Artikel ini pertama kali tayang di MUNCHIES.
Kebanyakan orang asing non-Asia punya pengalaman—atau persepsi—buruk soal durian. Ada yang bilang makan durian terasa seperti "Melakukan french-kiss dengan nenek sendiri yang telah wafat." Ada pula yang mengatakan durian "baunya mirip ee' dan rasanya kayak kentut," atay "baunya kayak kaus kaki setelah dipakai seharian." Intinya, durian memiliki bau—atau wangi, bagi yang menggandrunginya—dan rasa di luar bayangan dan perkiraan orang tentang buah-buahan (atau bahkan makanan). Itu sebabnya banyak orang setengah bingung setengah engga ridho durian disebut-sebut sebagai "King of Fruit" alias Rajanya Buah.
Meski begitu, jutaan orang di seluruh Asia Tenggara masih menggandrungi durian. Sehingga, banyak perusahaan dari Pizza Hut hingga perusahaan kondom meraup keuntungan dari bau-bauan yang sangat familier bagi warga Indonesia, dan telah terbukti menjadi daya tarik bagi turis Barat yang pengin mencoba sensasi pengecapan ekstrem dan getol untuk mempunyai pengalaman melancong "otentik" untuk diceritakan ketika kembali ke kampung halaman.
Ada satu pertanyaan fundamental yang belum terjawab: Mengapa bau durian sangat "mengganggu" bagi orang asing, terutama dari Negara-Negara Barat? Nah, untung kita punya ilmuwan untuk ditanya-tanya. Sebuah penelitian American Chemical Society telah memiliki kajian mengenai durian. Jadi sekarang kita bisa memahami bau "busuk" durian disebabkan dua spesifik.
Makalah tersebut, dengan judul lezat bukan main "Insights into the Key Compounds of Durian (Durio zibethinus L. 'Monthong') Pup Odor by Odorant Quantitation and Aroma Simulation Experiments," menjabarkan 16 komponen khusus dalam bau khas durian.
Durian memiliki bau yang amat kompleks, dan dalam aktivitas bau-bauan durian terdapat komponen yang "memiliki bau buah, bawang busuk, dan bawang panggang," dilanjutkan dengan "unsur kimia dengan bau-bauan seperti kubis dan sulfur," tulis sang peneliti. Maknyuuuussssss! Kubis, sulfur, dan bawang busuk—pantas saja durian yang baunya lezat ini menjadi begitu terkenal dan sulit untuk dijabarkan dengan kata-kata.
Hasil penelitian itu, yang akan muncul pula pada Journal of Agricultural and Food Chemistry edisi mendatang, menyimpulkan kementakan membentuk persepsi hanya dengan menggabungkan dua dari total 19 komponen.
"Percobaan lebih lanjut menemukan bahwa menggabungkan dua komponen spesifik— fuity ethyl (2S)-2methylabutanoate dan oniony 1-1-(ethylsulfanyl)ethanethiol—dapat dengan efektif mewakili keseluruhan bau-bauan durian," tulis sang peneliti pada sebuah rilisan pers.
Ya, akhirnya misteri bau durian terpecahkan. Tugas selanjutnya bagi para ilmuwan adalah mengungkapkan kenapa bau durian yang seperti itu, bisa sangat menggugah selera banyak orang.
