10 Pertanyaan yang Ingin Kalian Ajukan Pada Hooligan Sepakbola
Semua foto oleh Hakki Topcu
10 Pertayaan Penting

10 Pertanyaan yang Ingin Kalian Ajukan Pada Hooligan Sepakbola

Di tengah euforia Piala Dunia 2018, VICE ngobrol bareng hooligan yang untungnya tak banyak bertingkah di Rusia. Kami ingin tahu kenapa mereka doyan banget berantem.
6.7.18

Banyak orang khawatir, mengingat Rusia punya reputasi buruk soal hooligan, gelaran Piala Dunia 2018 akan berubah jadi penuh kekerasan. Dugaan itu hingga menjelang babak perempat final tak terbukti. Namun para suporter garis keras dari masing-masing negara peserta sebetulnya membanjiri Rusia. Mereka hanya saling menjaga diri dan waspada saja, tak ada yang berniat memulai provokasi.

VICE bertemu Dennis*, seorang hooligan asal Jerman yang sehari-hari mendukung klub Dynamo Dresden. Klub favoritnya saat ini berlaga di kasta kedua liga Jerman. Dia menuding ketakutan masyarakat awam terhadap hooligan dipengaruhi pemberitaan media yang berlebihan. "Hooligan sejati tidak pernah merasa keren ketika melukai orang lain," kata Dennis. "Biasanya sih kami berkelahi karena digebuk duluan."

Dennis datang dari keluarga hooligan. Ayahnya juga suporter fanatik yang bangga melihat anaknya menjadi ultras Dynamo Dresden. Kendati begitu, sampai sekarang Dennis masih merahasiakan kegiatannya sebagai hooligan tiap akhir pekan dari sang ibu. Dia khawatir ibunya bakal jantungan kalau tahu Dennis pernah beberapa kali saling jotos melawan suporter lain di hutan pinggiran kota.

Berdasarkan data Kepolisian Jerman, ada sekira 3.643 suporter sepakbola yang dikategorikan "rutin terlibat kekerasan." Artinya, nama-nama itu pernah ditangkap atau bahkan masuk penjara gara-gara sepakbola. Data tersebut belum mencakup ribuan lainnya yang dikategorikan sebagai "rentan terlibat kekerasan" alias mereka yang sudah bergabung dengan kelompok ultras. Kepada VICE, Dennis bersedia menjelaskan lika-liku kehidupan sebagai hooligan, setidaknya di Jerman. Dia menceritakan alasannya terobsesi mendukung klub favoritnya, kenapa rela adu jotos melawan suporter lain, dan bahaya serta cedera apa saja yang pernah dia alami demi memuaskan hasratnya pada sepakbola. Berikut cuplikan obrolan kami.

Iklan

VICE: Apakah kamu datang ke stadion sejak awal niatnya berkelahi?
Dennis: Enggak lah. Saya datang ke stadion demi mendukung Dynamo Dresden. Itu yang utama. Perkelahian zaman sekarang jarang sekali pecah di stadion. Sudah 20 tahun bahkan kayaknya, sejak terakhir kali ada baku hantam antar suporter ketika pertandingan sedang berlangsung. Dulu hooligan Jerman bisa nekat karena pemilik klub juga mendukung kekerasan kayak gitu. Kami didorong menjadi suporter seagresif mungkin. Pemilik klub dulu sering membagi-bagikan bir gratis pas turun minum. Sekarang enggak bisa lagi. Semua klub patuh sama aturan penjualan alkohol. Polisi juga sering menyisir bangku untuk menggerebek mereka yang melanggar aturan.

Hooligan zaman sekarang berantemnya selalu di luar stadion. Biasanya di lapangan parkir atau hutan pinggiran kota. Berantemnya juga cepet banget kok. Kayak tawuran pelajar aja, cuma sekian menit. Hooligan dari Eropa Timur, lawan berat suporter garis keras Jerman, untungnya enggak cuma terkonsentrasi di sepakbola. Jadi skala kekerasannya bisa teredam. Ada hooligan untuk klub hoki es, basket, bahkan polo air.


Tonton dokumenter VICE menyorot derby sepakbola paling brutal di muka bumi:


Kamu pernah melukai lawanmu separah apa?
Aduh aku udah enggak ingat. Kalau berantem gitu mana sempat kita peduli sama lawan. Aku juga enggak tanya kabar, "eh elo kemarin gimana, luka apa aja?'. Mana pernah. Berantem ya berantem aja lah. Paling aku pernah dengar kalau lawan berantem ada yang rahangnya patah. Tapi belum tentu itu cedera paling parah yang kuberikan pada lawan berkelahi. Kalau ada yang jatuh tersungkur karena pukulan atau tendanganku, sudah, aku berhenti. Begitu pula sebaliknya. Kami memang hooligan yang sering berkelahi, tapi kami taat sama aturan main.

"Kalau berantem aku selalu berusaha melindungi zakarku. Yakali diniati berantem sampai kita mandul," kata Dennis.

Apakah hooligan bakal makin beringas kalau sudah sering berkelahi?
Lihat-lihat dulu kondisinya lah. Enggak gitu juga. Pertanyaanmu goblok banget sih. Ngajak berantem nih?

Bukan begitu bos. Tapi kan kamu dan teman-temanmu dianggap polisi membahayakan keamanan?
Ya kalau itu mungkin aja. Begini lho. Aku tuh berusaha hidup secara seimbang. Aku memang pol-polan kalau sudah urusan membela klub. Tapi aku juga enggak keliling kota nyari perkara atau sembarangan ngajak siapapun berantem. Lain perkara kalau ada yang emang cari gara-gara, mengejek klub favoritku, nah ya udah, salah mereka sendiri tuh kalau sampai kena bogem mentah.

Kenapa kamu enggak nyoba nyari hobi lain saja. Kenapa harus berantem demi sepakbola?
Orang kan beda-beda minatnya bos. Ada orang yang hobinya berburu badak di Afrika. Nah aku sih sukanya menggebuk kepala orang lain pakai botol. Selain itu, aku punya hobi selain berantem lho. Misalnya makan masakan Italia kalau pas senggang.

"Hobiku yang lain adalah memelihara anjing buat diadu."

Apakah kamu dan teman-teman hooligan Herman lain mendukung ideologi sayap kanan kayak Nazisme atau nasionalis ekstrem antiimigran?
Aku sendiri tidak menganggap diriku sayap kanan. Tapi harus diakui separuh kawan-kawanku yang suporter fanatik punya ideologi kayak gitu. Kalau kamu nongkrong bareng kami di stadion, kamu bakal sering mendengar guyonan soal orang Yahudi, muslim, dan Angela Merkel. Aku juga enggak kenal hooligan sayap kiri di tempat tinggalku sekarang.

Adakah hooligan perempuan yang ikutan berkelahi setahumu?
Ada dong. Tapi memang enggak banyak.

Kalau emang diniati berkelahi, apakah kamu minum obat kuat dulu?
Enggak. Aku enggak suka doping atau obat kuat. Mending aku ngisep kokain.

Iklan

*Nama telah diubah untuk melindungi privasi narasumber

Artikel ini pertama kali tayang di VICE Germany.


10 Pertanyaan Penting adalah kolom VICE Indonesia untuk mengajak pembaca mendalami wawancara bersama sosok yang jarang disorot, padahal sepak terjangnya bikin penasaran. Baca juga wawancara dalam format serupa dengan topik dan narasumber berbeda di tautan berikut:

10 Pertanyaan yang Selalu Ingin Kamu Sampaikan Pada Polisi Pembakar Narkoba

10 Pertanyaan Ingin Kalian Ajukan Pada Pengacara Teroris

10 Pertanyaan Penting Untuk Pengusaha Judi Online Tanah Air