Mendag Jepang Mundur Karena Kirim Hadiah Buah-Buahan Mahal Buat Pendukungnya

Suragawa dituduh “menyogok” pendukungnya dengan uang duka saat mereka berkabung.
29.10.19
Mantan menteri perdagangan Jepang Isshu Sugawara
Foto oleh Toshifumi Kitamura / AFP

Politikus Jepang tak diizinkan memberi hadiah kepada pendukungnya, baik itu dalam bentuk uang maupun yang lainnya. Menteri Perdagangan Isshu Sugawara, 57, melepas jabatannya pada 25 Oktober setelah dituding menghadiahkan pemilihnya buah-buahan.

Kabar Sugawara menyogok konstituennya di Tokyo dengan benda mahal seperti melon, jeruk, kepiting dan royal jelly menguak dua bulan setelah terpilih. BBC News melaporkan perbuatannya ini dikritik melanggar kebijakan pemilihan Jepang.

Hukum pemilihan umum di Negeri Sakura melarang politikus menghadiahkan atau menyumbang konstituen di daerahnya.

Dilansir majalah mingguan Jepang Shukan Bunshun pada 17 Oktober, Sugawara juga dituduh memberikan uang duka cita sebanyak 20.000 yen (Rp2,5 juta) kepada pendukungnya yang sedang berkabung. Dia juga dikabarkan memberi karangan bunga ke beberapa keluarga tahun ini.

Bukti foto menunjukkan Sugawara sedang membungkuk dan menyerahkan amplop berisi uang saat melayat, daftar hadiah yang diduga dikirim kantornya, dan daftar surat ucapan terima kasih dari pemilih.

Pada Jumat, Sugawara memberi tahu awak media masih mengonfirmasi apakah tindakannya melanggar hukum. Namun, dia akhirnya memutuskan mundur akibat tekanan dari oposisi.

“Saya tak ingin permasalahan ini memperlambat parlemen dalam membuat keputusan,” ujarnya.

Perdana Menteri Shinzo Abe bahkan sampai melayangkan permintaan maaf kepada publik, “Saya turut bertanggung jawab karena telah menunjuk beliau [sebagai menteri]. Saya mohon maaf sebesar-besarnya kepada rakyat Jepang.”

Menurut Japan Times, Sugawara akan didenda 500.000 yen (Rp64 juta) jika terbukti melanggar Undang-Undang Pemilihan Pejabat Pemerintah. Dia mengundurkan diri pada saat genting, di mana hubungan dagang Jepang dan Korea Selatan tak kunjung membaik.

Tokyo memperketat pengaturan ekspor pada produk-produk yang dibutuhkan pekerja Korea Selatan, sebelum menyingkirkan mereka dari daftar negara yang memenuhi syarat jalur cepat. Keputusan ini diambil setelah Korea Selatan mendesak Jepang untuk memberikan kompensasi kepada buruh mereka yang dipaksa bekerja di tambang dan pabrik perangnya.

Abe dan Perdana Menteri Korea Selatan Lee Nak-yon menyepakati pentingnya kerja sama pada Kamis. Mereka berusaha memperbaiki hubungan yang rusak dari perselisihan dagang dan sejarah.

Mantan menteri revitalisasi Hiroshi Kajiyama menggantikan posisi Sugawara pada Jumat.

Follow Lia di Twitter dan Instagram.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE ASIA.