Musik Pop

Lagu-Lagu Pop Masa Kini Kekurangan Chorus yang Bikin Nagih

Tiga hits pop terbaru, yakni "God Is a Woman" milik Ariane Grande, single baru MØ dan Diplo's "Sun In Our Eyes", serta "Eastside" dari Benny Blanco nanggung banget. Reff-nya sama sekali enggak nendang. Apa masalahnya?
16.7.18
Dari kiri ke kanan: Scott Dudelson/Getty Image/ Jesse Grant/Getty Images for iHeartMedia / Stefanie Keenan/Getty Images for BALMAIN

Lupakan dulu kalau kita enggak disuguhi lagu terbaik musim panas tahun. Kesampingkan juga fakta bahwa selang setahun lalu, kuping kita terus menerus dipaksa mendengarkan lagu yang nyandu abis sampai-sampai orang-orang enggak fasih berbahasa Spanyol memaksakan diri menyanyikan lirik "deja que te diga cosas al oído."

Lupakan juga bahwa, seperti yang ditulis rekan saya Ryan pekan lalu, sebuah single berupa yel-yel sepakbola dengan dua komedian sebagai bintang tamu jadi lagu yang terus menggempur kuping kita. Lupakan itu semua, karena sejatinya pertanyaan yang haursnya kita tanyakan adalah: kok bisa-bisanya bulan Juli ini kita disuguhi tiga single yang menampilkan enam bintang pop bonafid tanpa chorus yang nendang sama sekali?

Single teranyar Ariana Grande, “God is a Woman,” sejatinya dijadwalkan dilepas minggu depan. Namun, rupanya timnya di Republic ingin lagu itu nangkring lebih lama di chart Billboard sebelum album terbaru Ariane Sweetener dilepas bulan depan. Ditulis sacara keroyokan oleh Ariane, Savan Kothecha serta superteam dari Swedia yang mencakup Ilya Salmanzadeh, Max Martin, and Rickard Goransson, lagu ini lebih mirip sesumbar nanggung tentang keahlian bermanufer di atas ranjang daripada sebuah anthem tentang kesetaraan gender—mirip seperti lagu-lagu Christina pada medio awal 2000an.

Liriknya begini: "Baby, lay me down and let's pray / I'm tellin' you the way I like it, how I want it." Kunci penting lagu ini sebenarnya letak di bagian verse saat Ariane melantunkan melodi dua nada. Mendengarkan bakal bikin kita berpikir bahwa chorus yang wah bakal datang setelah itu. Ternyata kita kecele. Bukannya menyanyikan sebuah chorus yang kita tunggu-tunggu.

Ariana malah menyanyikan bagian ini "You, you love it how I move you / You love it how I touch you." Akhrinya, selain gagal jadi lagu tentang pendayagunaan perempuan, “God is a Woman” juga gagal memuaskan pecinta musik yang menunggu chorus di tengan lagu itu.

Adapun Benny Blanco mengajak Khalid, penyanyi R & B yang banyak dibicarakan tahun lalu dan Halsey dalam lagu “Eastside.” Dua bintang tamu ini memang pilihan yang tepat. “Eastside” jadi single yang terdengar lebih menyenangkan. Khalid tak perlu diberi banyak porsi bernanyi untuk meningkatkan sebuah lagu dan Hasley selalu bisa menambahkan keseksian sebuah lagu dengan vokalnya yang serak-serak basah.

Sayangnya, dengan modal seperti ini, ketiga bintang pop ini enggak sekalipun menyanyikan satu bagian bersama-sama. Sama seperti lagu sebelumnya, di “Eastside” juga enggak ada chorus. Menurut saya sih, ini mubazir banget. Makanya, saya berani bilang lagu bakal lewat doang. Musim panas beres, popularitas lagu inipun ikutan kelar.

Lalu, ada lagu garapan MØ and Diplo, dua orang yang seharusnya dikaruniai talenta bikin chorus yang megah dan mau enggak mau bikin kita nyanyi bareng—sebenci apapun kita pada lagunya. Terakhir kali, mereka kerja bareng pada 2017, keduanya bisa menulis klimaks intrumental yang bikin keduanya saling tersenyum bak maniak lalu menari sepuasnya. "Sun In Our Eyes," yang diambil dari album MØ Forever Neverland, adalah lagu pop yang baik—meski saya lebih suka single-single MØ yang aneh daripada yang siap diputar di radio—plus setelah diputar berkali-kali melodinya mulai nempel di kuping.

Sayangnya ada yang kurang—sesuatu yang biasanya bisa dibikin oleh keduanya tanpa mengeluarkan banyak keringat. Setelah bagian “la la la” di bridge, kita seharusnya disuguhi chorus/drop bombastis yang bikin kita ketagiah. Alhasil, kita cuma dapat lagu pop serba nanggung.

Tapi, kita kan ngomongin lagu-lagu pop yang biasa bercokol di tangga lagu Billboard. Artinya minggu depan, kita pasti disuguhi lagu-lagu baru yang sama manisnya dan, mungkin, punya chorus yang memuaskan telinga. Makanya, daripada keki atau bete, saya bakal santai dulu deh sambil nunggu single Carly Rae Japsen nongol.


Kalau kalian merasa punya chorus maut buat lagu pop, colek Alex Robert Ross di Twitter.

Artikel ini pertama kali tayang di Noisey.