Film

Panduan Lengkap Buat Orang Awam Sebelum Nonton ‘Avengers: Infinity War’

Kalian dipaksa nonton ke bioskop sama fans Marvel akhir pekan ini? Atau tergoda lihat timeline medsos ngomongin Avengers melulu? Tenang. Tak perlu khawatir dianggap cupu, asal baca panduan dari VICE.
27.4.18
Image courtesy of Disney. 

Kamu mungkin sudah siap lahir batin antre dari mulai beli tiket sampai masuk teater bioskop terdekat, demi menonton film terbaru dari dunia sinematik Marvel (seringnya dijuluki MCU). Kamu mungkin bukan penggemar fanatik, atau penonton ala-ala doang. Kamu nonton karena lagi rame bahas Avengers: Infinity War. Lalu kamu mulai panik, karena sebenarnya enggak terlalu peduli sama cerita superhero gebuk-gebukan. Kamu takut dikatai "noob" sama sobatmu yang ngerasa paling ngerti soal MCU. Santai. Mengingat banyaknya film superhero Marvel yang dirilis sepanjang satu dekade terakhir (sudah sampai 19 film lho), sangat wajar jika banyak plot-plot mengenai para jagoan kita ini yang terlewatkan. Penggemar Marvel aja kadang harus googling untuk mengingat beberapa detail plot atau tokoh, apalagi bagi yang awam.

Iklan

Hal lain yang ngeselin adalah kamu pasti kenal minimal satu orang dari lingkaran pertemanan yang dua hari terakhir enggak berhenti ngomongin film Avengers terbaru. Dia bikin hype-nya kayak udah disponsori sama Marvel. Kalian mungkin juga punya kenalan yang berulang kali mengunggah status di semua sosmednya memohon “no spoiler!” Ada juga barangkali temanmu yang betulan menggemari komik Marvel (dan tahu garis besar plotnya), tapi mereka tak akan banyak menolong. Mereka terlalu malas menjelaskan semuanya dari awal ke kamu si orang awam cupu. Makanya, kalau kalian merasa cupu, cuma tahu sedikit-sedikit soal dunia Marvel tapi enggak pengin ketinggalan film yang lagi trending banget itu, VICE siap membantu. Berikut beberapa cerita latar belakang yang pasti akan membantumu memahami konflik Infinity War. Perlu diingat, informasi dalam panduan didasarkan pada komik, sumber paling sahih mitologi Marvel. Bagaimanapun Infinity War adalah adaptasi, pasti ada perubahan. Belum tentu semua informasi yang kami berikan benar-benar muncul dalam filmnya.

Kenapa superhero pada perang sih? Ini perang gara-gara apaan?

Avengers: Infinity War adalah pertarungan aliansi para pahlawan Bumi bersama galaksi lain, melawan alien ungu raksasa bernama Thanos. Si Thanos ini dibantu grup kriminal lintas galaksi, bernama The Black Order. Geng Thanos ingin menghancurkan separuh penduduk dunia dan membutuhkan beberapa batu ajaib (disebut infinity stones) agar bisa mencapai tujuan keji tersebut. Kelompok pahlawan di bawah bendera Avengers, mereka yang pahlawan tapi non-avengers, Black Panther si Raja Wakanda, dan penyihir independen penjaga bumi Doctor Strange, sepakat bekerja sama menghentikan upaya jahat Thanos. Intinya, satu pihak berusaha menghancurkan setengah alam semesta, sementara pihak lain berusaha menggagalkan misi jahat tadi.

Iklan

Si raksasa ungu ini siapa?

Kalau kamu sempat melihat poster film Avenger terbaru, atau pernah nonton film-film MCU sebelumnya, kamu pasti familiar sama sosok alien ungu berkepala gundul ini. Thanos adalah sosok yang arogan dan besar mulut. Masalahnya dia juga enggak modal bacot doang. Thanos betul-betul punya kemampuan menghancurkan dunia seisinya. Jim Starlin, pencipta karakter Thanos di serial komik Marvel, mendeskripsikan sang penjahat besar lintas galaksi tadi sebagai berikut:

“Thanos adalah seorang filsuf amoral. Dia bukan sang Iblis, biarpun kadang sang iblis berdiri di sampingnya.”

Thanos adalah anak dari dua individu yang kekal—atau dalam bahasa Marvel, manusia evolusioner yang membantu menciptakan manusia. Dia adalah seorang titan dengan masa kecil yang traumatis. Intinya, saking kuatnya orang tua Thanos, mereka bahkan tidak bisa menjalankan tugas sebagai orang tua sewajarnya. Ibunya, Sui-San, agak gila, berusaha membunuh Thanos karena dia lahir dengan wajah buruk rupa. Ayahnya bahkan tidak pernah hadir dalam hidupnya. Jadi enggak heran dong, kalau Thanos kesulitan mempercayai orang lain? Ini juga asal muasal kenapa dia ingin menghancurkan alam semesta.

Tunggu dulu, saya juga kadang enggak akur sama orang tua, tapi enggak sampai pengin menghancurkan dunia tuh. Beneran gitu doang masalahnya si Thanos?

Gini bung dan nona. Sejak kecil, Thanos sudah sering mendengar bisikan-bisikan dari Mistress Death, yang manas-manasin dia kayak pemandu sorak gila soal kebutuhan menghancurkan dunia. Mistress Death adalah alien perempuan kurus yang hobi mengenakan kerudung. Trauma pengabaian yang dialami Thanos, ditambah hobinya membunuh dan menghancurkan dimanfaatkan oleh Mistress Death. Thanos diyakinkan kalau satu-satunya yang bisa mencintai sang titan secara tulus dan menerima dia apa adanya ya si Mistress tadi.

Tentu saja, sama seperti hubungan tidak sehat lainnya, kasih sayang antara mereka bedua ini ada harganya: muncul obsesi dari Thanos buat menghancurkan separuh penghuni alam semesta. Gak kebayang, lah kalau Thanos diancam bakal di-friendzone sama Mistress, dia mungkin akan langsung menghabiskan satu alam semesta kali ya.

Iklan

Lantas, apa yang dilakukan Thanos agar keinginannya menghancurkan dunia tercapai?

Si alien ungu ini tentunya butuh tenaga luar biasa agar bisa menyelesaikan ambisi tersebut. Makanya, sejak lama dia berusaha mendapatkan enam batu permata kuno yang disebut Infinity Stones. Batu-batu ini diciptakan oleh sebuah makhluk luar biasa kuat yang kesepian pada satu hari dan memutuskan untuk bunuh diri, memecah dirinya menjadi enam bagian yang berbeda. (Itu versi komik. Kalau di film, ceritanya alam semesta sinematik Marvel terbentuk sesudah Ledakan Besar. Akibat ledakan tadi enam kekuatan elemen terpencar ke seluruh galaksi.) Thanos mencari enam batu ajaib tadi dan menyimpannya dalam sebuah sarung tangan khusus demi mengendalikan kekuatan batu-batu tersebut—seperti fungsi roda kemudi dalam sebuah mobil.

Apa saja memang kekuatan batu-batu tadi? Sekarang yang punya batu siapa saja?

Wah, agak panjang ceritanya. Tapi gapapa deh. Begini penjabarannya:

The Mind Stone:
Mind Stone muncul di kedua film Avengers sebelumnya. Pertama kali, dia muncul di tongkat pengendali pikiran Loki (Tom Hiddleston) di The Avengers dan di Avengers: Age of Ultron. Kemudian nantinya, Mind Stone juga terlihat berada di dalam dahi sebuah robot hidup, Vision, setelah batu tersebut membantu menciptakan sebuah kecerdasan arfisial mematikan bernama Ultron.
Kekuatannya: memberi pemiliknya kemampuan mengontrol pikiran, energi, dan proyeksi astral, selain telekinetik dan kekuatan telepati.

The Space Stone:
Batu ini pertama kali muncul di film The Avengers dan muncul juga di film-film Captain America lewat bentuk Tesseract (rubik biru menyala yang kokoh untuk menyimpan batu tersebut). Loki (saudara tiri Thor dan sempat jadi antek Thanos) adalah karakter jahat yang pertama kali menggunakannya dalam membuka pintu gerbang dari dunia lain, buat menginvasi planet Bumi di The Avengers. Batu ini kemudian disimpan di kubah Odin (istana Ayah Thor) atas alasan keamanan.
Kekuatannya: membuka jembatan dari satu dunia ke dunia lain, ya semacam pintu kemana sajanya Doraemon lah

Iklan

The Power Stone:
Pertama kali muncul di Guardians of the Galaxy, batu ini digunakan oleh Ronan (Lee Pace), sebelum dicuri dari Star-Lord (Chris Pratt) dan Guardians. Saat ini, Nova Corps (polisi intergalaktik) memilikinya.
Kekuatannya: Pengen liat Superman KW dalam Alam Semesta Marvel? Inilah jawabannya. Kalau kamu demen jogging, setelah menggunakan batu ini kamu otomatis jadi pelari cepat Olimpiade. Kalau kamu biasa angkat besi 20 kilogram, dengan batu ini, kamu bisa mengangkat 500 kilogram. Power Stone memiliki kemampuan mendorong kekuatan, mulai dari kekuatan batu-batu lainnya, hingga duplikasi kemampuan fisik manusia super lainnya.

The Reality Stone:
Dikenal sebagai Aether kalau di film Thor: The Dark World. Batu ini berhubungan dengan materi gelap (artinya, dia tidak berinteraksi dengan cahaya, tidak bisa dilihat, dan sulit dideteksi). Saat ini, batu tersebut sedang dikuasai The Collector (Benicio Del Toro), yang hobinya mengoleksi barang dari seluruh galaksi.
Kekuatannya: Reality Stone adalah batu terkuat dibanding batu-batu lainnya. Batu ini bisa memanipulasi kenyataan hanya lewat pikiran. Apabila Thanos ingin menikahi Mistress Death (katakanlah), dia bisa mewujudkannya dengan mudah. Orang lain tidak akan bisa mendeteksi perubahan, menerka kapan ini akan terjadi. Thanos benar-benar bisa melenyapkan separuh alam semesta lewat jentikan jarinya dengan batu tersebut (tindakan gini sudah dilakukan Thanos dalam buku komik).

Iklan

The Time Stone:
Batu ini bersarang di Eye of Agamotto (kalung milik seorang ahli sihir yang kuat) dari Doctor Strange penyihir yang secara independen menjaga bumi (tanpa gabung ke Avengers). Batu ini membuat Strange, mantan dokter bedah itu, bisa membolak-balikkan waktu dan membengkokkan kenyataan.
Kekuatannya: Sesuai namanya, Time Stone mengendalikan waktu dalam ruang yang luas atau sempit. Waktu bisa diputar balik, dipercepat, diperlambat, tergantung keinginan pemilik batu. Di buku komik, Thanos sempat berseteru dengan sebuah makhluk astral, dan membuat lawannya satu miliar tahun lebih tua, sebelum mengubahnya menjadi bayi.

The Soul Stone: Satu-satunya batu ajaib yang belum muncul dalam film Marvel manapun dan kita tidak tahu siapa pemiliknya.
Kekuatannya: Soul Stone bisa menyerap jiwa seseorang, dan mencuri pengetahuan korbannya. Gak bisa lagi tuh, nyimpen-nyimpen rahasia.

Memangnya Thanos ini enggak punya kelemahan? Gimana caranya para jagoan super menghentikan ambisi jahat si alien ungu?

Infinity Gauntlet (1991) | via Wikipedia Commons.

Makanya cerita ini seru. Para jagoan Bumi gak akan bisa sendirian mengalahkan Thanos. Ketika seri Infinity Gauntlet pertama kali dirilis pada Desember 1991, seri ini langsung sukses keras karena ada asumsi bahwa para jagoan akan tumbang. Ini belum pernah dilakukan dalam skala besar seperti ini. Memang, akhirnya setengah alam semesta baik-baik saja, tapi bayangkan menjadi penggemar saat itu dan was-was menunggu edisi berikutnya, tidak tahu apakah Thor, Captain America, Spiderman, dan Iron Man akan mati selamanya. Dalam Semesta Marvel, setiap jagoan yang pernah muncul, mulai dari Black Panther (Chadwick Boseman), hingga Ant-Man (Paul Rudd) bergabung untuk mengalahkan Thanos, dibantu ramalan dari Gamora (Zoe Saldana), putri dari Thanos.

Cerita ruwet rebutan batu ini idenya siapa sih?

dari kiri ke kanan, Jim Starlin dan Mike Friedrich. | via Wikipedia Commons.

Seperti kebanyakan komik superhero AS lainnya, seri Infinty War diciptakan oleh lelaki kulit putih. Jim Starlin dan Mike Friedrich-lah yang menciptakan Thanos dan plot soal Infinity Wars. Menurut Jim Starlin, dia tadinya berusaha mengesankan seorang perempuan lewat permainan kata cerdas dengan cara mengikuti kelas psikologi, tapi justru akhirnya tertarik dengan konsep Freudian, Thanatos—obsesi manusia dengan kematian dan kehancuran. Jadi bahkan sebelum mulai menulis, Starlin sudah memiliki ide-ide tentang seorang villain penghancur alam semesta bernama Thanos. Karakter ini akhirnya menjadi nyata pada Februari 1973, sebelum seri buku komik enam bagian The Infinity Gauntlet dirilis, yang menjadi dasar cerita Avengers: Infinity War.

Supaya bisa paham plotnya, perlukah saya nonton 18 film Marvel lainnya?

Saya tidak punya waktu untuk membikin ringkasan semua film MCU sebelumnya—karena ya sudah ada 18 film tayang sebelum ini. Sebaiknya kamu paham mengenai perang saudara antara Captain America dan Iron Man perihal pengaturan individu-individu dengan kekuatan super oleh pihak pemerintah. Ini tentunya, membagi para jagoan ke dua kubu: mereka yang mendukung ide pendaftaran manusia super, dan yang tidak. Kalau kamu ingin menggali lebih dalam, silakan pergi ke Wikipedia atau YouTube semua film ini berdasarkan urutan kronologisnya:

Iron Man (2008)
The Incredible Hulk (2008)
Iron Man 2 (2010)
Thor (2011)
Captain America: The First Avenger (2011)
The Avengers (2012)
Iron Man 3 (2013)
Thor: The Dark World (2013)
Captain America: The Winter Soldier (2014)
Guardians of the Galaxy (2014)
Avengers: Age of Ultron (2015)
Ant-Man (2015)
Captain America: Civil War (2016)
Doctor Strange (2016)
Guardians of the Galaxy Vol. 2 (2017)
Spider-Man: Homecoming (2017)
Thor: Ragnarok (2017)
Black Panther (2018)

Terus kenapa banyak teman saya semangat banget nonton film ini?

Setelah sepuluh tahun membangun jalan cerita alam semesta Marvel, penggemar akhirnya bisa menonton beberapa jagoan mereka mati mengenaskan dan mungkin tidak akan pernah melihat karakter-karakter itu lagi selama-lamanya. (Kontrak aktor maupun aktris di film Marvel rata-rata juga sudah tidak lama lagi). Kurang seru apa coba?

Follow Noel Ransome (tapi jangan ajak bahas spoiler Avengers) di Twitter.