Perilaku Seks Menyimpang

Aku Ngobrol Bareng Para Adik-Kakak yang Pacaran, Demi Memahami Alasan Mereka Inses

Penulis Chloe Combi mewawancarai pelaku hubungan sedarah berbagai negara. Dia menemukan fakta mengejutkan soal alasan inses terjadi.
26 November 2019, 3:30am
Alasan inses hubungan sedarah terjadi di berbagai negara
Ilustrasi hubungan sedarah oleh Lily Lambie-Kiernan/VICE 

Pada 2015, aku menerbitkan buku berjudul Generation Z: Their Voices, Their Lives.

Aku menerima banyak sekali pandangan menarik soal rasisme, seks, kejahatan, gender dan seksualitas, kematian, disabilitas dan ketidaksetaraan dari ribuan anak Gen Z yang aku wawancarai. Banyak yang tidak dimasukkan karena kekurangan memori, pengulangan atau untuk alasan hukum. Sementara itu, ada satu yang sengaja tidak lolos masuk buku karena alasan lain.

Aku bertemu Grace saat masih tahap riset. Dia kepingin menceritakan perjuangannya sembuh dari masalah kesehatan mental dan gangguan makan, orang tuanya yang tak bertanggung jawab, serta pengasuhnya yang tidak becus kerja. Akibatnya, dia sampai tiga kali dilarikan ke rumah sakit karena menderita gangguan kecemasan akut, OCD, anoreksia, bulimia dan makan berlebihan. Grace tak jarang melakukan percobaan bunuh diri. Dia juga mengalami kecenderungan minum alkohol, mengonsumsi narkoba dan berhubungan seks setiap kali ditawarkan.

Kehidupannya membaik setelah berpacaran dengan Adam. Menurutnya, si doi bikin dia “berubah secara positif”. Grace tampak sangat mencintai cowoknya, dan aku senang saja mendengarnya. Aku baru mengetahui yang sesungguhnya beberapa bulan kemudian.

Ketika aku mewawancarainya, Grace mengaku kalau Adam adalah kakak kandungnya.

Mewawancarai anak muda dari berbagai kalangan selama empat tahun melatih ekspresi wajah datarku. Namun, aku masih sering kesulitan menahan diri untuk tidak bertanya setiap kali mereka mengungkapkan sesuatu yang tabu di telingaku. Mereka tidur bareng? Ya, selalu. Orang tuanya tahu? Grace tak tahu ke mana orang tuanya dan berharap mereka sudah mati. Siapa lagi yang tahu selain Grace dan Andrew? Tak ada satupun orang yang tahu. Apakah dia yakin punya masa depan yang serius dengan pasangannya? Tentu saja.

Grace akhirnya menceritakan bagaimana mereka bisa pacaran. Dia orang yang sangat rapuh dan kisah mereka begitu kontroversial, sehingga aku khawatir pers akan mengulik keberadaan Grace dan Adam. Itulah sebabnya aku dan editor memutuskan untuk tidak menceritakan hubungan mereka di dalam buku. Mereka berdua masih berpacaran, dan Grace telah mengizinkanku untuk menceritakan kisah mereka di sini.

Pertemuanku dengan Grace dan Adam memicu ketertarikan akan prevalensi dan dinamika hubungan semacam ini. Aku selalu berasumsi hubungan inses bukan hal yang lazim. Namun, kenyataannya banyak negara yang memaklumi hubungan inses dalam saudara kandung walau sebagian besar negara menganggap hubungan sedarah ilegal.

incest map europe

Peta ini menggambarkan status hukum hubungan sedarah saudara kandung di berbagai negara Eropa.

Perlu diketahui bahwa fenomena yang jarang dibicarakan ini sebenarnya umum terjadi, dan alasannya sering kali sesederhana adanya ketertarikan, saling cinta, membutuhkan orang lain atau kesepian. Hubungan sedarah lantas menimbulkan sejumlah pertanyaan etis seputar persetujuan, menjadi korban, legalitas dan moralitas.

Sementara itu, muncul juga pertanyaan-pertanyaan besar seperti: apakah hubungan seks dan emosional dengan saudara kandung atau dekat didasarkan persetujuan kedua belah pihak dan merupakan hubungan sehat?

Menurut Anna (23), hal itu sangat mungkin terjadi. Dia melihat saudara kembarnya, Stephen, “sebagai pacar” selama masa remaja dan kuliah. Mereka “mulai saling menyukai satu sama lain” ketika memasuki masa-masa remaja. Saking intens hubungannya—baik secara seksual maupun emosional—mereka sampai tak mudah menemukan orang baru yang dapat menggantikan posisi satu sama lain.


Tonton dokumenter VICE soal klub pertarungan bawah tanah khusus feminis:


Hubungan non-platonis mereka akhirnya kandas setelah Anna bertemu lelaki pada tahun ketiganya berkuliah. Baik pacar Anna maupun Stephen tak ada yang mengetahui soal masa lalu anak kembar ini. Meskipun demikian, Anna melihat hubungan mereka sebagai salah satu hal terbaik yang pernah terjadi dalam hidupnya. Selain itu, berpacaran dengan saudara laki-laki sangat penting bagi perkembangan emosional dan seksual keduanya.

Daryl*, 24, tak sepakat sama pendapat Anna. Menurutnya, kita tak mungkin memiliki hubungan sedarah yang sehat. Hubungan romantis Daryl dengan saudara tirinya, Jessica, berakhir kacau. Orang tua mereka mendapati keduanya dalam "situasi yang cukup dramatis."

Pakar hubungan berada dalam posisi sulit saat diajak berbicara soal hubungan inses di luar ranah kekerasan. Mereka khawatir dianggap melegitimasi dan merugikan korban inses non-konsensual. Namun, ada semacam kesepakatan umum bahwa hubungan keluarga yang retak atau kurangnya kedekatan dengan anggota keluarga menjadi salah satu faktor pendorong hubungan sedarah konsensual.

Apabila tidak tumbuh besar bareng—seperti halnya dengan Grace dan Adam—kamu tidak memiliki gross-factor dan keakraban langsung yang dikembangkan saudara kandung yang hidup seatap sejak lahir. Terlepas dari hiper-konektivitas kita, orang-orang jauh lebih terisolasi. Di luar hubungan pertemanan dan percintaan, kita cenderung suka ngumpul bareng anggota keluarga—terutama kalau usianya tak beda jauh. Walaupun tergolong jarang, bukan berarti kita tidak bisa memiliki ketertarikan dengan saudara sendiri. Saudara kembar Anna dan Stephen membuktikan hal itu bisa terjadi.

Tak ada data statistik yang akurat menggambarkan jumlah “hubungan sedarah konsensual”. Sebagian besar pakar menyebut hubungan ini penuh paksaan dan berkaitan dengan pemerkosaan, khususnya pada hubungan inses anak dan orang tua. Data Internet tentu berkata lain.

Ada banyak sekali komunitas “pro-inses” yang besar dan aktif di seluruh dunia. Mereka saling berbagi pengalaman soal hubungan sedarah, mulai dari rasa malu, bangga hingga gairah seksual terang-terangan. Anggota komunitas saling membantu, membicarakan isu legal, dan mengampanyekan pelegalan hubungan inses.

Lebih membingungkannya lagi, ada banyak pandangan tentang hubungan inses tergantung siapa saja yang terlibat. Risetku berfokus pada anak muda (Gen Z dan milenial) dan dinamika saudara kandung/saudara tiri karena masih sangat abu-abu.

Hubungan inses anak dan orang tua dilihat sebagai bentuk kekerasan, karena adanya dinamika kekuasaan yang tidak setara. Sementara itu, hubungan sedarah antara kakak dan adik diperbolehkan secara etis dan moral di beberapa tempat. Contohnya, dalam menimbang hubungan inses saudara beda bapak atau ibu yang telah menghasilkan empat anak, Dewan Etika Jerman menyimpulkan pada 2014 bahwa “hak saudara kandung dewasa untuk menentukan hubungan seksual sedarah konsensual lebih berat dalam kasus ini daripada kebaikan abstrak keluarga”.

Sementara belum ada data hubungan sedarah “konsensual” secara global, statistik hubungan inses cukup mengejutkan. Pada 1990-an, diperkirakan ada 100.000 hingga 1 juta kasus hubungan sedarah di AS setiap tahunnya. Skala globalnya bervariasi tergantung pada angka yang dilihat — sebagian besar karena sifat fenomena yang begitu pribadi mengaburkan ketepatan — tetapi diperkirakan hubungan inses terjadi antara 2 persen sampai 10-20 persen populasi. Di Brasil, prevalensi perkiraan inses sangat beragam, dari 0,05 persen hingga 21 persen.

cersei jaime lannister

Tokok kakak-beradik Cersei dan Jaime Lannister dalam ‘Game of Thrones’ adalah simbol inses. Foto dari arsip HBO.

Terlepas dari keberagaman sikapnya, masyarakat pada umumnya cenderung melihat hubungan inses sebagai sesuatu yang menjijikkan. Akan tetapi, budaya populer yang disukai banyak orang sering menggambarkan hubungan sedarah. Hubungan romantis antara Jaime dan Cersei Lannister di Game of Thrones sangat disukai penonton.

Begitu juga dengan hubungan percintaan Daenerys Targaryen dan Jon Snow, di dua musim terakhir GoT. Walaupun penggemar membenci jalan ceritanya, mereka sangat tergila-gila dengan hubungan bibi dan keponakan itu.

Alasan buku Flowers in the Attic sangat kontroversial yaitu karena mengisahkan tentang hubungan sedarah antara Chis dan Catherine. Film-film seperti Star Wars, Cruel Intentions, Dexter dan Arrested Development semuanya memasukkan unsur hubungan inses ke dalam ceritanya.

Hubungan inses bahkan menjadi genre favorit dalam pornografi. Walaupun industri film dewasa berhasil meloloskan konten berbau ilegal seperti hubungan seks sedarah dengan judul “Fucking my Step-brother” dan “Punishing my Naughty Stepdaughter”, penonton cenderung menontonnya karena alasan tabu dan terlarang. Pornografi tentu tidak mencerminkan hubungan di dunia nyata, tetapi kontennya menggambarkan fantasi dan gairah seksual manusia. Seandainya Freud masih hidup, dia bakal disibukkan dengan video-video hubungan seks inses di situs porno.

Tak dapat dipungkiri hubungan sedarah, bahkan yang konsensual sekalipun, bisa memiliki konsekuensi yang mengerikan dan merusak hidup. Itu mengapa hubungan inses tampaknya takkan pernah dianggap “normal” atau disetujui masyarakat.

Omongan orang hanya menambah beban Grace dan lainnya. Hinaan berperilaku menyimpang tak dapat mengubah perasaan Grace terhadap saudara laki-laki/pacarnya. Grace dan Adam menghindari dunia luar karena takut ada yang mengetahui hubungan mereka. Selalu ada harga yang harus dibayar jika mereka berani melawan apa yang dinilai tabu oleh orang lain.

Seorang guru besar psikologi di Oxford, yang meminta dirahasiakan namanya, berpendapat "penilaian jijik yang tertanam dalam pikiran kita soal hubungan seksual aneh dan menyimpang—seperti inses—menghalangi kita untuk melihatnya secara obyektif. Bukannya berusaha menerima dan memahaminya, yang kita lakukan malah menganggap mereka aneh dan mengusirnya seolah-olah kita masih di Abad Kegelapan. Banyak yang berhubungan seks dengan saudara sedarah, dan terkadang jauh lebih bernuansa daripada sesuatu yang kita anggap normal."

*Nama-nama narasumber telah diubah untuk melindungi privasi mereka

@WriteClubUK / lilylambiekiernan.com

Artikel ini pertama kali tayang di VICE UK.