Woodstock

Woodstock ‘99 Adalah Simbol Kacrutnya Musik Akhir Dekade 90-an

Kami mengulas Ulang Beberapa Penampilan Line Up Woodstock 1999.
Emma Garland
London, GB
6.9.17

Artikel ini pertama kali tayang di Noisey 'Woodstock' punya konotasi yang begitu kuat. Ia membekas dalam kesadaran budaya umat manusia. Woodstock adalah sebuah ideologi alih-alih sebuah gig raksasa belaka. Kali lain, Woodstock adalah kumpulan gambar-gamber bersejarah. Entah itu foto Jimi Hendrix, foto monokrom orang-orang yang bertelanjang dada hingga foto segala macam celana panjang favorit ortu dan om-om kita. Kira-kira begitulah.

Iklan

Woodstock yang pertama, yang dijuluki "An Aquarian Exposition: 3 Days of Peace & Music" dan digelar di lahan peternakan di Catskills, bisa dibilang sebagai hari lahir sekaligus hari kematian post-war counterculture. Tentu saja, saya yakin, ada banyak kericuhan yang terjadi di hari itu. Tapi yang kita tahu sekarang, pesta musik akbar ini punya cap sebagai pesta acid yang anti kekerasan. Pendeknya, Woodstock benar-benar jadi pengejewantahan ilusi perdamaian yang pernah ada antara terbunuhnya John F Kennedy, konser gratis di Altamont dan nyaris setengah line up Woodstock mati overdosis. Tapi, ada satu hal yang tak akan terlintas ketika kita ngobrolin "Woodstock". Dan itu adalah adegan Kid Rock yang naik panggung dengan dandanan mirip mucikari di film Blaxplotation dan langsung nyanyi single-nya yang paling narsis "Bawitdaba." Tapi, itulah yang benar-benar terjadi di Woodstock '99 yang sering dikenang sebagai edisi Woodstock, atau festival musik, paling gila dalam sejarah. Woodstock '99 seperti juga Woodstock '79, '89, and '94, punya niatan luhur: membangkitkan spirit Woodstock 1969. Seperti edisi Woodstock pertama, line up gelaran Woodstock '99 dijejali band dan musisi paling penting pada zamannya. Nah, sayangnya, di tahun 1999, musisi yang dimaksud adalah band kacrut macam Creed, Insane Clown Posse, dan Cyclefly. Alih-alih digelar di sebuah lahan peternakan, Woodstock '99 dihelat di sebuah pangkalan udara. Pohon-pohon di sana sudah ditebang dan permukaannya dilapisi aspal dan semen. Verne Troyer didaulat sebagai MC hari pertama. Sementara aksi menyalakan lilin yang rencananya dilakukan saat Red Hot Chilli Peppers manggung malah berujung jadi aksi bakar-bakaran, yang kehebohannya oleh Anthony Kiedis dianggap kayak adegan-adegan di film Apocalypse Now. makanan di sana mahal. Pizza dibanderol $12.

Woodstock yang awalnya diniatkan sebagai ulang tahun ke-30 semboyan " peace, love and happiness" malah selamanya dikenang sebagai "hari kematian dekade 90-an." Menurut saya, sebutan itu kurang adil. Masalahnya begini, kalau Woodstock '69 dianggap sebagai nexus postwar counterculture, maka seharusnya Woodstock '99 adalah nexus generasi X. Keseruan macam ini sih yang enggak dimiliki Woodstock '99. Okelah, Woodstock pertama punya semboyan Peace, Love dan Hapiness, tapi itu enggak seseru bentrok dengan polisi, bakar-bakar dan aksi panggung yang bisa dilihat lewat streaming berbayar. Woodstock '69 boleh menampilkan nama-nama besar seperti Grateful Dead, Janis Joplin dan Jefferson Airplane. Woodstock '99 juga tak mau kalah. Ada Limp Bizkit, Kid Rock dan Korn. mereka sama hebatnya kok. Iya kan? Makin ke sini, kita makin sadar bahwa dekade 90-an adalah dekade paling kacrut. Tapi, gini deh, seenggaknya kita bisa mulai menganggap Woodstock '99, segagal apapun itu, sebagai reboot sebuah franchise bernama Woodstock. Di saat yang sama, Woodstock '99 merangkum dengan baik spirit dekade 90-an. Karena festival ini berakhir kacau balau, maka bisa kita simpulkan kalau dekade 90-an adalah dekade yang, lagi-lagi, kacrut. Anyway, mari kita bahas lagi penampilan beberapa line up Woodstock yang bikin kita, atau saya deh, bilang "Ya ampun….."

KID ROCK

Seperti yang saya singgung di atas, Kid Rock dengan "In the house" sedang di puncak era "rap rock." Woodstock '99 digelar tak lama setelah album " Devil Without A Cause" laris bak kacang goreng dan tetap sebelum Kid Rock menelurkan "Cowboy." Lelaki dengen selera fesyen aneh ini baru saja diganjar double platinum, sebuah pencapaian luar biasa, apalagi kalau inget cara dia bersiap-siap nyanyi, setelah melepas mantel bulu warna bulu, tongkat jalan dan topi yang cuma dipakai buat masuk panggung, yang norak dan culun itu.

Itu belum apa-apa. Sejurus kemudian, dia mengenalkan namanya dengan gerakan macam ayam mau ribut dan semburan api yang dahsyat sekaligus seperti ini: Ntab! Dia akhirnya nyanyi juga. Lagunya Bawitdaba. Kid Rock juga masih sempet-sempetnya menghimbau penontonnya untuk "terjun ke pit dan mencoba mencintai orang lain," yang diartikan oleh penonton kulit putih dengan undangan bugil ria dan saling pukul satu sama lain.

Setelah dilihat lagi, penampilan Kid Rock super kacrut ini punya hikmah yang bunyinya kira-kira begini: kalau rockstar culun dan norak macam Kid Rock saja bisa main di Woodstock '99 yang katanya punya spirit perdamaian itu, kita seharusnya enggak kaget waktu Trump menang Pilpres Amerika Serikat awal tahun ini!

LIMP BIZKIT

Ada apa sih dengan rap metal sampai: a) band-band hip metal mikir semua lagu mereka harus diawali dengan sebuah pengantar yang panjangnya lebih dari satu detik; Dan b) penonton cewe band-band ini gampang sekali pamer tetek? memangnya Limp Bizkit seksi? Atau jangan-jangan orang ngewe sambil dengerin Limp Bizkit? Entahlah. Tapi, suka enggak suka, penampilan Limp Bizkit adalah aksi Fred Durst cs yang paling Limp Bizkit. Segala yang menyebalkan tentang band ini ada di sana. Mulai dari penonton yang crowdsurfing di papan tripleks yang diambil dari panggung dan akhirnya dibakar hingga Fred Durst yang ngambek-ngambek enggak jelas karena mic-nya ngadat. Rima-rima yang meluncur dari mulut Fred Durst terdengar konyol. Di kuping saya, repetan liriknya mirip seperti omelan ibu saya dulu ketika tahu saya sedang getol-getolnya dengerin album The Chronic.

Sadar pit mulai rusuh dan takut diminta bertanggung jawab kalau ada apa-apa namun juga enggak mau kelihatan kurang berangasan, Fred kemudian mengimbau penonton untuk menunjukkan "aura positif" bagi penonton di rumah sambil terus meloncat, setengah meledek, sambil mengacung-acungkan tangan. Setelah itu kondisi di depan panggung makin tak terkendali. Aksi-aksi kekerasan sok macho terlihat di sana-sini. Pelecehan seksual terhitung lagi jumlahnya. Menara yang digunakan oleh MoreMusic untuk siaran dirobohkan penonton dan 10 ribu orang harus mendapatkan perawatan medis setelah itu.
Tapi, namanya juga Fred Durst. Dia mah kalem saja di atas panggung. Lagian, baginya, peduli amat dengan penderitaan penonton, yang penting bandnya bisa manggung titik.

LIT

Kami sudah membahas hal ini. Yang pasti, 1999 adalah tahun keemasan bagi band pop punk paling tulus se-Amerika. Jay Popoff meninggalkan rompi putih kesayangannya untuk manggung topless. Dia juga mengawali penampilan dengan membuat gerakan kincir angin ala gitaris The Who, Pete Townshend. Tapi yang paling menarik adalah mereka berusaha menyesuaikan diri dengan nuansa bengal Woodstock '99 (dan ya ada yang pamer tetek lagi saat mereka manggung) jadi mereka mengganti lirik mereka jadi "kick the living FUCK outta me!"
Cie yang sok-sok bengal!

BUCKCHERRY

Saya bersyukur di tahun 1999, saya belum remaja sebab kalau iya, saya pasti cinta mati Ville Vallo. Gimana enggak? Vokalis Buckcherry ini punya tato "CHAOS" di perut bawahnya. Pokoknya cool-lah. Jadi, masuk akal jika mereka pernah tur bareng Papa Roach dan Avenged Sevenfold karena setidaknya tampang mereka boleh lah. Oh iya, Vallo dkk enggak boleh dianggap remeh karena punya vibe yang enggak umum, seperti oplosan antara From First To Last, AFI dan Velvet Revolver yang susah saya pahami. Saya berani taruhan penonton Woodstock '99 juga bingung seperti saya. Sejujurnya, ini setidaknya bikin Buckcherry menarik. Atau mungkin Vallo cs sebenarnya band yang….lumayan ok?

EVERCLEAR

Everclear manggung seperti lima orang dewasa yang maksa pake baju sekolah tanpa lengan dan gaya rambut mereka culun. Mereka memainkan lagi rock Amerika yang menghentak.
"Ya ampun, ini udah kayak di surga!" ujar vokalis Art Alexakis, tanpa ironi sedikit pun. "Coba lihat deh, cewe-cewe pake bikini!" Iya deh. Keren. Tapi, lalu dia mengemis-ngemis dengan meminta penonton "untuk pulang bareng dia." Sedih. Art Alexakis kedengaran seperti ngajak cewe di bar pulang barang tapi enggak diwaro. Hiks!

CREED

Untungnya masih ada Creed. Seenggaknya ada yang menyelamatkan kesucian dekade 90-an. Scott Stapp sang pemenang Grammy Award muncul dengan kemeja putih gombrong, jeans kedodoran dan gaya rambut Charles Manson. Kalau kamu enggak kenal-kenal banget siapa dia, Stapp adalah vokalis band born again christian rock, Creed. Jadi ketika dia bernyanyi dengan naruh satu kaki di ampli dan menunjuk layaknya pendeta di gereja, penonton langsung menyambutnya dengan gembira. Buktinya mereka terus melempar gulungan tisu toilet ke panggung. Scott menanggapinya dengan mengibaskan rambutnya bak kuda yang tengah menggeliat. Lakik banget! Saya sendiri merasa kasihan dengan band ini. Dari tampang dan musik mereka, harusnya Creed masuk dalam gerombolan musisi grunge. Sayangnya, mereka datang terlambat. Kalau dipikir-pikir, Creed itu kayak pemuda baik-baik yang suka pake kemeja keluaran Matahari dan suka kemping bareng ortu mereka di akhir pekan. Enggak aneh kalau kemudian mereka sering sepanggung bareng Godsmack dan Nirvana KW asal Inggris, Bush.

RED HOT CHILI PEPPERS

RHCP manggung ketika bakar-bakaran di mulai. Ini lumayan bikin kaget karena lagu-lagu yang dipilih RHCP lumayan bikin adem suasana. Seenggaknya, lagu-lagu mereka enggak ngajak orang bakar-bakaran (kecuali pas mereka ngover Hendrix ya). Yang lebih mengagetkan lagi, masih ada loh yang pamer tetek pas Kiedis dkk mainin lagu tentang rasa kesepian lantaran kecanduan obat. Nah yang enggak mengagetkan adalah seorang cowo yang kedapatan ngelitain tetek-tetek yang dipamerkan sambil menaruh tangah di atas dada seakan-akan berjanji akan terus perjaka selama dan sesudah Woodstock '99. lanjutkan! Imej Flee bugil dan John Frusciante pakai kaos lengan pendek di atas kemeja lengan panjang, sambil memainkan not-not akhir "Under The Bridge" di hadapan api yang disulut penonton terasa sangat prophetic. Rasanya sisa-sisa tahun 1999 tak akan terjadi. Ayolah. Lihat deh. Anthony Kiedis sudah mengecat rambutnya dengan warna putih. Chad Smith manggung sambil nyimeng. Tepuk tangan terdengar ketika api mulai membesar. Beberapa orang hancur hidupnya karena kericuhan di Woodstock. Tapi yang kita lihat dalam video ini adalah penonton yang menyambut gembira bahaya di depan mata, tangan teracung tinggi, cuma untuk terlihat sebagai kaum nihilis pol-polan. Gilanya lagi, mereka seperti sangat menyukainya. Imej ini selamanya bakal menjadi simbol betapa kacrutnya dekade 90an.

KORN

Enggak ada komentar kecuali: Semua orang yang ikut moshing di lagu Blind pas konser ini sudah berkeluarga dan punya anak!