10 Pertanyaan Penting

10 Pertanyaan yang Ingin Kamu Tanyakan Pada Seorang Nudis

Ada banyak orang di dunia ini yang memilih gaya hidup telanjang, disebut naturis. Kenapa mereka berani keluar rumah tanpa sehelai benangpun? Berikut jawaban salah satu pelakunya.
2.8.17
Foto dari arsip pribadi Danny

Artikel ini pertama kali tayang di VICE Netherlands. Penulis: Melisa Can

Telanjang barangkali salah satu kegiatan paling alamiah sekaligus paling bikin rikuh bagi manusia. Bagi sebagian besar umat manusia, berkeliaran tanpa penutup tubuh—alias telanjang bulat sampai semua bagian tubuh kelihatan—di hadapan orang lain butuh keberanian ekstra, rasa percaya diri tinggi, dan sikap masa bodoh tingkat dewa. Salah satu kelompok yang punya semua syarat di atas adalah para naturis atau lebih umum kita kenal sebagai nudis. Kedua istilah ini (meski sebenarnya nudisme lebih merujuk pada "aksi bertelanjang bulat" sementara "naturisme" adalah sebuah gaya hidup) bermuara pada satu hal yang sama: nongkrong telanjang barang bersama-sama. Kaum Naturis menyakini menutup aurat dengan baju sama saja buang-buang waktu. Danny, pria 34 tahun asal Amsterdam, berkali-kali mengunjungi pantai dan bumi perkemahanan naturis, sejak dia bisa berjalan. Alhasil, setiap lekuk tubuh Danny—termasuk alat vitalnya— terbiasa dengan panasnya sengatan matahari dan sejuknya tiupan angin. Danny merasa biasa saja melepas semua bajunya di depan orang lain. Saya menemui Danny guna memahami seperti apa rasanya hidup sebagai seorang naturis.

VICE: Kenapa kamu memilih menjadi seorang naturis?
Danny: Aku jadi seorang naturis sejak aku bisa mengingat. Ayah dan ibu mengajakku pergi ke bumi perkemahan naturis pertama kali ketika aku baru genap berusia tiga tahun. Ternyata, itu juga kali pertama mereka ke sana. Mereka sangat menyukai pengalaman pertama mereka sampai memutuskan bakal menghabiskan tiap liburan musim panas di bumi perkemahan itu yang terletak di wilayah timur Perancis. Aku sih waktu itu enggak bisa membedakannya—rasanya sama saja telanjang di pantai, di laut dan di tempat perkemahan. Apa sih enaknya jalan-jalan telanjang bulat?
Saat kamu telanjang bulat, tak ada aturan lagi. Memakai baju tiap hari adalah hal yang normal. Padahal, ada aturan acak yang diam-diam kita patuhi. Dan ini tak cuma dirasakan oleh aku—setiap orang yang aku ajak ke pantai dan perkemahan naturis kelihatannya sangat menikmati rasa bebas ketika mendobrak aturan tersebut. Ada semacam kenikmatan alamiah dan primitif yang kamu rasakan dari berjalan-jalan tanpa selembar baju dan celana, di antara orang-orang yang sama-sama telanjang. Ketika kamu dikelilingi orang-orang yang telanjang, pernah kepikiran buang muka karena rikuh ga? Misalnya, saat berpaspasan dengan orang lanjut usia?
Enggak dong. Enggak sama sekali. Menurutku orang telanjang itu indah sekali. Terutama mereka yang sudah lanjut usia, seperti perempuan berusia 80 tahunan. Mereka keliatan sangat alami dan indah ketika berjalan-jalan telanjang daripada saat mereka maksa pakai bikini. Persiapan mental macam apa yang harus kulakukan jika ingin pergi ke pantai naturis untuk pertama kali?
Karena aku sudah biasa, aku kesusahan memberitahu orang lain apa yang harus mereka persiapkan. Pengalaman meliha orang lain telanjang bulat sepanjang hari itu susah dijelaskan. Tapi, kalau keukeuh minta nasihat, mungkin kamu harus melakukannya pelan-pelan. Pertama-tama pakai handuk dulu saja dalam kunjungan pertamamu. Apa sisi negatifnya telanjang seharian? Enggak takut ada serangga masuk ke lubang-lubang pribadimu?
Enggak kok. Risiko terbesar dari telanjang seharian adalah bokongmu bakal hitam karena terbakar sinar matahari. Pastikan kamu pakai cukup pakai sunscreen di setiap jengkal tubuhmu—terutama "di bawah sana." Pantatmu belum terbiasa terpapar sinar matahari. Pantatmu hampir pasti memerah di hari kedua. Bahkan, kamu bisa tahu seseorang masih newbie dalam komunitas naturis hanya dengan melihat warna pantat mereka. Percaya deh, enggak anak banget rasanya kalau sampai pantatmu terbakar sinar matahari. Apakah telanjang seharian bikin kamu gampang sange'?
Ironisnya, ketika semua orang telanjang, dorongan seksual yang tersisa tinggal sedikit. Menurutku, dorongan seksual di perkemahan naturis jauh lebih rendah daripada, katakanlah, di sebuah klab pada satu malam Minggu. Aku enggak bilang kamu tak akan tertarik secara seksual dengan seseorang di perkemahan naturis. Tapi, ketertarikan macam ini juga terjadi dalam kehidupan sehari-hari, ketika kita berpakaian lengkap. Memang, bagi laki-laki agak susah, karena susah menyembunyikan penis yang sedang ereksi. Kalau kamu tiba-tiba ngaceng, jangan panik. Segera tutupi penis kamu. Berjalan-jalan telanjang dengan penis yang keras bikin kamu dipandangi banyak orang. Tentu, ereksi bisa terjadi bahkan pada seseorang yang sedang asik tidur di pantai. Ini namanya tidak beruntung sebab kalau sudah begini, enggak banyak yang bisa kita lakukan. Tiap kali kamu duduk di kursi kemah naturis, pernah merasa jijik ketika sadar kalau sudah ratusan pantat duduk di sana?
Ada aturan tak tertulis dalam naturisme untuk selalu menaruh handuk di atas kursi sebelum kamu duduk. Kamu harus membawa handuk sendiri, jadi anumu engga nempel di kursi restoran naturis atau kursi kemah temanmu. Kamu bakal dicap jelek, kalau aturan ini sampai kamu langgar. Ada aturan tak tertulis lainnya enggak?
Oh banyak. Misalnya, kamu tidak seharusnya mengambil foto di situs naturis sebab kalau kamu melakukannya, bisa jadi ada orang lain yang ikut terfoto, dalam keadaan telanjang. Satu peraturan lainnya adalah kamu boleh mengenakan pakaian jika memang kamu pengin—misalnya kita cuaca sedang dingin-dinginnya atau hujan turun, menutup tubuh adalah pilihan logis. Beda lagi kalau di pantai naturis—kamu enggak boleh berenang pakai baju renang di sana. Pernah merasa enggak nyaman di kawasan naturis?
Enggak. Di sana aman kok—saking amannya kamu bisa mengirim anakmu sekolah dan kembali lagi pas makan malam. Sudah barang tentu ada pagar di sekitar perkemahan naturis. Itu sangat membuat kami nyaman. Kamu jujur ke orang lain kalau kamu naturis?
Itu bukan hal pertama yang aku katakan pada orang lain tentang diriku. Tapi kalau kondisinya mengharuskan, aku bakal buka kartu. Kalau mau jujur, itu bisa jadi awal percakapan yang menarik. Semua cowok yang pernah aku beritahu bilang "aku bakal terus memelototi cewek-cewek." tapi itu kan hal lazim yang kita lakukan di pantai biasa.

Adik perempuanku agak kesusahan jujur tentang bagaimana keluarga kami menghabiskan liburan. Di sekolah, dia kikuk jika harus mandi bareng temannya setelah pelajaran olah raga. Dia takut kawannya bakal melihat kalau tak ada tan line di tubuhnya dan mulai bertanya yang enggak-enggak. Seorang teman yang seumur hidupnya seroang naturis pernah punya ketakutan serupa. Dia takut temannya penasaran karena warna kulit pantat dan payudara tak berbeda dengan bagian tubuh lainnya.