The VICE Guide to Right Now

Dendam Karena Ditilang, Teknisi Padamkan Listrik Kantor Polisi

Tenang ini tak terkait mati lampu belasan jam di sebagian Jawa. Kantor polisi di India yang menilang montir dendaman itu kebetulan juga tiga tahun menunggak bayar listrik.
Shamani Joshi
Mumbai, IN
AN
Diterjemahkan oleh Annisa Nurul Aziza
Jakarta, ID
Montir listrik di India padamkan kantor polisi yang menilangnya
Gambar ilustrasi via Wikimedia Commons (kiri) dan Pixabay (kanan)

Montir listrik di Uttar Pradesh, India paling tahu caranya balas dendam. Pada 31 Juli lalu, teknisi yang diidentifikasi bernama Srinivas ini kena tilang polantas karena tidak memakai helm selama perjalanan menuju tempat kerja.

Montir yang bekerja di perusahaan listrik Firozabad itu memohon agar dibebaskan, tetapi Polantas Line Par tetap mendendanya sebanyak Rs 500 atau setara Rp101 ribu. Dia memenuhi kewajibannya meski sebenarnya masih gondok setengah mati. Srinivas lalu memadamkan listrik kantor polisi Line Par demi melampiaskan emosi.

Iklan

Usai membayar tilang secara online, Srinivas meminta rekannya menyerahkan tagihan listrik kantor polisi tersebut. Kepolisian Line Par ternyata sudah tiga tahun menunggak enam lakh atau 599 ribu Rupiah. Dia memanfaatkan kesempatan sempurna ini untuk balas dendam. "Polisi menjelaskan kepadaku segala aturan saat melanggar lalu lintas. Oleh sebab itu, saya balik menjelaskan kepada mereka sanksi telat bayar listrik," kata Srinivas saat diwawancarai Times of India.

Polisi Line Par baru menyadari ulah Srinivas ketika mengadu kepada pejabat listrik senior bahwa listrik di kantornya belum kunjung menyala setelah lima jam.

"Srinivas bilang kepadaku kalau dia tak mampu membayar denda sebesar Rs 500, karena gaji bulanannya cuma Rs 6.000 [setara Rp1,2 juta]. Polantas Line Par tidak meringankan sanksinya meski kami telah membujuk mereka. Mungkin itu alasannya Srinivas melakukan ini. Dia sama sekali tak memberi tahu kami," kata Ranveer Singh, petugas Sub-Divisi (SDO) perusahaan listrik, kepada Hindustan Times.

Singh menambahkan sang teknisi kesal karena sudah beberapa bulan tidak digaji. Dia telah berulang kali memverifikasi ulang tagihan dan mengirimkan peringatan, tetapi kantor polisi itu tetap saja tidak mau bayar listrik.

Dihubungi terpisah, pihak kepolisian mengaku sudah membayar listrik sebanyak Rs 11.500.000 (Rp2,3 miliar) untuk semua kantor polisi di Firozabad. Mereka berjanji segera membayar tagihan Line Par.

Follow Shamani Joshi di Instagram.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE India