Skema Bela Negara

Mungkinkah Ide Prabowo Rekrut Pelajar SMP hingga Mahasiswa Jadi Tentara Sukarela Terwujud?

Jadi ingat sama pelajar-pelajar yang suka tawuran atau nge-bully teman sekolah. Apakah mereka kandidat terbaik untuk rekrutmen yang digagas menteri pertahanan kita?
14.11.19
Mungkinkah Ide Menhan Prabowo Subianto Rekrut Pelajar SMP hingga Mahasiswa Jadi Tentara Sukarela Indonesia Terwujud?
Kolase foto oleh VICE. Foto latihan militer batalion Raider 112 di Banda Aceh [kanan] oleh Chaideer Mahyuddin/AFP; Foto Prabowo Subianto oleh Naomi/AFP

Ide sukarela militer yang mengemuka ketika RUU Pengelolaan Sumber Daya Nasional (PSDN) untuk Pertahanan Negara diketok di DPR September berlanjut. Awal pekan ini, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menyatakan hendak menggandeng Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk merekrut tentara sukarela dari kalangan pelajar SMP, SMA, dan mahasiswa. Kabar ini barangkali menggembirakan buat anak-anak SMP-SMA yang doyan mabar game perang-perangan di hape.

Iklan

"Contoh kerja sama dengan Kementerian Pendidikan untuk menyusun komponen cadangan, latihan perwira cadangan, latihan untuk komponen cadangan, akan banyak peran di SMA, SMP, dan perguruan tinggi," ujar Prabowo dalam rapat kerja perdananya dengan Komisi I DPR RI di Gedung DPR, dikutip CNN Indonesia.

Ide ini bisa tidak mungkin disetujui Nadiem Makarim, mengingat mendikbud dan menhan punya kedekatan keluarga dan ideologi. Kakek Nadiem adalah kompatriot ayah Prabowo, sedangkan om Nadiem dari ayah dan ibu adalah sahabat Prabowo.

Pembentukan pasukan sukarelawan militer bukan ide Prabowo yang baru turun dari langit. Dasar hukumnya adalah UU 23/2019 tentang PSDN untuk Pertahanan Negara. Dalam UU tersebut, diatur bahwa SDM pertahanan negara dibagi dalam tiga kategori, yakni komponen utama, komponen cadangan, dan komponen pendukung.

Jika komponen utama datang dari pasukan TNI, komponen cadangan adalah sukarelawan sipil yang diberi pelatihan militer tiga bulan. Sementara komponen pendukung adalah polisi dan sipil tenaga ahli.

Ketika disahkan September lalu, UU ini menjadi pembicaraan karena dianggap akan menghidupkan wajib militer di Indonesia. Namun, pemerintah hingga saat ini terus membantah bahwa keikutsertaan sipil dalam pertahanan negara akan diwajibkan.

UU yang digodok selama 17 tahun sebelum disahkan ini membawa ide bahwa pertahanan negara harus bersifat semesta alias universal. Artinya, ketika ancaman pertahanan datang dari dalam dan luar negeri, semua warga negara bisa diikutsertakan alias nggak cuma TNI aja yang turun tangan.

Iklan

"Sebagai contoh kalau lihat di US sumber perwira itu mereka dapat dari akademi militer, mungkin 20 persen. Delapan puluh persen adalah perwira cadangan dari universitas-universitas," imbuh Prabowo.

Biar pembaca awam enggak roaming, di ketentaraan tuh ada tiga kelompok pangkat militer, yakni tamtama (rekrutmen lulusan SMP), bintara (rekrutmen lulusan SMA), dan perwira (rekrutmen lulusan SMA). Kalau begitu lulus pelatihan militer kamu udah langsung jadi perwira, jalanmu menuju pangkat jenderal bakal lebih singkat dibanding tamtama dan bintara.

Tapi ide Prabowo jadi nyeleneh ketika ia menyinggung komponen cadangan dari kalangan pelajar SMP dan SMA. Sebab, UU PSDN mengatur syarat usia pendaftar komponen cadangan adalah 18-35 tahun. Tapi kalau Prabowo mau mengusulkan revisi umur di UU itu, saya kira anak STM bakal seneng-seneng aja sih.

kalau kamu merasa ide bikin pertahanan semesta ini konyol (dan membatin, Prabowo ini mikirnya kayak besok kita bangun pagi dan negara sudah diserang negara lain), Prabowo punya jawaban yang masuk akal sih. Intinya dia bilang: Pertahanan tuh investasi, nggak perlu nunggu ancaman serangan dulu.

"Dalam perumusan kebijakan umum nanti, saya menganut istilah sederhana, kebijakan kita tidak boleh didasarkan atas harapan. Jangan berharap mudah-mudahan tidak ada negara yang mengganggu kita. Maaf, strategi tidak boleh didasarkan pada doa. Policy dan strategy adalah investasi. Investasi adalah SDM dan teknologi, doktrin, strategi, tepat, kekuatan memadai," kata Prabowo di rapat DPR itu.

Selain itu, jangan sampai kalian menertawakan pernyataan Prabowo. Jangankan anak muda, elite politik aja pernah dibentak doi gara-gara ngetawain gagasan pertahanan menyeluruh. Itu terjadi di debat capres putaran keempat, 30 Maret lalu.

"Saya bukan menyalahkan, saya berpendapat. Kekuatan pertahanan kita masih rapuh. Salah siapa? Salah (siapa), nggak tahu saya…,” belum selesai Prabowo bicara, terdengar tawa dari arah penonton debat. Mereka ini langsung dibentak Prabowo. "Jangan ketawa. Kenapa kalian ketawa? Pertahanan Indonesia rapuh kalian ketawa. Lucu ya?"

Enggak, Pak, enggak. Ampun…. :3