Kiri: Tampak luar restoran ganja, Kanan: Roti pizza ganja
Kolase: VICE / F: Laurel Tuohy 
Kuliner

Mencicipi Lezatnya Hidangan Berbumbu Ganja di Thailand

“Ganja punya banyak manfaat jika dikonsumsi dengan tepat,” ungkap manajer restoran dekat Ibu Kota Bangkok itu.
LT
Bangkok, TH
2.2.21

Dapat dicapai hanya dua jam dari Bangkok, Ban Lao Reung mengusung konsep kedai rumahan bergaya Thailand-Cina di tepi pantai provinsi Prachinburi. Saat melepas sepatu, saya berpapasan dengan sekelompok lansia yang berjalan menuju taman. Mereka tampak sangat rileks.

Tampak luar Ban Lao Reung di Thailand

Suasana Ban Lao Reung yang asri bikin pengunjung makin santai. Semua foto oleh Laurel Tuohy

Sebagai upaya perluasan industri ganja medis, Thailand secara resmi menghapus tanaman ganja — kecuali biji dan bunga berkadar THC tinggi — dari daftar narkotika kategori 5. Itu artinya warga Thailand dapat mengonsumsi kanabis untuk pengobatan. Tapi untuk saat ini, hanya pihak tertentu yang diperbolehkan menanam dan mendistribusikan ganja.

Petugas restoran memamerkan daun ganja.

Petugas restoran mempersiapkan minuman dengan daun ganja.

Restoran ini ingin mematuhi peraturan, sehingga hanya menggunakan daun ganja dengan kadar THC rendah. Inilah yang membedakan Ban Lao Reung dengan restoran lain di seluruh dunia yang cenderung menggunakan ganja berkadar tinggi.

Kalau begitu, apa gunanya memasak ganja jika yang dipakai sedikit sekali? Manajer Amara Akamanon berujar restorannya dibuka untuk mengubah persepsi publik terhadap mariyuana.

“Generasi tua percaya ganja membawa pengaruh buruk karena bisa bikin orang malas-malasan. Andai saja sekarang kita menggunakan ganja secukupnya, masyarakat pasti akan memahami ganja sebenarnya bermanfaat. Tanaman ini bisa meredakan nyeri dan mengendalikan emosi,” tutur Aop Boonomol yang berkunjung hari itu.

Restoran ini bisa beroperasi secara legal karena dikelola oleh Rumah Sakit Chaophraya Abhaibhubejhr, yang menyediakan terapi ganja pertama di Thailand. Rumah sakit tersebut juga terkenal aktif mendorong UU dekriminalisasi ganja. Ban Lao Reung dianggap sebagai “perpanjangan kegiatan amal” rumah sakit, sehingga tidak mengherankan kalau harga makanan dan minumannya relatif murah (harga paling mahal tak sampai 100 baht atau Rp47 ribu). Meski warga belum diizinkan memiliki kebun pribadi, siapa saja yang tertarik menanam dan menjualnya dapat mengajukan izin usaha mulai 29 Januari 2021.

Kari udang merah

Kari udang merah ini mengandung ganja, tapi rasanya tidak kentara.

Akamanon mengatakan kandungan THC pada menu mereka tak sampai satu persen. Pengunjung akan merasa rileks dan bahagia setelah menyantapnya. Dijamin takkan ada yang sampai teler di sana.

Ban Lao Reung menyajikan berbagai macam masakan khas Thailand, seperti krapao, nam prik kapi, kari merah dan hijau, dan mango sticky rice. Pengunjung bahkan bisa memilih ingin pakai ganja atau tidak. Satu hidangan biasanya membutuhkan sekitar lima sampai tujuh lembar daun tanpa kuncup. Ganjanya tak terlalu terasa. Daun ganja segar memiliki rasa atau aroma yang agak mirip dengan kuncup. Rasanya sangat grassy.

Sementara itu, menu khusus ganja berupa Happiness Krapao, tumis ayam daun basil pedas; Giggle Bread, roti panggang topping babi giling dan daun ganja; dan Weed Tempura, daun ganja goreng yang disajikan bersama salad mangga pedas. Menurut menu, Weed Tempura mampu “memberikan sensasi menyenangkan”. 

Weed Tempura

Weed Tempura

Good Mood Pizza adalah hidangan favorit di restoran. “Pizza” ini berbentuk potongan roti dengan topping sayuran, sosis, crab stick, saus dan keju. Rasanya enak, tapi pasti akan lebih enak kalau itu pizza beneran. Akamanon menjelaskan, bahan dasarnya terdiri dari daun ganja kering yang dicampur ke dalam saus dan oregano.

“Pizza” ala Ban Lao Reung.

“Pizza” ala Ban Lao Reung.

Lala Thai Tea begitu diminati para pengunjung. Selain penyajiannya yang menggugah selera, minuman soda ini dihidangkan dengan daun ganja utuh. Dalam satu nampan, tersedia segelas es batu, satu botol air soda dan tiga varian rasa. Kalian bisa menentukan sendiri ingin seberapa manis dan fruity minumannya.

Minuman ini selalu tersedia di restoran, tapi rasa sirup dan buahnya berbeda-beda tergantung persediaan. Pada hari kunjunganku, saya menerima sirup markisa, daun teh, sirup gula kayu manis dan daun ganja cair. 

Satu nampan terdapat gelas es batu dengan daun ganja, tiga gelas sirup kecil dan sebotol air soda

Tentukan sendiri rasa minumanmu.

Bagaimana dengan efeknya? Cukup ringan. Setelah dua jam ngobrol, makan dan foto-foto, saya merasa lemas, mengantuk dan riang gembira.

Sebagaimana diucapkan Akamanon, rumah sakit berharap pengunjung bisa mendapat perspektif baru dan berhenti menganggap ganja “buruk” atau “bikin malas” setelah makan di restoran.

Dia pribadi ingin membagikan pengetahuannya seputar kanabis kepada banyak orang, dari cara memasak sampai manfaatnya bagi kesehatan fisik dan mental.

“Ganja punya banyak manfaat jika dikonsumsi dengan tepat,” ungkapnya.

Siapa saja bisa datang ke restoran ini, tapi kalian harus membuktikan sudah 25 tahun ke atas jika ingin memesan hidangan yang mengandung ganja.