Advertorial

Lari Bareng Kawan, Membangun Solidaritas Perempuan

Kalian lebih suka lari sendirian atau bareng-bareng sih? Bagi sebagian perempuan, lari bersama ternyata ada manfaat yang khas lho.
31.3.17

Gambaran budaya pop tentang perempuan-perempuan yang doyan berkumpul jarang positif. Dalam banyak film, misalnya, saat para perempuan berkumpul hampir selalu mereka ditampilkan sibuk ngerumpi. Itupun ngerumpinya soal laki-laki. Bias patriarkis inilah yang menjadi latar dibuatnya Tes Bechdel. Untuk lolos tes ini, sebuah film, atau produk budaya populer lainnya, mesti menampilkan dua atau lebih perempuan ngobrolin topik lain selain laki-laki. Ada pula anggapan bahwa sesama perempuan jarang akur, mereka saling bersaing dan bermusuhan. Permusuhan antar perempuan digambarkan salah satunya dalam film Mean Girls. Di film itu digambarkan betapa para perempuan bersaing mendapatkan popularitas dan pengaruh di SMA. Seiring dengan kampanye dan kritik feminis yang terus berkembang, kini persahabatan perempuan digambarkan dengan lebih adil. Persahabatan antar perempuan tidak hanya sebatas berbagi keluh kesah tetapi juga berolahraga bersama. Salah satu perempuan yang gemar berlari bersama adalah Justitia Veda. Sehari-harinya Veda bekerja sebagai pegawai di LSM internasional. Veda rutin berlari sejak 1,5 tahun yang lalu. Pada dasarnya, Veda lebih senang berlari sendirian. Meski begitu, ada manfaat-manfaat yang dia rasakan ketika berlari bersama teman.

Iklan

"Kalau sama teman, dan temannya ambi, aku jadi terpacu untuk lari lebih cepat," ujar Veda. "Aku suka lari di GBK, di sana lokernya sering penuh. Kalau lari sama teman, kita bisa gantian. Pas aku lari, dia jagain barang. Pas dia lari, gantian aku bisa rehat, minum, sembari jagain barang." Selain karena alasan kenyamanan, Veda merasa lebih aman jika berlari bersama teman. "Aku sering lari di atas jam delapan malam. Pernah waktu itu aku lari tujuh keliling, dari putaran ke empat sampai enam, ada sejumlah laki-laki catcall aku. Pas di putaran ke-tujuh, mereka menghadang aku dan mencoba meraih tanganku. Hal ini jarang terjadi ketika aku lari bareng teman." "Mungkin laki-laki melihat solidaritas kami, dan kalau mereka membuat salah satu dari kami merasa engga nyaman, mereka tahu salah satu dari kami bisa mencari bantuan."

Untuk mencoba aplikasi berlari yang bisa membantu kalian bertemu banyak orang berolahraga bersama, klik tautan ini