Covering Climate Now

Andai Sedotan Plastik Dilarang, Ini Dampaknya Buat Bisnis Restoran dan Kafe

Sedotan plastik yang tampaknya tak berbahaya ternyata bisa menimbulkan banyak kontroversi bahkan bisa menjadi perang kebudayaan.
22.9.18
Foto ilustrasi via Getty Images.  

Sedotan untuk membantu manusia minum sudah ada sejak peradaban kuno. Sedotan yang awalnya terbuat dari jerami sekarang sudah bertransformasi menjadi plastik. Sedotan plastik memiliki peranan penting dalam kehidupan sehari-hari (terutama bagi anak kecil, lansia, dan penyandang disabilitas). Bahkan, sekarang sudah banyak ditemukan sedotan yang terbuat dari kertas maupun emas.

Selama ini, kita menganggap sedotan itu sangat berguna dan menyenangkan (bisa digigit-gigit atau untuk mengaduk-aduk es batu). Tak disangka-sangka, sedotan mampu menimbulkan perdebatan yang serius.

Orang-orang dulu sangat bergantung pada sedotan plastik dan tidak pernah mempermasalahkannya. Namun, sekarang banyak pihak yang mulai mempertimbangkan ulang pemakaian sedotan plastik. Apakah kita benar-benar memerlukannya?

Usulan larangan sedotan plastik mulai ramai digaungkan belakangan ini di banyak negara. Suatu saat nanti, kamu mungkin saja tidak lagi menerima sedotan sehabis memesan scotch atau minuman bersoda di bar.

Iklan

"Kalau kita mempertimbangkan jejak karbon yang lebih besar, sedotan tidak begitu berpengaruh bagi lingkungan. Tetapi ada manfaatnya," kata Claire Sprouse, pendiri Tin Roof Community yang memberikan konsultasi dan pendidikan konservasi untuk industri minuman. "Orang-orang mungkin menganggap sedotan sepele, tapi ada untungnya kalau kita membahas soal penggunaan sedotan ini. Itu artinya kita peduli akan isunya. Kamu bisa berdiskusi soal ini kalau mereka pilih sedotan plastik atau tidak."

Gerakan anti-sedotan bukan gerakan kemarin sore. Pemerhati lingkungan sudah lama mengkritik penggunaan plastik yang tidak bisa didaur ulang, terutama benda sekali pakai seperti kantong plastik, six-pack ring, dan sedotan plastik. Pada 2011, Milo Cress yang masih 9 tahun menggagas “Be Straw Free,” kampanye yang mengatakan kalau orang Amerika menggunakan 500 juta sedotan setiap hari. Angkanya banyak dikutip, tetapi tidak ada yang memverifikasinya.

Sejak itu, banyak organisasi seperti Wildlife Conservation Society (WCS) yang menyuarakan larangan sedotan plastik. WCS meminta pengusaha di Amerika Serikat segera menghentikan penggunaan sedotan plastik. Pada 2018, Seattle menjadi kota pertama di Amerika yang [RB1] melarang sedotan plastik (yang kemudian diikuti oleh San Francisco), dan California menjadi kota pertama yang mengeluarkan peraturan distribusinya dengan bar dan restoran.


Tonton dokumenter VICE yang menyoroti bahaya pemakaian plastik tak terkendali bagi planet kita:


Lalu, apa selanjutnya? Sebenarnya akan ideal bila umat manusia bisa mengurangi sampah sedotan plastik. Beberapa kafe atau bar di negara-negara Barat mungkin sudah menemukan alternatifnya. Mengabaikan sedotan tidaklah mudah, apalagi kalau kita meminum minuman yang butuh sedotan. Pelanggan juga sering meminta sedotan meskipun sebenarnya tidak terlalu membutuhkannya. Bahkan, tidak jarang orang menilai kita suka mendiskriminasi penyandang disabilitas kalau tidak punya sedotan.

Alternatif plastik bisa mempersulit hidup orang-orang yang membutuhkan sedotan karena alasan kesehatan. Bar atau kafe yang menyediakan koktail biasanya harus pakai beberapa sedotan untuk setiap minuman karena bartender harus mencicipi koktail saat sedang mempersiapkan minumannya.

Iklan

Pilihan yang tersedia untuk menggantikan sedotan plastik sementara ini masih terbatas.

Pertama, kita harus memahami kalau banyak sedotan plastik polipropilena yang dapat didaur ulang. Sayangnya, restoran yang ramai tidak punya banyak waktu untuk menyortirnya. Namun, kita bisa berasumsi kalau sedotan yang dibuang ke tempat sampah plastik sering dipungut kembali di pinggir jalan (tergantung sistem pengolahan limbah di daerahmu).

“Sekitar 40 persen benda yang bisa didaur ulang akan sampai ke fasilitas daur ulang sampah,” kata Sprouse. “Di New York, sedotan dan kantong plastik bermasalah untuk fasilitas daur ulang karena terlalu ringan sehingga tidak sampai didaur ulang. Plastik-plastik ini biasanya menghambat mesin atau berterbangan di sekitar fasilitas.”

Langkah terbaik yaitu menggunakan sedotan plastik yang dapat digunakan kembali, seperti yang dijual di Cocktail Kingdom. Sedotannya sama-sama terbuat dari plastik, tapi bisa dicuci untuk digunakan lagi. Sedotan plastik biasa cenderung sulit dibersihkan karena kecil dan ringan. Kelebihan sedotan Cocktail Kingdom ini lebih berat dari sedotan sekali pakai.

Sedotan plastik yang dapat digunakan kembali jauh lebih murah dari sedotan logam yang sudah ada selama lebih dari satu abad (dan sekarang tersedia dalam berbagai bahan, seperti kaca yang kuat). Sedotan semacam ini sangat mahal, dan kamu hanya akan menemukannya di bar-bar mahal (dan seringnya sedotan ini bakalan diambil oleh pelanggan).

Demi kampanye anti-sedotan ini, banyak restoran dan bar yang menggunakan sedotan sekali pakai yang terbuat dari bahan “ramah lingkungan”, yang kebanyakan berasal dari “bioplastik” atau resin organik. Banyak dari sedotan ini yang dijual sebagai sedotan yang bisa terurai ke dalam tanah. Ada benarnya, tetapi seringnya melalui layanan pengomposan komersial, yang tidak tersedia secara luas di AS. Sistem pengomposan di rumahmu tidak akan bisa melakukannya, dan kebanyakan sedotannya berakhir di TPA (atau lebih buruk lagi di lautan). Penguraian sedotan ini butuh lima tahun.

Walaupun begitu, masih ada sedotan kertas yang berkualitas. Aardvark Straws yang dimiliki oleh Precision Products, yang sejarahnya bisa ditelusuri kembali sampai sedotan kertas pertama di AS. Gerakan anti-sedotan plastik sangat menguntungkan bisnis sedotan kertas, terutama sedotan heavy-duty Aardvark. Permintaan pasar untuk sedotan kertas sangat tinggi. Selain itu, ada juga perusahaan yang memproduksi sedotan dari limbah alpukat dan gandum. Beberapa bar koktail juga sudah mulai menggunakan pasta panjang berbentuk tabung untuk mencicipi koktail.

Sebagian besar orang setuju kalau penggunaan sedotan itu penting tapi berlebihan. Bar-bar dan restoran seharusnya mengendalikan pemakaiannya. Kita mungkin tidak bisa menghentikan penggunaan sedotan, tapi bukankah enak juga kalau bisa minum highball tanpa merasa bersalah? Kabar baiknya, kita bisa bahas apa langkah selanjutnya. Kabar buruknya, highball adalah minuman yang paling pas untuk menyaksikan bumi yang hancur secara perlahan-lahan.

Artikel ini pertama kali tayang di MUNCHIES