Kuliner hari raya

Menurut Para Ahli Makanan Sisa Sebaiknya Dihabiskan Tidak Lebih Dari Jangka Waktu Berikut

Dalam hal simpan-menyimpan makanan, jangan andalkan perasaan. Ada hitung-hitungan jam yang harus dipatuhi lho!
10.12.18
Makanan berlimpah di acara keluarga
Foto via Flickr akun Cat Craig

Selepas perayaan besar macam Natal atau Lebaran, biasanya orang enggan menimbang berat badan, karena mereka sadar perut sudah penuh dengan opor atau apapun yang keluarga besarmu masak saat itu. Ajaibnya lagi sekenyang-kenyangnya kamu dan sepupu-sepupumu, dijamin pasti ada makanan yang tersisa.

Tentu selalu ada opsi untuk membagi-bagikannya ke anggota keluarga atau tetangga atau teman. Tapi bisa juga keluargamu kalap memasak kelewat banyak dan kamu berpikir “ah simpen aja buat besok-besok.” Eh tunggu dulu, memangnya berapa lama sih makanan sisa masih aman buat disantap?

Iklan

Kalau kamu mau aman, kamu hanya punya tiga sampai empat hari untuk memakan sisaan dari perayaan kemarin, menurut Mindy Costello, spesialis informasi konsumen di grup kesehatan umum independen NSF.

Entah kita lagi ngomongin ayam panggang atau kentang goreng, peraturan NSF mengatakan makanan sisa harus dikonsumsi atau dimasukkan ke dalam freezer dalam waktu 72 hingga 96 jam. Setelah 3-4 hari, makanan tersebut bisa mengundang bakteri dan menyebabkan permasalahan usus dan gastrik. Yang terpenting adalah begitu selesai di meja makan, kamu dengan segera memasukkan makananmu ke kulkas atau freezer.

“Penting sekali mengingat yang namanya “aturan dua jam” perihal menyimpan sisa makanan,” kata Costello kepada MUNCHIES, yang juga menyarankan kita untuk menyimpan kembali makanan sisa di kulkas dalam waktu dua jam. “Kalau hari panas, langsung masukan ke kulkas kurang dari satu jam. Itu mengurangi risiko pertumbuhan bakteri.”

Kalau kamu sudah masak segala santapan dan ternyata tamumu telat, ada kemungkinan kamu bisa sedikit mencurangi waktu dan menunda proses pembusukan. Kamu bisa mengakali aturan dua jam tersebut dengan cara menyimpan makanan dingin di atas es (di bawah 4 derajat) dan menyimpan makanan panas di dalam oven bersuhu di atas 60 derajat. Tapi sehabis makan, langsung dimasukin ke kulkas, ya.

Cara terbaik menyimpan makanan sisa juga tidak intuitif. Alih-alih menjejalkan semua makanan ke kulkas dengan piring sajian, Costello mengatakan membagi sisa makanan ke dalam wadah masing-masing adalah pilihan lebih baik, agar makanan tersebut bisa mendingin secara rata dan membuatnya bertahan lebih lama di kulkas.

Iklan

“Enggak banyak orang mikirin itu. Pas mereka menyimpan semua makanan habis acara, mereka main ambil wadah bekas sajian dan memasukannya ke kulkas,” ujar Costello kepada MUNCHIES. “Kalau kamu punya banyak sisa ubi karena enggak ada yang makan, kamu harus memisahkan mereka ke dalam wadah-wadah kecil agar mereka mendingin secara rata, lalu kamu bisa meninggalkan ubi itu di kulkas selama tiga sampai empat hari, atau masukin ke freezer hanya setelah ubinya mendingin ke suhu 4 derajat.”


Simak dokumenter VICE melacak muasal makanan di kota-kota Indonesia

Kalau kamu enggak sanggup menghabiskan semua sisa makanan dalam empat hari, masukin aja ke freezer, di mana makananmu bisa bertahan dua sampai tiga bulan. Makan sisa lahapan Natal pada bulan Februari—kenapa enggak?

Kalau kamu memang suka mikir kayak koki—atau setidaknya mencoba resep-resep MUNCHIES—bikin aja semacam burrito menggunakan semua sisa makanan yang ada di kulkas, atau sesuatu kayak kalkun parut dengan saus hitam-nya Danny Bowien.

Waktu sangat penting di sini. Sajian yang enggak sengaja ketinggalan dan menginap semalam di dapur sebaiknya dibuang saja, dan fokus saja menggunakan bahan-bahan lainnya.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE US.