The VICE Guide to Right Now

Ratusan Ibu Hamil Ikut 'Pariwisata Melahirkan', Agar Anaknya Jadi WN Amerika Serikat

Seorang perempuan asal Tiongkok dituding memfasilitasi perjalanan ibu-ibu hamil di negaranya yang pengin anaknya jadi warga AS itu.
AN
Diterjemahkan oleh Annisa Nurul Aziza
Ratusan Ibu Hamil Ikut 'Pariwisata Melahirkan', Agar Anaknya Jadi WN Amerika Serikat
Foto ilustrasi dari pengguna Unsplash Charles Eugene.

Namanya ibu, pasti akan melakukan segalanya demi kebaikan sang anak. Salah satunya mungkin memberikan kewarganegaraan yang dapat menjamin kehidupan buah hati. Negara-negara seperti Kanada dan Amerika Serikat biasanya akan memberikan kewarganegaraan bagi anak-anak yang lahir di sana. Dan sepertinya, itulah alasan mengapa semakin banyak perempuan Tionghoa daratan mengunjungi negara adidaya cuma buat lahiran.

Iklan

Pada 18 September, perempuan Tionghoa di California tertangkap basah membantu 500 ibu hamil—sebagian besar dari Tiongkok—untuk melakukan persalinan di Amerika.

Dongyuan Li, 41, memasang tarif $40.000-80.000 (setara Rp565 juta hingga 1,1 miliar) untuk jasanya. Dia diduga membantu para perempuan ini pergi ke Amerika dan tinggal di sana sampai anaknya lahir. Li menjalankan perusahaan bernama You Win USA Vacations Services Corp. Dilansir BBC, situs web You Win memastikan kewarganegaraan Amerika “sangat menguntungkan” karena dapat menjamin masa depan cemerlang, seperti “bekerja di pemerintahan AS.”

Selain memberikan hak kewarganegaraan tanpa syarat, pemerintah AS juga mengizinkan kewarganegaraan ganda.

Menurut siaran pers dari Kantor Kejaksaan AS di Santa Ana, California, Li tinggal di Irvine. Dia kabarnya menjadikan 20 apartemen di sana, pada 2013-2015, sebagai tempat tinggal kliennya sampai mereka melahirkan. Dalam dua tahun, dia berhasil mendulang $3 juta (Rp42 miliar) lewat transfer rekening internasional dari Tiongkok.

“Berdasarkan plea agreement Li, beberapa klien YouWin diberikan kiat-kiat membuat pernyataan palsu untuk aplikasi visa dan pejabat imigrasi AS,” bunyi siaran pers.

Li mengajarkan ibu-ibu hamil supaya lolos tes wawancara di konsulat AS di Tiongkok, terutama dengan alasan mereka hanya tinggal dua minggu di sana. Para jaksa menyatakan “mereka sebenarnya berencana tinggal sampai tiga bulan sambil menunggu persalinan.”

Iklan

The South China Morning Post melaporkan klien Li memesan dua tiket, Tiongkok-Hawaii dengan tujuan Trump International Hotel di Honolulu dan Hawaii-Los Angeles.

Tersangka mengaku bersalah atas dua tuduhan kriminal federal, yaitu melakukan penipuan imigrasi dan penipuan visa.

Li akan menghadapi hukuman maksimum 15 tahun penjara di penjara federal. Hukumannya dijadwalkan pada Desember. Sesuai dengan plea agreement-nya, Li mengalami kerugian $850.000 (Rp12 miliar), rumah senilai $500.000 (Rp7 miliar) lebih, dan kendaraan bermerek Mercedes-Benz.

Dikenal sebagai “birth tourism” atau “pariwisata melahirkan”, perusahaan semacam ini telah beroperasi selama beberapa tahun. Seperti namanya, klien perusahaan akan bepergian ke suatu negara cuma untuk melahirkan dan mendapatkan kewarganegaraan buat anaknya. Amerika Serikat dan Kanada menjadi tempat favorit dikarenakan peluang kerja dan kualitas hidup lebih baik.

Praktik ini sangat ngetren, sampai-sampai diangkat sebagai masalah utama menjelang pemilihan Kanada pada Oktober. Partai konservatif berjanji mengakhirinya karena merusak kewarganegaraan Kanada.

Presiden AS Donald Trump dan pemerintahannya menyarankan gagasan mencabut hak kewarganegaraan.

“Kami tidak mau menyepelekan masalah hak pemberian kewarganegaraan ini. Mereka lahiran di negara kami, melewati perbatasan, dan bayinya jadi penduduk AS,” kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih pada Agustus. “Konyol banget.”

Akan tetapi, sejumlah pihak mengkritik ucapan Trump sebagai bagian dari retorika anti-imigrannya.

Follow Meera di Twitter dan Instagram.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE ASIA.