Satu-Satunya Studio Tato Resmi Dalam Penjara Luksemburg Eropa
Semua Foto tato dalam penjara Luksemburg oleh Mike Conrath/VICE 

Satu-Satunya di Dunia: Mengunjungi Studio Tato Resmi Dalam Penjara

Guna mencegah penularan HIV dan hepatitis dari praktik menato tidak aman, penjara di Luksemburg ini akhirnya membuka studio tato secara resmi.
18.2.20

Artikel ini pertama kali tayang di VICE Germany .

Kalau dulu, narapidana mesti banyak akal jika ingin punya tato baru. Mereka biasanya menggunakan motor kecil dari mesin cukur atau pemutar CD, lalu menempelkannya ke bolpoin dan memasukkan jarum jahit ke dalamnya. Setelah itu, kulit ditusuk berulang kali sampai membentuk tato. Sakit dan tidak aman memang, tapi hanya itu yang bisa dilakukan tahanan dalam Schrassig, satu-satunya penjara di Luksemburg.

“Napi menggunakan apa saja yang bisa mereka temukan,” kata petugas klinik penjara, Mike Conrath (45). Bahan tintanya sendiri, menurut Conrath, sangat tidak dianjurkan. “Ada yang mencairkan plastik botol sabun dan membiarkannya menguap sampai meninggalkan warna; ada juga yang mengaduk abu rokok dengan ludah dan air.”

Pada 2010, hasil analisis terhadap 124 studi dari 30 negara mengaitkan praktik menato di penjara dengan risiko tinggi penularan HIV, hepatitis, dan TBC. Empat tahun lalu, rekan Conrath mewawancarai napi Schrassig untuk tesisnya. Dia menemukan ada 100 orang yang pernah bikin tato di dalam penjara.

Das Talent der Knast-Tätowierer sei sehr unterschiedlich, sagt Mike Conrath.

Salah satu hasil tato buatan studio di dalam penjara.

Khawatir dengan seberapa serius masalahnya, Conrath dan kawan-kawan memutuskan untuk membuka studio Inmates Tattoo. Mereka hanya butuh setengah jam untuk meyakinkan pengelola penjara. Lagi pula, proyeknya hanya memakan biaya sekitar €50.000 (Rp741 juta), sama seperti biaya yang dikeluarkan untuk mengobati satu pasien Hepatitis C. Lebih baik mencegah, bukan?

Bingung harus mulai dari mana, Conrath mencari seniman tato di internet dan menemukan seseorang yang antusias dengan proyek mereka. “Dia datang ke penjara untuk mengajarkan kami segala tetek-bengeknya,” tutur Conrath. Seniman tato itu bahkan bersedia memesankan jarum, mesin, tinta dan pola dari Prancis.

Studionya tidak melatih orang menjadi tukang tato. “Kami hanya menyediakan perlengkapan yang diperlukan dan lingkungan bersih,” terang Conrath. Praktik menato akan terus terjadi di dalam penjara, tapi setidaknya napi bisa melakukannya dengan aman sekarang. Dengan begini, risiko penularan penyakit pun dapat dicegah. “Kalau suntikan dan kondom saja bisa dibagikan ke napi, masa jarum tato tidak bisa?”

Pada Februari 2017, para napi Schrassig mulai mendapatkan pelatihan dasar. Mereka mempelajari jenis-jenis penyakit yang dapat ditularkan dan cara menjaga tempat membuat tato tetap bersih. Berhubung napi lebih mudah sakit daripada orang kebanyakan, Conrath memastikan peralatannya selalu terbungkus plastik dan membersihkannya dua kali. “Saya akan merasa sangat bodoh kalaupun cuma satu napi yang terinfeksi,” dia memberitahuku. Menurut Conrath, Inmates Tattoo adalah satu-satunya studio tato resmi di dalam penjara. Kanada dan Barcelona pernah mencoba hal serupa, tapi gagal total.

1579102301394-Mike-Conrath

Conrath adalah pakar tato di penjara Schrassig.

Sebagaimana dikatakan Conrath, sekitar 17-19 persen tahanan mengidap hepatitis. Tipe C menjadi yang paling umum menyebar di balik jeruji. Sayangnya, penjara Schrassig hanya memeriksa narapidana yang baru masuk. Itu sebabnya tidak bisa diketahui seberapa banyak tahanan yang menderita Hepatitis C selama mendekam di bui. Pada akhirnya, mereka juga tidak mampu mengurangi angka tersebut. Conrath mengaku dia hanya ingin menghindari penularan sebisa mungkin.

Studionya dibanjiri pesanan ketika dibuka pada April 2017. Pada akhir 2018, 140 napi Schrassig telah bikin tato di Inmates Tattoo. Conrath membeberkan mereka seringnya minta dibikinkan tato nama anak atau pasangan, tapi terkadang ada juga permintaan kelam, seperti menutup nama pasangan yang mereka bunuh.

Inmates Tattoo menerima segala desain yang diminta, dan siap menato di bagian tubuh manapun. Salah satu desain paling populer di kalangan napi yaitu tato tetesan air mata. Meskipun dibebaskan memilih, studio takkan menerima desain yang berunsur xenofobik, seperti swastika.

Studionya kini punya 19 tukang tato yang merupakan tahanan Schrassig. Beberapa sehebat seniman tato profesional, sedangkan lainnya, menurut Conrath, “biasa saja, tapi mereka puas dengan hasilnya.” Tukang tato akan mendapat upah tembakau linting atau pasta. Beberapa napi yang akan bebas mengunjungi studio untuk bikin tato gratis, tapi Conrath menyarankan untuk dibikinin seniman tato profesional sekalian setelah keluar.