FYI.

This story is over 5 years old.

The VICE Guide to Right Now

Bom Bunuh Diri Guncang Kampung Melayu, Berikut Info Valid Yang Terkumpul

Lima orang tewas, yakni tiga personel polisi dan dua terduga pelaku. Sementara 9 orang lainnya luka-luka. Pengguna media sosial segera memviralkan tagar #KamiTidakTakut.
Foto oleh TMC Polda Metro Jaya.

Dua ledakan akibat bom terjadi berurutan di kawasan Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur pada Rabu malam, setelah pukul 21.00 WIB. Polri menyatakan insiden ini menyebabkan lima orang tewas, sementara sembilan lainnya luka-luka. Aparat memastikan ledakan ini akibat bom bunuh diri. Dalam perkembangan terbaru, tiga personel polisi dipastikan gugur. Sementara dua orang pria yang diduga pelaku peledakan tewas dalam kondisi tidak utuh. Keterangan itu disampaikan Humas Mabes Polri, Inspektur Jenderal Polisi Setyo Warsisto saat menggelar jumpa pers.

Iklan

"Ada dua ledakan dan (hasil) olah TKP memang ditemukan ada dua pelaku bom bunuh diri," ujarnya. "Tiga polisi gugur."

Wakapolri Komisaris Jenderal Polisi Syafrudin yang meninjau lokasi kejadian, melihat adanya kemungkinan sasaran pelaku sejak awal adalah personel kepolisian. "Seperti situasi global saat ini, serangan itu kepada petugas," ujarnya. Dia tidak merinci jenis bom dan detail-detail lainnya karena polisi masih terus mendalami kasus ini.

Keterangan senada disampaikan Setyo. Dia menyatakan pihaknya mengantisipasi apabila benar serangan ini terkait dua insiden teror sebelumnya di Kota Manchester Inggris dan baku tembak di Kota Marawi, Filipina. Kedua insiden tersebut didalangi oleh Negara Islam Irak dan Syam (ISIS). "[Ledakan Kampung Melayu] ada kaitannya dengan serangan global," ujarnya.

Bom pertama meledak pukul 21.05 WIB, di toilet dekat lokasi parkir sepeda motor Halte Transjakarta Kampung Melayu. Pada saat kejadian, kondisi halte masih penuh sesak dengan penumpang. Kepanikan segera terjadi. Berselang lima menit kemudian, bom kedua meledak di dekat warung makan pinggir jalan yang berada tak jauh dari lokasi ledakan pertama. Dalam ledakan kedua itulah, jatuh korban luka terdiri atas lima personel polisi, satu sopir mikrolet, dan satu mahasiswi. Tiga warga sipil lainnya luka-luka akibat ledakan pertama di toilet terminal.

Berdasarkan keterangan polisi, semua aparat yang menjadi korban ledakan ini adalah anggota Unit 1 Peleton 4 Polda Metro Jaya. Polisi yang meninggal bernama Bripda Taufan Al Agung. Sementara identitas korban polisi lainnya yang sudah terverfikasi adalah Brida Feri dan Bripda Yogi. Sementara korban sipil yang sejauh ini telah teridentifikasi adalah Agung yang berprofesi sebagai sopir, dan Jihan mahasiswi yang sedang berada di TKP. Satu korban tewas lainnya, diduga kuat pelaku bom bunuh diri, ditemukan dalam kondisi tak utuh, dengan organ tubuh terpisah di beberapa lokasi sekitar Halte Transjakarta. Seluruh korban dilarikan ke RS Premier, Jatinegara, untuk perawatan lebih lanjut. Para personel Peleton 4 yang menjadi korban itu berada di lokasi awalnya untuk mengamankan pawai warga menyambut Ramadan.

Iklan

Hingga setengah jam setelah dua kali ledakan itu, ratusan warga memadati lokasi. Polisi bersenapan laras panjang kemudian tiba, meminta warga sipil mundur, dan melakukan sterilisasi area. Petugas Gegana tiba pukul 11.00 WIB menyisir kawasan Kampung Melayu untuk mencari kemungkinan bom lainnya.

Insiden di Kampung Melayu kemungkinan besar adalah rangkaian aksi Negara Islam Irak dan Syam (ISIS). Di media-media propaganda militan, tersebar kabar persiapan menyambut Bulan Ramadan. Insiden bom bunuh diri terkait ISIS sebelumnya terjadi di Kota Manchester, Inggris, di luar Gedung Stadion yang menjadi lokasi konser Ariana Grande. Korban tewas akibat ledakan itu mencapai 22 orang sementara 59 luka-luka. Pelaku bernama Salman Abedi, warga Inggris yang pernah berangkat ke Suriah dua tahun lalu.

Berselang sehari, terjadi baku tembak dan upaya perebutan kota Marawi, Filipina, dilakukan ratusan anggota militan yang berafiliasi dengan ISIS. Militer Filipina dilaporkan berhasil mengusir para militan—gabungan antara faksi Abu Sayyaf dan Maute—yang sempat berusaha menduduki rumah sakit dan mengibarkan bendera Daulah Islamiyah di beberapa bangunan kota di Pulau Mindanao tersebut. Insiden ini menewaskan dua tentara dan satu polisi, serta melukai 12 aparat keamanan Filipina. Belum jelas jumlah korban tewas dari piha militan. Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, segera menetapkan darurat militer di seluruh Mindanao hingga batas waktu tidak ditentukan.

Iklan

Pengguna media sosial di Indonesia segera meramaikan tagar #PrayforJakarta dan #Kamitidaktakut merespons insiden ledakan bom ini. Muncul pula seruan dari berbagai pihak agar masyarakat tidak menyebar ataupun mengunggah foto-foto sadis korban ledakan Kampung Melayu.

Laporan ini mencakup rangkaian peristiwa yang masih berlangsung. Pemutakhiran data sangat mungkin dilakukan sewaktu-waktu.