Ilustrasi kabel internet bawah laut
Ilustrasi kabel laut dari Getty Images/GARAGE
Di Balik Teknologi

Penasaran Sama Cara Kerja Internet Tapi Malu Tanya? Tenang, Ini Penjelasan Fungsi Kabel Laut

Semua lalu lintas data gobal menggunakan kabel serat optik yang tertanam di bawah samudra. Jadi tiap kali kalian menikmati video kucing lucu di Youtube, ingat jasa kabel tersebut ya.
26.11.18

Kalian panik karena enggak sengaja numpahin air minum ke keyboard laptop. Pasalnya, air bisa merusak barang elektronik. Maka tidak heran kalau kedua hal ini dianggap sebagai musuh bebuyutan. Namun, kalian perlu tahu kalau infrastruktur jaringan internet sebenarnya berada di bawah laut.

Nyaris seluruh data lintas benua melewati kabel serat optik sepanjang jutaan kilometer yang tersebar di dasar laut. Saat ini ada lebih dari 350 jalur kabel bawah laut di dunia, belum termasu kratusan kabel internet baru lainnya yang sedang dipasang. Dengan kata lain, bumi ini semakin penuh kabel agar kita bisa hidup secara nirkabel.

Iklan

Pada 1842, Samuel F. B. Morse (pencipta Kode Morse) membuktikan bahwa telegraf bisa berfungsi di bawah laut dengan mengirim pesan melalui kabel bawah laut yang dilapisi rami dan karet. Setelah beberapa percobaan gagal, kabel komunikasi transatlantik berhasil diselesaikan untuk pertama kalinya pada 1858. Kabel ini dapat menghubungkan Amerika Utara dan Britania Raya. Sistem telekomunikasi antar benua mulai dibangun pada pertengahan 1950-an, yang segera diikuti oleh televisi dan kabel transmisi data.

Pemasangan kabel sepanjang ribuan kilometer di bawah permukaan laut tidaklah murah. Prosesnya pun menghabiskan banyak waktu. Selain itu, kita memerlukan kapal khusus untuk memasang dan mengamankan jaringan internet. Penyelam bawah laut juga harus sering-sering merawat dan memperbaiki kabel. Meskipun menggunakan lapisan tebal, kabel-kabel ini bisa rusak oleh kehidupan laut. Ikan hiu bahkan pernah menggigitnya.

Kapal pukat ikan, gempa bumi, angin topan, dan berbagai campur tangan jahat ikut berperan dalam rusaknya kabel bawah laut. Kapal selam Rusia selama bertahun-tahun mengintai di sekitar lokasi kabel antar benua utama, yang menimbulkan spekulasi soal serangan siber setiap kali ketegangan antara Amerika Serikat dan Rusia meningkat. Belum lagi, NSA tertangkap basah menyadap kabel bawah laut yang merupakan aliran data utama.


Tonton dokumenter VICE mengenai bisnis webcam serupa BIGO yang mendatangkan uang berlimpah bagi perempuan di Tiongkok:


Pemasangan dan pemeliharaan kabel bawah laut sebelumnya hanya dilakukan oleh para operator telekomunikasi elit, yang masing-masing datanya dikirim melalui kabel. Namun, semenjak infrastruktur internet semakin diprivatisasi, perusahaan teknologi seperti Google, Facebook, dan Microsoft mulai memasang sistem kabel bawah lautnya sendiri untuk penggunaan eksklusif. Para peneliti di Microsoft baru-baru ini menyadari bahwa server seharusnya juga bisa dipasang di bawah laut kalau kabel saja bisa berfungsi di sana.

Pada 2015, Microsoft menghubungkan langsung server ke kabel yang ada di bawah lepas pantai California. Alasannya sederhana saja: server tidak akan kepanasan karena ada di bawah air. Sebagian besar server internet dipasang di server farm yang terisolasi dan tertutup oleh daratan, dan menyedot 2-3 persen listrik di dunia setiap tahunnya. Sebagian besar tenaga listrik itu digunakan untuk pendinginan.

Pada 2011, hampir seluruh bagian Armenia kehilangan akses internet ketika seorang perempuan Georgia yang sedang mencari besi tua tidak sengaja menggali jalur kabel serat optik. Seperti kebanyakan jenis infrastruktur, kalian baru akan menyadari keberadaannya kalau rusak. Terutama ketika ada hubungannya dengan internet. Kita mudah lupa betapa kompleks dan rentannya jaringan internet yang kita gunakan setiap hari.

Pastikan kamu menyimpan data penting di hard drive kalau tidak mau hilang begitu saja ketika jaringan internet rusak.

Artikel ini pertama kali tayang di GARAGE