Teori Konspirasi

Ada Konspirasi Sebut Bayi Pangeran Harry-Meghan Markle Lahir Dua Minggu Sebelum Diumumkan

Kegilaan seputar sosok pangeran baru kerajaan ini dimulai dari kolom komentar di sebuah situs berita paling kontroversial di Inggris.
14.5.19
Konspirasi Sebut Bayi Pangeran Harry-Meghan Markle Lahir Dua Minggu Sebelum Diumumkan
Foto kelahiran bayi baru anggota kerajaan Inggris oleh: Dominic Lipinski / WPA Pool / Getty Images 

Di dunia yang ideal, Keluarga Kerajaan Inggris itu tidak pernah ada. Sehingga masyarakat enggak perlu repot-repot ngomongin tentang bayi Duchess of Sussex yang baru lahir. Tapi realitanya, sama seperti obsesi Prabowo jadi presiden ataupun isu perubahan iklim, Royal Family selalu ada. Itulah sebabnya saya menulis tentang mereka sekarang, meskipun sebenarnya enggan.

Duchess of Sussex Meghan Markle baru saja melahirkan putra pertamanya, Archie Hamilton Mountbatten-Windsor, pada 6 Mei lalu. Masalahnya, apa benar persalinannya terjadi hari itu? Sebab, beberapa orang rasis telah mengembangkan teori konspirasi yang menuduh bahwa Markle sebenarnya melahirkan dua minggu sebelumnya. Menurut mereka, sang Duchess sengaja mengaku anaknya baru lahir saat melakukan foto keluarga di Istana Windsor.

Iklan

Ini bukan satu-satunya teori konspirasi yang menimpa House of Windsor. Teori ini enggak sekonyol Pangeran William pernah ganteng dan Pangeran Harry berjasa di Perang Iraq. Akan tetapi, ini sama gilanya seperti Diana yang tewas dibunuh, atau James Hewitt adalah ayah kandung Harry.

‘Misteri’ tanggal lahir Archie adalah lanjutan dari serangkaian tudingan rasis yang diarahkan kepada Markle. Sebagai satu-satunya anggota kerajaan yang berdarah campuran, Markle dituduh sebagai seorang scammer yang ingin masuk ke kalangan House of Windsor. Tujuannya? Agar dia bisa menipu semua orang Inggris.

Teori konspirasi terbaru ini mulai menarik perhatian publik setelah media-media seperti Daily Mail melaporkan ada perbedaan antara pengumuman dari Istana Kensington, yang menyatakan bahwa Markle telah “bersalin” saat jam makan siang pada 6 Mei, dan laporan berikutnya bahwa sang Duchess melahirkan di sebuah rumah sakit swasta London pada pukul 5.26 pagi di hari yang sama.

“Kalau memang Duchess melahirkan pada 5.26 pagi, lalu kenapa mereka merahasiakannya selama lebih dari delapan jam?” tanya Daily Mail. “Kenapa pengumuman pertamanya bilang dia lahiran di siang hari, padahal bayinya sudah keluar?” Jawabannya gampang saja sebenarnya. Mungkin saja mereka kepingin menghabiskan waktu bersama bayinya sebelum menghadapi sorotan media, ya kan? Tapi yah… Surat kabar bakalan sepi pembaca kalau menjelaskan itu. Jadilah, mereka mulai mengada-ada.

Iklan

Pembenci Markle di internet segera mencari alasan untuk menjelaskan ketidakkonsistenan ini. Ada yang percaya kalau dari awal si Megan sebenarnya enggak hamil, tetapi dia menggunakan jasa ibu pengganti dan mengenakan perut palsu selama masa ‘kehamilannya’. Terus ada yang yakin bahwa Markle sudah melahirkan berminggu-minggu lalu, dan bayi yang difoto pers dunia sebetulnya sudah berusia dua minggu. (Secara spesifik, penganut teori konspirasi menegaskan bahwa Harry membahas wajah bayinya sudah banyak berubah selama dua minggu pertama, yang menurut mereka berarti dia sudah menghabiskan beberapa hari bersama bayi barunya sebelum mengumumkan kelahirannya.)

"Menurutku aneh sekali pas dia bilang wajah bayinya berubah setiap hari dan ‘siapa tahu’…" demikian komentar salah satu pembaca Daily Mail. "Aku melihat si MM tampak gelisah dan gugup. Harry sudah mulai ketularan perilaku suka ngibul Meghan. Kasih tuh si Harry, semuanya pada suka sama dia sebelum dia menikahi cewek sombong ini," tulis netizen lainnya.

Padahal tak ada salahnya berasumsi kalau Harry — yang baru saja menjadi seorang ayah dan pasti kekurangan tidur — salah ngomong, tapi bagi kubu anti-Markle, lebih mudah untuk berasumsi ada perilaku sabotase. (Royal Family mana sanggup menghadapi semua konspirasi ini!) Namun, bagi sebagian masyarakat Inggris, Megan tampaknya mampu ‘menghilangkan’ seorang bayi, membuat keluarga kerajaan menurutinya, dan memaksa Harry berhenti memburu binatang. Kesannya, rakyat Inggris lebih membenci Meghan Markle ketimbang para koruptor. Sudah jelas, karena Meghan satu-satunya anggota keluarga kerajaan berdarah campuran dan sering diserang pers. Alasannya pun sederhana: rasisme.

Iklan

Bukan Meghan Markle yang menipu Royal Family, justru mereka lah yang penipu! Keberadaan mereka secara harfiah didanai warga Inggris! Kritik terhadap Megan selalu berfokus pada penolakannya untuk berpartisipasi dalam tradisi yang mengelilingi kelahiran anggota keluarga kerajaan. Contohnya, berdiri di depan rumah sakit hanya beberapa jam setelah melahirkan, tersenyum kepada media, atau merilis detail-detail medis kepada tabloid yang langsung akan mengkritiknya.

Setelah Meghan hadir di British Fashion Awards Desember lalu, dia dikritik karena terlalu sering memegang perutnya. Mungkin karena warga Inggris membayar pajak, mereka merasa berhak mengintip kehidupan keluarga Kerajaan. Mereka tak peduli dengan privasi. (Duchess of Cambridge, kakak ipar Meghan yang berkulit putih, tak pernah disalahkan untuk apa pun, dan sering dianggap sebagai versi baiknya Meghan Markle).

Terserah kamu kalau percaya Royal Family enggak ada tempatnya di dunia modern. Tapi kalau kamu bilang Meghan Markle menipu keluarga kerajaan, yang sendirinya merupakan penipu institusional kelas dunia, mendingan kalian berhenti saja deh.

Follow penulis artikel ini di akun @thedalstonyears

Artikel ini pertama kali tayang di VICE UK.