Mumi Mesir Kuno

Sarkofagus Mesir Berusia 2000 Tahun Akhirnya Dibongkar, Sempat Lama Tak Disentuh Akibat Isu Kutukan

"Untungnya kami belum kena kutukan apa-apa tuh,” kata salah satu perwakilan pemerintah Mesir. Hmm....
20.7.18
Image: AFP PHOTO/HO/EGYPTIAN MINISTRY OF ANTIQUITIES

Pihak berwenang Mesir membuka sarkofagus berusia 2.000 tahun yang masih dalam keadaan terkunci Kamis lalu (6/20). Artefak purba itu sendiri telah menjadi perbincangan di media sejak ditemukan kota Alexandria pada tanggal 1 Juli lalu.

Menurut artikel yang dimuat Egypt Today, sarkofagus tersebut berisi tiga jasad laki-laki yang dimumikan, salah satunya memiliki cedera di bagian kepala. Sayangnya, ketiga mumi tersebut hancur karena aliran air comberan merembes masuk ke tempat sarkofagus itu disimpan.

Meski demikian, publik masih menanti detail ketiga mumi tersebut karena hingga ini ketiga jasad tersebut masih diteliti oleh sejumlah pakar.

Satu hal yang pasti, mengacu pada keterangan Mostafa Waziri selaku Sekretaris Jenderal Badan Perlindungan Purbakala, tiga sosok yang dimumikan dalam sarkofagus tersebut bukanlah anggota Dinasti Ptolomeus, seperti yang diperkirakan sejumlah pengamat. Kesimpulan ini diperkuat dengan absennya benda-benda berharga dan prasasti. Dinasti Ptolomeus adalah keluarga kerajaan yang berkuasa antara tahun 304 hingga 30 SM, dari zaman Alexander Agung hingga Cleopatra.

Waziri juga menampik desas-desus tentang kutukan yang menyertai sarkofagus tersebut. Kabar tentang kutukan tersebut langsung ramai di internet beberapa saat setelah sarkofagus itu ditemukan. “Sekarang kan, Sarkofagusnya sudah dibuka, tapi kami belum kena kutukan apa-apa tuh,” katanya.

Sarkofagus dengan panjang 2,7 meter, lebar 1,5 meter dan tinggi 1,8 meter ditemukan di lokasi konstruksi di kawasan Sidi Gaber, Alexandria. Seperti temuan arkeologi yang menggiur, apalagi dari Mesir, sarkofagus ini jadi sorotan dunia dan mengundang spekulasi yang spektakuler, kalau tak bisa dibilang berlebihan.

“Arkeologi Mesir adalah cabang arkeologi paling sensasional,” ujar Christopher Monroe, seorang arkeolog dan pakar Kajian Timur Dekat di Cornell. Egyptomania menyenangkan dan membantu perekonomian Mesir. Sayangnya, Egyptomania kerap mengalihkan kita dari penelitian serius tentang masa lalu Mesir.

Jens Notroff, seorang arkeolog di German Archaeological Institute, juga berpendapat serupa. Baginya, sarkofagus dari Alezandaria ini adalah penemuan menarik namun sama sekali bukan suatu yang mencengangkan.

Gubernur Alexandria Mohamed Sultan, ketiga mumi tersebut kini akan dipindahkan ke Museum Nasional Alexandria untuk diteliti lebih lanjut. Sementara Sarkofagusnya sendiri akan dipajang di Museum Militer Mesir.

Artikel ini pertama kali tayang di Motherboard