Indonesia Bakal Punya Alarm Sahur Termahal: Jet F-16 Seharga Rp1,3 Triliun

TNI Angkatan Udara berniat mengulang tradisi Ramadan menerbangkan jet tempur di Jatim, Jateng, dan DIY untuk membangunkan orang sebelum santap sahur. Wacana ini mengundang pro-kontra.
9.5.19
Indonesia Punya Alarm Sahur Termahal: Jet Tempur F-16 Seharga Rp1,3 Triliun
Ilustrasi oleh Farraz Tandjoeng.

Bagi mereka yang menjalankan ibadah puasa Ramadan, akan ada satu ritual yang mustahil terlewatkan: santap sahur, alias makan dan minum pada dini hari menjelang Subuh. Kalian mungkin jarang tarawih, gagal khatam Al Quran, tapi mustahil ogah-ogahan sahur sebelum menahan lapar dan haus. Masalahnya, tidak semua orang punya kemampuan bangun hanya mengandalkan alarm ponsel. Apalagi kalau kalian mahasiswa atau anak kos yang tak punya sobat/pacar buat membangunkan sahur. Kasihan…

Untung ada "kabar gembira", terutama jika kalian tinggal di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Kalian punya pengganti tombol snooze: deru mesin jet tempur F-16 senilai Rp1,3 triliun meraung di udara.

Akun Twitter resmi Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara mengabarkan bakal menggelar operasi khusus selama Ramadan 2019. Yakni membangunkan orang sahur dengan menerbangkan pesawat tempur seri F-16 dan T50i di rute yang melewati tiga provinsi padat penduduk Pulau Jawa. Konon, kegiatan ini sudah pernah dilakukan TNI AU tahun lalu.

Caranya bagaimana?

Pilot jet AU akan diminta terbang rendah, tak sampai 1 kilometer di atas perumahan penduduk, lalu mengaktifkan mode afterburner. Dengan begitu suara jet akan sangat menggelegar. Percayalah, kalian akan merasa langit bakal runtuh menimpamu saat jet sekelas F-16 melintas di atas bangunan kosmu.

Rupanya, niat baik TNI AU ini mengundang pro-kontra. Tidak semua orang sepakat alutsista itu layak dipakai untuk kepentingan ibadah umat tertentu. Suara bising dari deru pesawat itu berpotensi mengganggu warga yang beragama selain Islam. Keberatan turut diungkapkan netizen muslim.

Tapi ada juga yang menganggap gagasan TNI AU ini bermanfaat. Sesuai deskripsi sebelumnya, anak kos jadi yang bulan puasa tahun lalu sudah mengalaminya sendiri cukup diuntungkan karena terbangun mendengar suara gemuruh keras di langit.

Saat dikonfirmasi terpisah, TNI AU mengklaim penerbangan jet tempur saat momen sahur dilakukan bukan hanya untuk "membangunkan warga sipil yang hendak berpuasa". Mereka menolak jika gagasan ini dianggap pemborosan uang pajak rakyat. Terbang dini hari dipilih karena jadi momen latihan terbang ideal bagi pilot AU. Hal tersebut disampaikan juru bicara TNI Angkatan Udara, Kolonel Sus M Yuris, saat diwawancarai Kompas.com.

"Misi utama bukan untuk membangunkan sahur, tapi maintain kemampuan terbang malam atau subuh bagi para penerbang TNI AU," ujar Yuris. "Jadi terbang subuh dan membangunkan masyarakat untuk sahur adalah combined mission."

Selain alasan taktis, pilot AU muslim yang menjalankan puasa tidak diperkenankan menerbangkan pesawat lewat dari pukul 10.00 pagi, sesuai rekomendasi tim medis. "Karena lewat dari waktu itu, kadar gula darah sudah menurun dan tidak fit untuk terbang kecuali membatalkan puasa jika diperlukan," imbuhnya.

TNI AU mengaku masih membahas kapan jadwal terbang saat sahur mulai dilakukan Ramadan tahun ini.

Jadi, kalian masuk yang setuju atau tidak dengan rencana TNI mengaktifkan alarm sahur termahal sepanjang sejarah Indonesia ini?