BTS wajib militer korsel
Foto: NBC/NBCU Photo Bank via Getty Images
BTS

Wacana Anggota BTS Bebas Wajib Militer Memicu Pro Kontra di Korea Selatan

Pembahasan perlu tidaknya anggota BTS dibebaskan dari pendidikan militer dipolitisasi banyak pihak.
Junhyup Kwon
Seoul, KR
2.11.20

Artikel ini pertama kali tayang di VICE Korea

BTS telah berkontribusi besar terhadap budaya dan perekonomian Korea Selatan. Konser stadium boyband beranggotakan tujuh orang itu selalu menjadi yang terbesar di dunia. Mereka juga memiliki fanbase yang sangat loyal, sehingga produk apapun yang mereka iklankan akan laku berat di pasaran. 

Label Big Hit Entertainment resmi debut di pasar saham satu bulan setelah BTS menduduki puncak Billboard Hot 100, membawa pendiri sekaligus CEO Bang Si-hyuk menjadi miliarder.

Iklan

Namun, kesuksesan BTS di kancah internasional tampaknya akan sedikit terganggu, mengingat para anggotanya diharuskan mengikuti wajib militer.

Undang-Undang Dinas Militer mewajibkan seluruh lelaki Korea Selatan yang telah berusia 18-28 untuk menjalani pelatihan militer selama dua tahun. Mereka dapat menunda tugasnya karena satu dan lain hal, tetapi sudah harus memenuhi kewajiban sebelum berusia 30.

Sejauh ini, Big Hit tak banyak bicara soal rencana mereka jika ada anggota BTS yang mengikuti wamil. Namun, mau tak mau mereka perlu membahasnya juga karena anggota tertuanya, Jin, akan berulang tahun ke-28 Desember nanti.

Perusahaan hiburan itu menyatakan dalam berkas pendaftaran sekuritas mereka, ada kemungkinan BTS mengalami ‘gap year’ ketika jumlah personelnya tidak lengkap.

“BTS beranggotakan tujuh orang yang lahir pada rentang 1992-1997,” bunyi pernyataannya, lalu menambahkan “Kim Seok-jin [Jin] hanya bisa menunda tugas wajib militernya hingga akhir 2021 nanti.”

Dengan demikian, formasi grup pelantun Dynamite ini kemungkinan tidak lengkap tahun depan. Keenam anggota lainnya juga sudah berusia 20-an, sehingga mereka harus siap memenuhi kewajiban dalam waktu dekat.

Semua boyband di Korsel pasti akan mengalami hal yang sama. 2PM kekurangan satu anggotanya karena wamil sejak 2017 lalu. Grup mereka baru bisa lengkap lagi tahun depan. Namun, banyak pihak berpendapat BTS sebaiknya dibebaskan dari tugas ini, terlebih karena mereka dinilai sudah sangat berjasa bagi negara. Usulan tersebut pada akhirnya memicu perdebatan di Negeri Ginseng.

Tidak ada salahnya membebaskan BTS dari wamil

Lelaki Korsel bisa saja terbebas dari pelatihan militer asalkan mereka mampu meningkatkan reputasi negara. Sejauh ini, hanya peraih medali Olimpiade dan musisi klasik yang menerima perlakuan istimewa tersebut. Belum ada satupun bintang K-pop yang diizinkan tidak mengikuti wamil.

Orang-orang yang mendukung BTS untuk tidak ikut wamil mengatakan boyband ini telah mengharumkan nama bangsa — serta membawa keuntungan besar bagi Korsel. Menurut mereka, BTS lebih berjasa daripada musisi klasik atau atlet.

Iklan

Sejumlah politikus dari partai berlawanan bahkan satu suara terkait isu ini.

“Tak semua orang harus mengangkat senjata untuk melayani negara,” ujar anggota parlemen Noh Woong-rae dari Partai Demokrat Korea selama rapat dewan Oktober lalu. Noh menyoroti betapa banyak “keuntungan” yang telah diberikan BTS kepada perekonomian negara. “Sudah waktunya kita membicarakan pembebasan wamil untuk anggota boyband.”

Politikus Yoon Sang-hyun berujar dalam postingan Facebook, pembebasan tugas seharusnya tak hanya berlaku untuk musisi klasik dan atlet saja. Apalagi UU tersebut dibuat 50 tahun lalu, sehingga tidak mencerminkan realitas dan budaya pop yang ada saat ini. 

“Isu wamil untuk bintang [grup] K-pop bukanlah masalah individu. Ada label dan agensi yang mesti mempertahankan kelangsungan bisnisnya,” terang Yoon.

Dari pihak oposisi, anggota People Power Party Ha Tae-kung telah mengusulkan pembebasan wamil dari dua tahun lalu. “Kita [pemerintah Korsel] harus mempertimbangkan masalah kesetaraan dengan seniman dan atlet lainnya,” katanya dalam postingan Facebook.

Akan tetapi, banyak yang beranggapan politikus hanya mencari muka dan memanfaatkan popularitas BTS.

“Politikus biasanya ikut-ikutan bersuara untuk menarik perhatian publik,” kritikus budaya Korea Selatan Jung Duk-hyun memberi tahu VICE. Menurutnya, ini “semacam populisme”.

“Politikus melakukan itu untuk meningkatkan dukungan. Mereka tidak benar-benar serius membahas ini, dan akan mengubah posisi kapan saja diperlukan,” ungkap Lee Taek-gwang, kritikus budaya dan dosen Universitas Kyunghee.

Iklan

Ketua Partai Demokrat Lee Nak-yon mendesak anggotanya untuk berhenti mempermasalahkannya: “Kita [politikus] harus tutup mulut karena publik tidak suka kalau politikus terus membicarakan wajib militer BTS, dan para anggota juga tidak menginginkan perdebatan ini.”

Anggota BTS mengaku tidak keberatan untuk mengikuti wamil.

“Sudah menjadi tugas kami untuk mengikuti wajib militer. Saya siap melayani negara kapan saja,” Jin menyatakan dalam konferensi pers pada Februari.

“Jika waktunya tiba, kami akan mematuhi panggilannya dan melakukan yang terbaik,” terangnya ketika diwawancarai dalam program “Sunday Morning” CBS.

Di masa lalu, banyak anggota boyband mendaftar wamil bareng untuk meminimalisir gap year. Tapi sekarang, bintang K-pop tak lagi melakukannya supaya mereka bisa tetap merilis album sebagai penyanyi solo, atau membentuk grup yang lebih kecil dari sebelumnya. BTS mungkin akan mengikuti jejak mereka untuk mencegah penurunan penjualan.

“[Kami] akan membahas anggota mana saja yang bisa melakukan kegiatan ekonomi [di masa depan],” Big Hit mengutarakan dalam pernyataannya.

Standar ganda

Tak sedikit yang mempertanyakan kenapa orang sibuk meributkan pembebasan wamil untuk BTS jika anggotanya saja siap mengikuti pelatihan. Pihak pendukung berpandangan mereka baru berusia 20-an, sehingga masih dalam masa-masa emas. Kalau begitu kenapa lelaki lain seumuran mereka wajib menjalani wamil, tapi mereka tidak? Jelas ada standar ganda di sini.

Meski menyukai BTS, Kim Jong-cheol selaku pemimpin partai oposisi Justice Party tak setuju jika mereka diperlakukan istimewa.

Iklan

“Mereka sendiri sudah berulang kali menegaskan siap mengikuti wamil,” bunyi postingan Facebook Kim. “Pembebasan ini dapat menciptakan kontroversi karena dirasa tidak adil.”

“[Pembebasan tugas] melanggar prinsip negara. Menurutmu, bagus tidak sih jika keputusannya ditentukan melalui popularitas?” ujar kritikus budaya Lee, menambahkan pencapaian BTS pada tangga lagu Billboard tak ada hubungannya dengan negara. Boyband itu meraihnya dengan kerja keras mereka sendiri.



Menurutnya, ada masalah lain yang menanti jika anggota BTS benar-benar dibebaskan dari wamil. Lelaki yang tidak mengikuti pelatihan militer akan menerima stigma di masyarakat.

Berdasarkan hasil studi yang dilakukan oleh National Barometer Survey, warga Korea Selatan terbagi dalam dua pendapat. 48 persen responden mengatakan BTS tidak boleh diberi hak istimewa, sedangkan 46 persen mendukung usulan tersebut.

“Wajib militer adalah topik sensitif di Korsel. Membebaskan BTS dari tugas wamil tidak sesuai dengan sentimen nasional,” tegas Jung.

Pilihan terbaik adalah menundanya.

“Kita bisa mempertimbangkan penundaan wamil dan menugaskan mereka [anggota boyband] pada posisi yang sesuai dengan umur dan kariernya. Saya rasa ini lebih realistis,” lanjutnya.

Pemerintah Korsel tampaknya menyetujui pilihan alternatif ini.

Menteri Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata Park Yang-woo mengungkapkan pekan lalu, pemerintah sudah mulai mendiskusikan kemungkinan penundaan dinas militer bagi orang-orang terpilih.

Jika disetujui, BTS akan tetap menjalani pelatihan militer suatu saat nanti. Hanya saja mereka tidak didesak untuk cepat-cepat memenuhi kewajibannya di tengah kesuksesan mereka di panggung internasional.

Follow Junhyup Kwon di Twitter.