Robot Luar Angkasa

Robot Dengan Mimik Manusia Jadi Asisten Astronot di Stasiun Luar Angkasa Internasional

CIMON sepintas mirip HAL-9000, robot pintar jahat di film '2001: A Space Odyssey'. Tenang, CIMON ternyata enggak punya niat buruk dan lebih tertarik main rubik.
Sumber foto CIMON dari airbus

Artikel ini pertama kali tayang di Motherboard.

Cerita-cerita fiksi ilmiah penuh dengan robot yang dirancang khusus guna menemani manusia menjelajahi angkasa luar. Beberapa contohnya di antaranya adalah Getty di Moon, TARS di Interstellar, Marvin di The Hitchhiker’s Guide to the Galaxy, dan tentu saja yang paling kesohor, HAL-9000 dari filmnya Stanley Kubrick, 2001: A Space Odyssey.

Kini, keberadaan robot-robot pandai membantu astronot bukan lagi angan-angan belaka. CIMON (Crew Interactive Mobile CompanioN) bakal jadi menemani para astronot yang sedang bertugas di Stasiun Luar Angkasa (ISS) jika sampai dengan selamat Juni mendatang.

Iklan

CIMON digadang-gadang sebagai “sistem pembantu penerbangan dan misi luar angkasa berbasis AI,” di ISS, menurut Manfred Jaumann, Kepala Divisi Pengangkutan Mikrogravitasi Airbus, yang menggambarkan robot pintar itu sebagai “semacam otak yang melayang” melalui pernyataan pers yang dilansir Senin lalu.

Robot seberat lima kilogram tersebut memiliki bentuk seukuran bola basket. CIMON dirancang oleh perusahaan aeronatika Airbus, Laboratorium AI IBM dan DLR Space Administration, agen penjelajahan luar angkasa.

Musim panas ini astronot asal Jerman Alexander Gerts akan kembali menjadi ekspedisi keduanya di ISS. Saat itulah, CIMON bekerja sebagai asisten Gerst. Astronot asal Jerman itu akan menguji kecerdasan buatan CIMON lewat tiga eksperimen—satu ekperimen melibatkan penelitian kristal, satu lagi terkait dengan riset aplikasi media, dan yang ketiga mengharuskan CIMON bekerja sama dengan manusia menyelesaikan sebuah rubik.

Perkiraan situasi ketika Gerst dan CIMON bahu-membahu menyelesaikan rubik. Sumber gambar: Airbus

Dibekali mimik wajah dan suara mirip manusia—yang dikembangkan berdasarkan masukan dari Gerst—CIMON diperkirakan bisa mengenali rekan manusianya di ISS dan berinteraksi dengan mereka secara verbal. CIMON juga akan dilengkapi sebuah kamera serta berbagai macam program protokol ISS sehingga robot pintar ini akan sangat membantu selama menjalani tiga eksperimen di atas.

Misi pertama CIMON di luar angkasa akan selesai saat Gerst kembali ke Bumi pada musim gugur 2018. Kendati demikian, Airbus sudah berencana mengirimkan kembali CIMON Ke ISS. Malah, Airbus sudah punya rencana menugaskan CIMON untuk “mengamati efek grup yangbisa berkembang dalam sebuah kelompok kecil yang mengerjakan sebuah misi dalam periode wakty tertentu,” seperti tertera dalam pernyataan mereka. Begitu sampai masanya ketika astronot harus menghabiskan waktu bertahun-tahun di luar angkasa—dalam perjalanan menuju Mars contohnya, robot yang punya kecerdasan emosional bisa mengambil peran sebagai mediator cum sekaligus asisten selama perjalanan.

Si bola imut INT-BALL. Sumber foto: JAXA, ISS, NASA

CIMON adalah kepala robot yang pintar, tapi bukan robot pertama yang ikut mondok di ISS. program SPHERE, yang mengembangkan tiga polyhedron sebagai platform eksperimental, sudah digunakan di ISS sejak 2006. Sementara, JAXA, badan penjelajahan antariksa Jepang, pernah menguji robot cerdas berbentuk bola imut INT-BALL, di ISS setahun lalu.