Musik

Soundcloud Batal Gulung Tikar Setelah Dapat Suntikan Dana

Arsip rekaman kita semua (untuk sementara ini) aman. Fiuuuhh...
14.8.17
Foto ilustrasi dari Shutterstock.

Artikel ini pertama kali tayang di Motherboard.

Perusahaan penyedia layanan audio streaming Soundcloud, yang sebelumnya sempat terancam gulung tikar, dipastikan bertahan memasok track-track paling aneh dari kolong jagat. Kepastian berita menggembirakan ini tersiar setelah sekelompok investor menyetujui proposal untuk melunasi semua utang perusahaan itu sehingga bisa menjalankan bisnis seperti sedia kala. Seperti tertera di blog resminya, perusahaan yang didirikan di Stockholm, Swedia, sepuluh tahun lalu ini mengumumkan baru saja mencapai kesapakatan dengan pengelola dana investasi bank dagang global The Raine Group dan Temasek. Menurut edaran yang diterima oleh Axios, pekan lalu para pemegang saham diminta menyetujui atau menolak proposal reorganisasi maksimal. Proposal diajukan untuk mengalirkan investasi sebesar $169,5 juta (setara Rp2,2 triliun), ke dalam perusahaan yang sebelumnya ditaksir sekitar $150 juta (setara Rp2 triliun). Dana sebesar itu dapat digunakan Soundcloud melunasi utang dan beban operasional. Tanpa aliran dana segar ini, CEO Alexander Ljung mengatakan, Soundcloud mustahil bisa "melanjutkan operasinya." Sebagai bagian kesepakatan, para investor akan mengganti Ljung, yang menjabat sebagai CEO sejak 2007. Unggahan dalam blog Soundcloud membeberkan bahwa mantan CEO Vimeoo Kerry Trainor akan menempati posisi yang ditinggalkan Ljung, sementara mantan general General Manager Vimoe Mike Weissman bakal menjabat sebagai Direktur Operasional (COO) Soundcloud. Juli lalu, setelah terjadi PHK karyawan massal dan penutupan dua kantor, beredar kabar tentang masalah finansial yang tengah dihadapi Soundcloud. Berita ini memicu beberapa pengarsip menyelamatkan 900 terabytes track yang ada di laman Soundcloud. Namun, Soundcloud lekas menanggapi kepanikan yang menyebar di kalangan musisi maupun pelanggannya.


VICE banyak memasok liputan menarik mengenai bisnis streaming, musik baca juga misalnya artikel ini:

Dalam sebuah unggahan blog, Ljung membahas rumor yang beredar tentang nasib perusahaannya. "Yang paling penting, track musik dan audio milik setiap pengguna akan tetap aman di SoundcCloud. SoundCloud tak akan kemana-mana—tidak dalam 50 hari ke depan, tidak dalam 80 hari atau kapanpun dalam waktu dekat ini." Sebelumnya, Twitter, Spotify dan Google pernah mempertimbangkan mangambil alih kepemilikan SoundCloud, seperti yang diberitakan oleh Fast Company awal tahun ini, ketika Ljung menjanjikan bahwa SoundCloud akan terus berkembang. Namun, masing-masing calon pembeli potensial ini mundur atau tidak melangkah lebih jauh.

Terlepas dari siapa sebentulnya yang akhirnya menyediakan dana besar menyelamatkan layanan streaming kesayangan kita ini, pasokan track-track aneh bin antah berantah bakal bisa terus kita nikmati. Mulai dari Seinwave hingga macam-macam mashup amatiran dan folk ukulele. Semoga kali ini bertahan lebih lama ya Soundcloud.