Rusia Tak Lagi Rahasiakan Video Uji Coba Bom Nuklir Terbesar Sepanjang Sejarah

'Tsar Bomba' julukan bom yang diledakkan pada 1961 itu, memiliki kekuatan setara 50 juta TNT.
28.8.20
Video Uji Coba Bom Nuklir Rusia Tsar Bomba Terbesar Sepanjang Sejarah Tak lagi rahasia
Arsip uji coba bom nuklir terbesar Tsar Bomba Uni Soviet pada 1961. Foto dari 

Rosatum

Pada 30 Oktober 1961, Uni Soviet melakukan uji coba peledakkan bom nuklir terbesar sepanjang sejarah umat manusia. Bom dengan nama sandi RDS-220, atau biasa dijuluki Tsar Bomba itu, meledak dengan kekuatan setara 50 juta ton TNT.

Selama bertahun-tahun, uji coba itu hanya dilaporkan oleh jurnalis tapi tidak pernah ada bukti foto atau videonya. Ternyata, arsip rekaman Soviet masih tersimpan dan kini tak lagi dirahasiakan oleh pemerintah Rusia.

Video sepanjang 40 menit itu diunggah ke YouTube. Kini, kita semua bisa menyaksikan sendiri betapa mengerikannya efek bila bom hidrogen yang dirancang Soviet dipakai untuk perang.

Video itu diunggah oleh Rosatum, BUMN Rusia yang mengelola pembangkit listrik tenaga nuklir. Momen perilisan video itu dilakukan pada 20 Agustus lalu, memperingati 75 tahun pemakaian teknologi nuklir di Rusia. Video ini masih menggunakan teknik propaganda ala Soviet, yang berusaha menggambarkan kemajuan teknologi bangsa mereka, dengan 30 menit dihabiskan untuk menjelaskan proses pengembangan hulu ledak hingga akhirnya sampai ke inti momen peledakannya.

Dengan panjang 8 meter dan tinggi 2 meter, Tsar Bomba termasuk bom berukuran amat besar. Satu-satunya pesawat yang bisa mengangkut hulu ledak nuklir ini adalah Tu-95V, pesawat pengebom terbesar yang dimiliki Soviet kala itu. Bahkan, karena masih belum muat, Soviet membongkar tangki avtur pesawat supaya Tsar Bomba bisa diangkut dan dijatuhkan dari ketinggian.

Bom hidrogen dengan teknologi fisi nuklir ini dijatuhkan di perairan dekat Pulau Severny, Samudra Arktik. Bomnya meledak di ketinggian 4.000 meter di atas permukaan tanah, tapi daya rusaknya mencapai daratan dalam waktu singkat. Sampai-sampai pesawat Tu-95V terguncang keras dan jatuh sekalipun sudah berjarak 120 kilometer dari lokasi uji coba. Pilot berhasil mengendalikan pesawat untuk mendarat darurat.

Awan jamur efek dari ledakan bom ini terlihat manusia dari jarak 997 kilometer. Awan jamurnya sendiri, dari perkiraan ilmuwan, ukurannya tujuh kali lebih tinggi dibanding Gunung Everest. Warga sipil di Norwegia dan Finlandia, pada saat kejadian, mengaku merasakan getaran hebat yang merusak kaca-kaca rumah mereka.

Sekalipun daya rusaknya amat mengerikan, Tsar Bomba bukan senjata yang mudah direplikasi maupun digunakan. Bom ini juga menjadi yang terakhir memakai teknik peledakkan di atas permukaan bumi. Sejak 1963 Uni Soviet, Amerika Serikat, dan Britania Raya menandatangani perjanjian untuk memindah semua uji coba peledakkan bom nuklir di bawah tanah.

Rekaman peledakkan Tsar Bomba mengingatkan generasi muda, betapa seramnya efek Perang Dingin di dekade 60’an, ketika negara adidaya saling bersaing membangun senjata nuklir.

Saat ini, dunia memang jauh lebih aman karena berbagai perjanjian multilateral pelan-pelan memaksa negara seperti Rusia dan AS mengurangi hulu ledak nuklir yang mereka miliki. Namun, salah satu perjanjian terpenting seperti START, yang dirancang pada era Presiden Barack Obama segera kedaluwarsa beberapa tahun lagi dan tak ada tanda-tanda pihak terkait berniat memperpanjangnya. Padahal dalam perjanjian itu, tertulis batasan kepemilikan hulu ledak nuklir per negara.

Tsar Bomba adalah pengingat betapa mengerikannya ketika ambisi umat manuia mengembangkan senjata nuklir tidak dibatasi.

Artikel ini pertama kali tayang di Motherboard