Apakah Praktik Pembajakan Online Termasuk Karya Seni?
Foto dari arsip pameran Zodiac
Ide Kesenian

Apakah Praktik Pembajakan Online Termasuk Karya Seni?

Para pembajak menikmati karyanya, tetapi tak suka dengan etiket yang menyertainya.
AN
Diterjemahkan oleh Annisa Nurul Aziza
04 Oktober 2019, 11:48am

Mengapresiasi dan mengimitasi karya beda tipis dengan pembajakan. Selama ini, istilah “bajakan” menggambarkan file digital curian yang sengaja diedit untuk dibagikan kembali secara aman dan cuma-cuma. Format file bajakan cukup beragam, termasuk audio berkualitas rendah hasil salinan CD aslinya. Pada 2000 silam, Metallica bersaksi di hadapan Senat setelah mendapati album-albumnya tersebar di situs download ilegal Napster.

Bagi orang awam, Googling sesuatu dengan kata kunci ‘free download’ atau ‘download gratis’ sama artinya dengan membajak. Ketika sedang mencari film crime thriller Zodiac, aku berjumpa dengan berbagai broken link, tukang spam, dan peringatan pelanggaran dari semua situs tepercaya. Lucunya, aku malah menemukan film lengkapnya dengan kualitas tinggi di YouTube.

Cuma ada yang aneh di sini. Videonya ada di dalam stok foto Samsung Smart TV. Membuat kita seolah-olah menonton Zodiac langsung dari TV. Tak hanya itu, televisinya menghadap ke samping karena ada model yang lagi nonton di depannya. Audio dipercepat sampai mirip suara chipmunk, mungkin tujuannya biar enggak ketahuan melanggar hak cipta. Filmnya susah buat ditonton, tetapi memang begitulah ciri khas file bajakan. Memudahkan banyak orang dengan cara yang kurang nyaman dinikmati.

Setiap media bajakan hampir selalu dilengkapi visual atau penampilan norak. Situs downloadnya penuh virus dan iklan pop-up cewek seksi ngajak chat dalam bentuk gambar dilebarkan serta suara cempreng. Para pembajak ini lihai dalam menghindari pengawasan ketat internet. Mereka punya dan bisa berubah menjadi segala macam domain tiap tertangkap basah.

Pirate Bay misalnya. Situs bajakan populer ini memegang 19 domain pada 2019. Mereka bergerak cepat dengan menipu penegak hak cipta yang lamban menggunakan konten-konten menyesatkan. Album debut King Crimson dirilis secara offline, tapi bisa didengarkan di YouTube karena sudah dimodifikasi sedemikian rupa menjadi musik ciptaan rapper Tekashi69. Babak pertama Hamilton bisa ditonton secara lengkap lewat video Pornhub berjudul “Revolutionary Twinks Have Historical Fun”. Contoh terbarunya yaitu film Zodiac dalam stok foto Samsung TV yang kutemukan waktu itu.

Hamilton

Parodi bisa dilihat sebagai bentuk apresiasi atau ejekan terhadap suatu karya. Pelukis Jerman Georg Baselitz memparodikan motif keagamaan Renaissance yang dia kagumi lewat sapuan kuasnya. Seniman internet Brad Troemel menggunakan situs jualan online Etsy sebagai galeri pribadinya. Begitu pula dengan para pembajak. Mereka menikmati karyanya, tetapi tak suka dengan etiket yang menyertainya.

Di awal kemunculan komputasi—jauh sebelum perangkat lunak menjadi komoditas dan peretasan merupakan tindakan kriminal—baik programer, dosen, ilmuwan maupun orang amatir membagikan perangkat lunak dan media layaknya membagikan resep makanan. Industrinya semakin berkembang, dan sering kali menelurkan kemajuan unik dalam dunia komputasi. Namun, Bill Gates mengutuk habis-habisan praktik ini, menyamakannya dengan kejahatan. “Kalian mencuri perangkat lunak,” tuduh Gates muda pada ‘ An Open Letter to Hobbyists’. “Peduli setan dengan orang-orang yang kerja keras merancangnya? Adilkah ini?”

Pengaruhnya sangat kuat di kalangan elit Silicon Valley. Mereka memberlakukan pembatasan kekayaan intelektual yang mendorong peretas ke kancah bawah tanah dan menciptakan industri pembajakan yang kita kenal dewasa ini. Meski demikian, apa yang terjadi pada pembajakan perangkat lunak enggak ada efeknya terhadap pembajakan media (film dan televisi), yang masih terus berkembang setiap hari. Industri informal ini sama sekali tak tersentuh kesulitan ekonomi dan lingkaran Barat. Pembajakan film Hollywood tak begitu diawasi di Global South, menandakan adanya sikap anti-Amerika dan dominasi budaya dan ekonomi AS.

File bajakan masih menjadi favorit warga negara berkembang, bahkan setelah munculnya layanan streaming legal. (Situs bajakan India dikunjungi 17 miliar kali setahun, menduduki posisi tertinggi di Global South.) Di Brasil, cuma kelas menengah yang bisa sering-sering nonton di bioskop. Itulah mengapa bocornya master film drama crime Tropa de Elite di internet bukan sesuatu yang aneh. Peneliti menemukan filmnya telah ditonton 11 juta orang beberapa bulan sebelum perilisan resmi.

Walaupun informal, industri pembajakan sangat terorganisir. Peneliti Joe Karaganis membeberkan cara kerja mereka. Aktivitasnya berpusat di Tepito, Mexico City. Di sana, “para produsen bekerja dari rumah menggunakan burner dan dibantu keluarga atau teman.” Mereka merupakan industri rumahan barang-barang KW, mirip seperti teknologi konsumen bawah tanah Cina, yang kini dipahami sebagai cerminan konsumerisme Barat.

Kolektif seni DISNOVATION.ORG mengambil langkah lebih jauh dengan mengapresiasi barang-barang buatan Cina dalam koleksi “Shanzhai Archeology”. Seniman memajang koleksi HP cina di meja konter bertuliskan SHANZHAI di atasnya (Shanzhai atau 山寨 berarti barang palsu). Sebagai pengkajian ulang yang cermat atas persepsi kita terhadap barang asing, proyek ini memamerkan handphone KW dalam berbagai bentuk. Beberapa merupakan ponsel imitasi Apple dan Nokia, sementara lainnya ponsel-ponsel unik semacam ponsel berbentuk kerangka atau Buddha—HP bulat berisi nyanyian Buddha.

Shanzhai Archaelogy, DISNOVATION.ORG

Dari Shanzhai Archaeology, DISNOVATION.ORG dengan Clément Renaud & Hongyuan Qu

Karya bajakan memiliki kemungkinan tak terbatas. Ketika bocoran Tropa de Elite sukses berat, para pembajak langsung membuat sekuelnya sendiri pakai video rekaman jalanan yang viral dan video musik. Para penonton bahkan menyukainya! Tak cuma sampai situ saja, pembajak-pembajak ini juga membuat poster, sampul dan subtitlenya sendiri. (Di Rusia, hal ini berkembang menjadi “terjemahan asal-asalan”.) Sampul CD bajakan dibuat sesuai kesukaan penonton menggunakan Photoshop. Gambarnya — yang penuh ledakan api, bintang film, senjata dan rambut tertiup angin — menunjukkan betapa khalayak internasional butuh alasan kenapa filmnya wajib ditonton. Karya seni khas ini paling kentara di industri film Nigeria atau Nollywood. Film-film yang mereka distribusikan kebanyakan bajakan dan jiplakan. Pada 2008, Nollywood membuat Beyoncé & Rihanna yang kini menjadi meme di seluruh Afrika. Filmnya sangat populer, dan ada kaitannya dengan fitur-fitur utama media bajakan: lelucon sekaligus bualan.

Beyonce & Rihanna

Saat aku mengunjungi Afrika Timur lagi, aku mengagumi sampul-sampul CD bajakan yang dijual di jalanan. Sampulnya penuh dengan gambar-gambar figuratif dari titik plot, dan aktor Nollywood yang bahkan enggak ada di dalam film itu. Hal-hal seperti ini tentunya cuma bisa ditemukan di dunia pembajakan, yang kamu harap ada di mana saja.

Artikel ini pertama kali tayang di GARAGE