraga, dan mengenakan masker dapat membuat tekanan lebih besar pada aliran udara. Aktivitas fisik akhirnya terganggu karena kekurangan oksigen.

Karbon dioksida tidak bisa keluar gara-gara terhalang masker, sehingga kita menghirup kembali karbon dioksida yang sudah diembuskan. Hal ini dapat menurunkan fungsi kognitif dan meningkatkan laju pernapasan.

Selain itu, keringat akan menempel dan membasahi masker. Pemakaiannya menjadi tidak nyaman, dan mikroorganisme akan lebih cepat berkembang pada masker basah.

Terlepas dari semua risiko tersebut, mau tak mau kita masih harus memakai masker saat keluar rumah. Bukan hanya karena disuruh pemerintah, tetapi juga tidak mau membuat orang lain risi. “Olahraga lari bagus untuk kesehatan tubuh,” kata Benjamin Cowling, guru besar epidemiologi dan biostatistik di Universitas Hong Kong, kepada New York Times. “Risiko penularannya kecil, baik untuk orang lain jika pelari terinfeksi maupun untuk pelari jika orang yang mereka lewati terinfeksi.” Tapi balik lagi, orang-orang pasti akan merasa sangat tidak nyaman jika mereka melihat ada yang tidak pakai masker di dekat mereka.

Jika memang ingin berolahraga di luar, kalian mungkin bisa mengurangi intensitasnya. “Kurangi intensitas olahraga kalian, dan perhatikan pernapasan dan detak jantungmu,” Dr Sarah Fankhauser, assistant professor jurusan biologi dan pakar penyakit menular dari Universitas Emory, menyarankan kepada majalah Parents. Alih-alih berlari, kalian mungkin bisa menggantinya dengan jalan kaki.

Tenang, dunia belum berakhir. Kalian bisa membayarnya nanti setelah semua ini selesai.

Follow Satviki di Instagram

Artikel ini pertama kali tayang di VICE India