Film

Kami Mengkaji Seberapa Mematikan Jebakan Film ‘Home Alone’ Bila Diterapkan di Dunia Nyata

Membakar seseorang atau melempari kepalanya pakai batu bata, seperti dilakukan karakter Kevin, merupakan resep sukses agar manusia tak bisa diselamatkan paramedis.
23.12.16
Sumber Gambar Blu-Ray Home Alone

Artikel ini pertama kali tayang di Motherboard.

Dua film pertama seri Home Alone adalah karya klasik yang selalu diputar televisi buat mengisi liburan. Di Indonesia pun begitu, film ini sering tayang saat libur Natal. Film ini dibintangi Macaulay Culkin, sebagai bocah bernama Kevin McCallister yang ditinggal orang tuanya saat liburan, lalu harus mempertahankan rumah dari duet maling bodoh. Setiap klimaks film ini menyajikan 'duel' tidak seimbang antara Kevin menghadapi pasangan bandit bernama Harry (Joe Pesci) dan Marv (Daniel Stern). Kevin akan memasang bermacam jebakan sadis, menyiksa dua maling itu berulang kali. Namanya juga film komedi keluarga, walau berulang kali jatuh, luka, atau bahkan seharusnya patah tulang, dua antagonis itu selalu berusaha mengejar Kevin. Film ini pada dasarnya plot kartun Warner Bros yang diperankan oleh manusia.

Iklan

Karena itulah, kami tertarik menguji skenario Home Alone di dunia nyata. Apa yang terjadi jika manusia normal terkena jebakan-jebakan Kevin? Kami menghubungi Joseph O'Hare, seorang petugas medis yang bekerja di UGD salah satu RS Kota New York. Dia menonton lagi adegan-adegan klimaks dua film itu, mengkaji semua jebakan, lalu memberi penilaian dari kacamata medis.

Berikut beberapa kesimpulannya:

Jebakan Semburan Api

Film: Home Alone

Korban: Harry

Diagnosis: "[Harry] pasti akan mengalami luka bakar tingkat dua atau setidaknya tingkat tiga. Luka semacam itu dapat merusak jaringan kulit luar atau malah mematikan saraf di bawah lapisan kulit. Di dunia nyata, jika seseorang dibakar semacam itu, maka bekas lukanya akan menghitam."

"Sangat mungkin kulit akan terkelupas hingga tulangnya terlihat. Sudah benar Harry langsung merendam kepalanya ke salju setelah tersembur api. Sayangnya skenario itu mustahil terjadi di dunia nyata. Saraf otaknya sangat terkejut setelah dibakar seperti itu, sehingga dia tidak akan sanggup bergerak mencari pertolongan pertama."

Pertolongan Pertama: "Manusia yang disembur api seperti itu tidak akan langsung tewas, tapi kemungkinan dampak fatal terhadap tubuh terbuka lebar. Saya khawatir korban mengalami hipotermia, hipovolemia, serta infeksi luka bakar. Jika saya menangani korban seperti [Harry] fokus saya adalah memeriksa saluran pernafasannya. Besar kemungkinan dia sulit bernapas akibat luka bakar separah itu.

Jebakan Kaleng Cat

Film: Home Alone

Korban: Harry and Marv

Iklan

Diagnosis: "Di kehidupan nyata, wajah mereka akan hancur. Tulang pipi dan tengkorak bagian dahi remuk, demikian juga bagian hidung. Gigi mereka bakal rontok. Ini belum mempertimbangkan patah tulang di beberapa bagian karena jatuh dari tempat tinggi. Tubuh korban akan mengalami trauma. Skenario paling buruk, korban mengalami pendarahan otak yang berujung pada kematian."

Pertolongan Pertama: "Saya akan memeriksa pinggul mereka serta tulang punggung, setidaknya jika belum patah mereka masih bisa tertolong. Saya juga akan mengutamakan perawatan saluran pernapasan agar rongga mulut yang hancur serta darah di wajah tidak menghalangi udara masuk ke paru-paru."

Jebakan Batu Bata

Film: Home Alone 2

Korban: Marv

Diagnosis: "Korban pasti mati. Tidak mungkin tidak. Manusia normal tidak akan selamat jika kepalanya kejatuhan bata dari ketinggian seperti itu. Tengkoraknya akan remuk di beberapa bagian. Dalam dunia nyata, kepala pasti pecah sehingga otak akan berceceran di trotoar. Itu baru di lemparan batu pertama. Sementara di film [Marv] kan dilempar beberapa kali."

Pertolongan Pertama: "Petugas medis akan memeriksa tanda-tanda vitalnya dulu. Di situasi normal, biasanya dia tidak akan responsif alias tidak sadarkan diri. Di film [Marv] masih terlihat linglung saat ditanya Harry. Dalam dunia nyata, dia akan kami nyatakan sudah almarhum."

Jebakan Toilet Meledak

Film: Home Alone 2

Korban: Harry

Diagnosis: "Luka bakar parah akan dialami korban di batok kepala. Efeknya pada tubuh lebih parah daripada semburan api di film pertama, sebab dia terbakar dalam durasi lebih lama. Adapun gejala yang dialami akan sama dengan korban luka bakar lainnya. Kulit menghitam sampai kulit terkelupas. Kali ini akan lebih parah, karena bangunan di sekitarnya meledak. Seharusnya dia tidak selamat. Ledakan skala itu akan membuat manusia normal langsung mengalami gejala yang oleh paramedis disebut IDLH (tewas seketika)."

Pertolongan Pertama: "Berbeda dari luka bakar di contoh adegan pertama, kali ini tidak banyak yang bisa dilakukan. Bila anda pernah menjadi paramedis, korban ledakan biasanya tidak utuh lagi. Sudah syukur tubuhnya utuh, tapi tak punya kulit. Jika ada keajaiban soal tubuh, organ dalamnya tidak bisa menanggung beban itu. Dalam situasi ledakan atau kebakaran hebat, paru-paru kita terpaksa menghirup karsinogen dalam intensitas luar biasa, belum termasuk bahan-bahan berbahaya lainnya. Cuma paramedis bodoh yang berusaha menolong korban di TKP ledakan, karena nyawa kita sendiri justru jadi taruhannya."