Peneliti Bilang Ada Satu Bagian di Otak Bikin Manusia Selalu Ingat Sama Pokémon

Suka banget sama Pokémon? Berterima kasihlah pada sulcus occipitotemporal di otak kalian.
07 Mei 2019, 7:54am
Peneliti Bilang Ada Satu Bagian di Otak Bikin Manusia Selalu Ingat Sama Pokémon
Sumber foto: Flickr/Monsieur Gordon

Anak-anak yang tumbuh dewasa selalu main game-game Pokémon ternyata punya satu faktor pembeda dibanding anak lain. Menurut sebuah penellitian neurologis, penggila game adu monter ini telah mengaktifkan jaringan syaraf khusus di otak, makanya dia bisa hafal luar dalam semua hal terkait Pokémon.

Sekelompok peneliti dipimpin Jesse Gomez, pakar neurologi di UC Berkeley, memanfaatkan rangsangan gambar-gambar Pokémon untuk mengamati proses stimulasi visual mempengaruhi perkembangan otak manusia. Hasil penelitiannya terbit di jurnal Nature Human Behavior.

Gomez dan rekan-rekannya melakukan pemindaian MRI pada 11 peserta uji coba—mereka semua dianggap “ahli Pokémon”—yang memainkan game itu pada konsol handheld dari usia lima sampai delapan sepanjang dekade 90-an.

Hasil pemindaian menunjukkan bagian otak yang dikenal sebagai sulcus occipitotemporal, pelapis lobus temporalis, merupakan jaringan syaraf paling banyak merepons referensi Pokémon-pokémon spesifik bagi para subyek penelitian.

"Ada perbedaan signifikan antara respons otak orang yang sering main Pokémon semasa kecil dengan yang tidak," kata Gomez dalam sebuah video saat memaparkan penemuannya. Penggemar berat Pokémon memiliki lokasi jaringan syaraf di otak yang sama saat merespons rangsangan visual Pokémon."

Para ilmuwan sejak lama membuktikan bahwa manusia dan berbagai primata menyimpan stimulus visual yang dialami pada masa kecil pada bagian neurologis spesifik. Perbendahraan kata, wajah, dan gambaran mobil disimpan di bagian otak berbeda-beda.

Saat melakukan riset di Stanford University, Gomez sadar Pokémon berpotensi memicu proses penyimpanan ini, menggunakan teori visual yang dikenal sebagai eccentricity bias. Teori ini mengungkap bila dimensi dan lokasi bagian otak tertentu, bertanggung jawab untuk stimulus visual seorang manusia.

Karena semua subyek penelitian bermain Pokémon pakai handheld, mereka semasa kecil sudah terbiasa menggunakan penglihatan sentral bisa fokus pada tokoh-tokoh pada layar konsol. Perangkat seperti Gameboy biasanya dipegang tepat di depan mata, sehingga karakter-karakternya jadi rata di medan penglihatan manusia normal.

Cara main di Gameboy ini menjelaskan mengapa kenangan soal Pokémon mengaktifkan bagian otak yang sama pada semua peserta. Studi-studi sebelumnya membuktikan hubungan antara sulcus occipitotemporal dan penggambaran hewan; oleh karena itu, masuk akal bila Pokémon yang menyerupai hewan juga disimpan di bagian otak yang sama.

"Salah satu implikasi menarik dari studi ini adalah bahwa pengalaman visual ekstensif pada masa kecil menimbulkan representasi dengan topografi fungsional konsisten pada otak dewasa," demikian kesimpulan laporannya.

"Artinya, cara kita melihat sesuatu dan maknanya bagi kita sebagai anak kecil, akan mempengaruhi cara representasi visual ini terbentuk di otak sampai kita dewasa."

Artikel ini pertama kali tayang di Motherboard