Kepemilikan Lahan

Mengurai Alasan Kalian Bisa Membeli Tanah, Tapi Tak Akan Pernah Memilikinya

Dokumenter baru VICE News “Complexify” mendalami tema betapa kepemilikan properti di berbagai negara sebetulnya cuma ilusi bahasa hukum.

Sebutannya mungkin beda, tapi intinya sama. Anak muda di Amerika Serikat, Australia, Indonesia, Hong Kong, atau Selandia Baru, semua beranggapan bahwa punya tanah adalah impian besar yang sebaiknya coba digapai. Memiliki tanah (dan bisa membangun rumah di atasnya), merupakan salah satu pencapaian terpenting dalam hidup.

Namun, dalam sistem ekonomi kiwari yang diwarnai kelindan kepentingan negara+korporat, konsep kepemilikan itu perlu ditinjau lebih lanjut. Di banyak negara, “kepemilikan” itu sebetulnya hanya ilusi bahasa hukum. Pemilik sesungguhnya selalu adalah negara.

Iklan

Contohnya di Indonesia. Pemerintah menyebut bahwa kepemilikan sertifikat hak milik akan memberi kepastian hukum pada pemilik lahan saat terjadi sengketa. Masalahnya, menilik Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012, kepemilikan pribadi itu pun bisa diakhiri apabila ada kepentingan umum (dalam hal ini pembangunan infrastruktur) yang dianggap lebih mendesak. Dampaknya, sudah berulang kali terjadi penolakan warga yang merasa memiliki Sertifikat Hak Milik (SHM) atas tanah dan bangunan saat hendak digusur dalam proyek tol dan infrastruktur lainnya. Di provinsi khusus seperti Yogyakarta, sebagian tanah bahkan memang tidak bisa dikuasai perorangan.

Kondisi serupa terjadi di Amerika, Inggris, dan banyak negara yang masuk kategori maju. Itu belum termasuk ketika seorang pemilik lahan tidak menjalankan kewajiban membayar pajak bumi dan bangunan. Cita-cita besar berupa kepemilikan lahan bisa buyar seketika.

Maka, akan lebih akurat untuk menyebut kuasa perorangan bukanlah memiliki lahan, melainkan “meminjamnya” dari pemerintah, lalu membayar pajak atas privilese tersebut. Di Tiongkok atau Korea Utara, ilusi kepemilikan itu dihapus dan kondisi jadi lebih gamblang. Pemerintah lah yang menguasai semua properti di wilayah mereka, bukan individu.

Maka, dalam episode seri dokumenter VICE News yang bertajuk ‘Complexify’, muncul pembahasan soal esensi beberapa topik yang sering disalahpahami. Salah satunya, gagasan soal kepemilikan lahan. Simak dokumenternya di tautan awal artikel ini.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE News