Kuliner Ekstrem

Ingin Terhindar dari Hangover? Cobalah Sup Penis Banteng yang Populer di Bolivia

Plus katanya, sup ini juga bisa jadi obat kuat. Lumayan lah. Datang ke warung pusing gara-gara alkohol, pulangnya bugar dan siap beraksi lagi.
Semua foto oleh penulis.

Tersembunyi di kawasan kelas pekerja Villa Fatima, berdiri sebaris kedai yang menyediakan obat hangover paling kesohor di Bolivia: sup hanhe penis banteng.

Di dalam bangunan restoran La Llajuita, pemilik dan koki utama di sana, Edelmira baru saja selesai menyiapkan semangkuk sop hangat cum pereda hangover ampuh itu.

" Caldo de cardan," dia mengeja nama masakan itu dengan bangga.

Edelmira sudah 20 tahun mengolah penis banteng. Dengan pengalaman sepanjang itu, dia punya keyakinan racikannya adalah sop penis banteng terbaik di Bolivia. "Saya memasak sop penis banteng semalam suntuk. Apinya kecil saja. Prosesnya memang lama sekali."

Iklan

Ironisnya, meski proses pembuatannya makan waktu berjam-jam, kesempatan untuk menikmati santapan yang oleh penduduk setempat sebagai 'Red Bull sejati' pendek sekali.

caldodecardan_bolivia (10)

"Red Bull" satu ini sangat mudah ditemukan di Ibu Kota La Paz.

Penyebabnya mungkin karena kedai-kedai yang menawarkan santapan spesial ini cuma buka di akhir pekan—itu cuma dari pukul 6 pagi hingga siang—saat permintaan sedang tinggi-tingginya.

Tapi, itu bukan masalah sama sekali menurut Edelmira. "Soalnya, kami cukup makan satu mangkuk sup penis banteng ini dalam sehari," katanyanya saat saya menyeruput sop buatannya, mirip seorang ibu yang menyakinkan putranya semua baik-baik saja.

Lalu, saat saya berkeras bertanya seampuh apa sop buatannya menyembuhkan hangover, saya cuma dapat jawaban "iya dong, soalnya penis banteng itu kuat." Intinya, makan penis banteng bakal bikin kamu kuat juga.

Bila koki lain menambahkan gimmick—menyajikan penis banteng utuh plus testikelnya, Edelmira menganggap trick itu menjijikkan.

"Syaraf penis dan kaki banteng—ini adalah bahan utama caldo de cardan yang sedap,"ucapnya dengan kepercayaan tingkat tinggi. "Tapi, beberapa orang menaruh penis itu saja loh. Cuma ya itu, rasanya biasa banget."

Berkat keengganan Edelmira menyajikan penis itu, kamu tak akan sadar sedang menyantap penis. Cardan—ungkapan slang untuk penis banteng lantaran mirip poros mobil—diiris tipis dan direbus hingga rasanya tak terlalu kenyal. Karena dagingnya padat, penis banteng tenggelam ke dalam mangkuk sup, membiarkan bahan-bahan lain menutupinya.

Iklan
caldodecardan_bolivia (5)

Sop ini sekilas kurang menggairahkan, tapi rasanya nampol banget lho.

Terlepas dari segala "keunikannya", sop kondang ini punya segala yang dibutuhkan untuk mengobati basian: iga kambing dengan daging yang melimpah, dada ayam yang juicy, telur rebus, dua macam potongan kentang, sepiring nasi dan rendang sapi ala bolivia yang dominan rasa asinnya.

Semua bahan ini disatukan oleh kaldu keruh mengeluarkan rasa krim dan minyak yang kuat.

"Khasiatnya bukan untuk mengobati hangover doang," kata teman saya dan seorang penikmat sup Marcelo saat kami menyantap sarapan yang agak telat itu. "Sup ini bisa bikin itumu.." jarinya mengarah ke selangkangan. "Kuat!"


Tonton dokumenter VICE yang menjelajahi obat kuat dan masakan tradisional Hakka di sudut Pecinan Jakarta:


Ini bukan berita baru. Waktu saya pertama kali bertanya di mana saya bisa menemukan caldo de cardan yang maknyus, penduduk setempat memandang saya dengan aneh, seakan saya bertanya di mana saya dapat beli Viagra dengan bebas. Selidik punya selidik, sup penis banteng di Boli via dipercaya menyembuhkan dua hal berikut: 1) pusing setelah menenggak terlalu banyak alkohol 2) performa ranjang yang buruk, khususnya bagi pria.

Saya dan Marcelo tertawa dan kembali menyendok sup kami. “Habis makan ini, kamu siap menghadapi harimu," ujarnya sambil melahap sup. "Kamu makan sup ini, pulang, ngesek. Titik. Ini baru yang namanya Happy Meal."

caldodecardan_bolivia (8)

Gelas-gelas ini berisi mocochinchi.

Jujur saja, saya tak merasakan tambahan stamina. Tapi saya kenyang sekali. Bahkan, kalau sup ini dimakan dengan perut yang kerontang, saya tak bisa menandaskan satu mangkuk caldo de cardan. Kaldunya saya habiskan dengan cepat, tapi daging dan kentangnya itu masalah lain. Yang jelas, tiap potongan daging penis banteng sukses saya telan.

Iklan

"Kami orang Bolivia suka makanan berat, apalagi para Choliya," kata Marcelo, Cholita adalah sebutan untuk perempuan setempat yang dikenal suka mengenakan topi bowler kecil dan berpinggang lebar. "Mereka bisa makan delapan kali sehari."

Ketika kamu meninggalkan La Llajuita, setelah membayar $6,50 (setara Rp95 ribu) untuk dua mangkuk besar cardan satu pitcher mocochinchi, Marcelo dan saya mengamati kembali cara restoran itu memasarkan sajian andalannya: sebuah banner di samping pintu masuk restoran yang memaparkan semua bahan yang digunakan Edelmira saat meracik supnya.

Kedai milik Edelmira berada di pojok barisan panjang restoran penyaji obat hangover kepercayaan orang Bolivia.

"Kita baru saja makan caldo de cardan sejati," ujar Macelo. "Kalau kata banner ini sih, caldo de cardan lainnya busuk!"

Mantap!

Artikel ini pertama kali tayang di MUNCHIES.