media sosial

Hotman Paris Sang Selebgram, Pembela Perempuan dari Pernikahan Tak Adil?

Postingan pengacara kondang itu di Instagram kerap memberi nasehat hukum seputar pernikahan. Namun, kalau ditelusuri lagi, banyak kontradiksi pandangan Hotman terhadap perempuan.
Foto ilustrasi Instagram via; Foto Hotman Paris oleh Dadang Tri/Reuters.

Hotman Paris Hutapea dan gelimang harta sudah seperti sinonim. Susah membayangkan sosok pengacara kondang itu tanpa setelan jas berwarna mencolok dan cincin berlian seharga Rp8 miliar yang menghiasi jari manis dan kelingkingnya. Jika dihitung saya butuh 133 tahun buat membeli cincin berlian tersebut dengan uang jajan sekarang. Itu pun jika enggak ada inflasi.

Oke, enggak usah terlalu banyak membahas harta dan kemewahan yang dimiliki Hotman. Pengacara tajir melintir berkat rutin menangani sengketa arbitrase internasional itu, seperti kebanyakan selebritas lainnya, punya akun Instagram resmi sejak Oktober 2017. Baru beberapa hari mengoperasikan akunnya, Hotman langsung mengeluarkan somasi untuk para pembuat akun instagram palsu yang mengatasnamakan dirinya.

Iklan

Saking seriusnya, Hotman kerap mengunggah video mengomentari persoalan hukum terhangat. “Biasa klien bayar aku ratusan juta rupiah untuk nasehat hukum! Bahkan miliaran! Sekarang gratis via IG suara hukum Hotman Paris!” tulis Hotman di salah satu videonya.

Saat masyarakat kelas bawah buta atas hukum, Hotman datang memberi tips-tips hukum. Beragam isu dikupas, dari apakah perempuan berpacaran dengan lelaki beristri itu melanggar hukum, hingga mengapa laki-laki berduit konon suka berselingkuh.

Konsep video-video-nya memang acak banget. Kadang Hotman ‘syuting’ di ruang kerjanya. Kadang di warung kopi langganannya. Kadang kala saat dirinya santai di kolam renang. Gaya bicaranya to the point, dengan tata bahasa yang kadang enggak beraturan dan sedikit terbata-bata. Belum diketahui tujuan pasti Hotman mengunggah video-video tersebut, VICE Indonesia mencoba menghubungi nomor ponselnya tapi tidak ada respon.

Baru-baru ini di salah satu videonya Hotman memuji sikap tegas Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pudjiastuti yang tak bakal mundur dalam upaya menenggelamkan kapal-kapal asing yang nekat beroperasi di wilayah perairan Indonesia.

“Suara hukum Hotman Paris. Apa bedanya menteri kelautan Susi dengan para profesor doktor hukum pidana yang jumlahnya ratusan?” ujar Hotman sambil leyeh-leyeh di belakang mobil Lamborghini oranye favoritnya. “Bu Susi hanya pengusaha ikan berbeda dengan para profesor hukum yang gelarnya ada sampai 30. Tapi cuma Bu Susi yang berani mempertahankan kebijakannya dengan alasan hukum yang sangat logis.”

Iklan

Apakah lewat akun Instagram ini Hotman Paris tengah berusaha memperkuat branding dan citra dirinya menjangkau anak-anak muda?

Pakar komunikasi dari Universitas Atma Jaya, Andina Dwifatma, mengatakan video tersebut lebih tepat ditafsirkan sebagai ekspresi spontan Hotman, dibandingkan murni memberi ceramah soal hukum. Hal tersebut lumrah menurut Andina, ketika masyarakat telah memiliki outlet untuk berekspresi.

“Kalau dilihat sebenarnya video-videonya enggak berkonsep,” ujar Andina kepada VICE Indonesia. “Enggak seperti tutorial di YouTube misalnya. Enggak ada persiapan gitu. Kamera goyang, cuma ngomong doang.”

Andina mengatakan bahwa video-video yang ditampilkan Hotman adalah cara dia berkomentar terhadap isu-isu yang lagi hangat, terutama perselingkuhan.

“Videonya lebih banyak menunjukkan dirinya sendiri, daripada mengedepankan aspek hukum,” ujar Andina. “Kayak orang lagi seneng-senengnya dan heboh dapet mainan baru.”

Terlepas dari persoalan citra diri, tampaknya Hotman memang cukup serius dalam membangun identitasnya di dunia maya. Saking seriusnya, dalam sehari Hotman bisa mengunggah hingga sembilan postingan. Isi postingan memang enggak melulu soal kemewahan. Ada beberapa yang mempromosikan talkshow yang dipandunya. Ada pula yang mempromosikan bisnis villanya di Bali. Tapi yang paling ditunggu mungkin adalah ‘kuliah’ hukum satu menitnya.

Puncaknya adalah ketika Hotman dituduh ‘mendalangi’ gugatan perceraian Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama dan Veronica Tan awal tahun ini. Gara-garanya sepele, Hotman mengunggah sebuah video yang menyuruh para istri untuk menandatangani perjanjian pisah harta jika sang suami terancam pailit. Sontak para netizen segera menganut asas cocoklogi dengan menghubung-hubungkan video tersebut dengan kasus Ahok. Pasalnya, Ahok disebut-sebut terseret di kasus korupsi rumah sakit Sumber Waras yang lagi panas dibahas.

Iklan

Hotman menampik jika videonya tersebut ditujukan untuk satu individu. Ia menganggap ‘kuliah’nya di Instagram terbuka untuk publik karena ia ingin mengedukasi dan memberdayakan para perempuan (baca: istri) untuk lebih peka terhadap hukum.

Hotman begitu concern terhadap hukum pernikahan dan perceraian berbarengan dengan maraknya istilah ‘pelakor’ akhir-akhir ini. Pada salah satu video unggahannya, Hotman mengimbau pada para istri agar “jangan gugat cerai kalau harta belum cukup” lantaran menurutnya, perempuan berada di posisi lebih rendah di mata hukum dalam soal harta gono-gini, yang menurut Hotman lagi, membutuhkan waktu setidaknya dua tahun sejak gugatan cerai diputus. Gara-gara proses hukum untuk memutuskan harta gono-gini memakan waktu, Hotman khawatir sesudah perceraian perempuan bisa jatuh miskin lantaran tak ada lagi sosok penyangga urusan materi.

Hotman memosisikan dirinya seolah adalah pembela kaum perempuan di mata hukum. Ia menunjukkan dirinya sebagai pelindung perempuan yang siap mendampingi di meja hijau. Dalam sebuah kasus penganiayaan di Surabaya yang melibatkan pasangan suami istri. Hotman dengan berapi-berapi membela si istri yang dianiaya.

Sayangnya, Hotman justru menunjukkan kontradiksi dalam tindak-tanduknya di dunia maya. Dalam salah satu video unggahannya berdurasi 47 detik, Hotman mengobjektifikasi perempuan sebagai ‘ranjang yang menua.’

Ia mengatakan, “pada saat laki-laki pada umumnya umur 50 makin kaya, makin banyak duit, istrinya makin menua, bahkan banyak yang sudah jadi gendut sehingga sudah tidak bergairah di ranjang. Kenyataan sekarang ini, 8 dari 10 laki-laki berduit punya si sayang di luar. Apakah itu salah? Apakah memang mempunyai istri lebih dari satu adalah solusi terbaik? Atau seperti sekarang ini, punya pacar di mana-mana. Berdoalah kepada istri, agar dua dari laki-laki tersebut adalah suamimu yang masih bertahan di ranjangmu. Selamat untuk para istri.”

Iklan

Ia seolah-olah mengatakan bahwa mentalitas pria hanyalah sebatas selangkangan sampai ajal menjemput. Padahal, toh, tentu saja angka ‘8 dari 10 laki-laki berduit’ yang punya selingkuhan di luar sangat bisa dipertanyakan.

Agaknya masih sulit untuk melihat arah dan tujuan Hotman. Terkadang persoalan perceraian adalah hal teramat sensitif yang bisa melewati hal-hal duniawi seperti harta. Terlebih lagi, tidak semua perempuan hanya melulu soal harta. Yhaaa, memang kalau sudah menyangkut perselingkuhan, harta pun kadang serasa tai kucing. Ini soal hati bung dan nona. Peduli setan dengan duit.

Memang enggak semua postingan Hotman melulu soal gono-gini dan cerai. Ada juga tips buat para milenial yang lagi mabuk asmara. Contohnya, jika digerebek lagi asyik masyuk di kos atau hotel kelas melati bareng pasangan, dia menjamin Satpol PP atau massa tidak berhak memproses, menangkap, apalagi mengarak.

Pada akhirnya, terlepas dari semua kontroversi menyelubunginya, Hotman adalah sosok disegani, tak cuma di dunia nyata tapi juga dunia maya. Dia sukses melakoni transisi menjadi bintang Instagram setelah pamor program gosip di TV meredup. Artinya, suka tidak suka, sosok Hotman Paris Hutapea masih akan menghiasi budaya pop di Tanah Air dalam waktu lama.

Atau seperti disampaikan selebtwit Victor Kamang: