Seri foto Philippe Braquenier​​ berjudul Earth Not a Globe
Foto: Philippe Braquenier
Fotografi

Memahami Jalan Pikiran Kaum Bumi Datar Lewat Foto-Foto Artistik

Bagi penganut bumi datar, mereka merasa harus membuktikan sains dengan mata sebelum memercayainya. Fotografer Philippe Braquenier menerjemahkan pola pikir itu dalam proyek seri fotonya.
Sébastien Wesolowski
Paris, FR
17.11.20

Seperti yang sudah kita ketahui secara ilmiah, bumi itu bulat. Akan tetapi, kaum bumi datar punya pendapat lain. Komunitas ini telah berkembang pesat sejak idenya dicetuskan oleh penemu Inggris Samuel Rowbotham pada abad ke-19. Anggotanya sekarang tersebar di seluruh dunia.

Sebagian besar pendukung teori bumi datar berambisi membuktikan bentuk bumi yang sesungguhnya. Beberapa melakukan eksperimen kecil-kecilan, sedangkan lainnya nekat menjalankan misi berbahaya. Semua demi mencari kebenaran. Awal tahun ini, penganut bumi datar terkemuka “Mad” Mike Hughes tewas saat menaiki roket rakitannya sendiri. Hughes pernah mencoba membuktikan bumi itu datar pada 2017, tapi roketnya cuma bisa terbang di atas ketinggian beberapa ratus meter saja. Selama peluncuran, dia tidak menemukan hal menarik sama sekali. Bagi kaum bumi datar, mereka baru akan memercayai sesuatu setelah membuktikannya sendiri.

Fotografer Philippe Braquenier merasa penyelidikan visual kaum bumi datar ada kaitannya dengan “kekuatan budaya dan politik” yang ditampilkan pada gambar. Dia lalu membuat foto rekaan dari gambar-gambar ciptaan komunitas Bumi Datar untuk “mempertanyakan tindakan pembuktian di era pasca-kebenaran”. Hasilnya tersaji dalam seri foto “Earth Not a Globe”.

Sebagaimana ditulis fotografer di bagian pengantar, proyek foto ini mengingatkan kita betapa “fakta bersifat subjektif, kebenaran telah menjadi gagasan yang mencurigakan, realitas merupakan konstruksi sosial, dan manusia pada hakikatnya adalah makhluk penuh bias.”

1565719500225-Earth-not-a-globe_VICE_010

"Star trails 20° North"

VICE: Apa yang mendorongmu mempelajari kaum bumi datar secara lebih dalam?

Philippe Braquenier: Istilah “fakta alternatif” mulai ramai dibahas setelah Donald Trump terpilih menjadi presiden AS. Setelah baca-baca tentang kaum bumi datar, saya menyadari gambar memainkan peran yang besar. Reuters pernah merilis foto upacara pelantikan Trump sepi pengunjung, tapi dia bersikeras foto itu diambil di hari yang berbeda. Kaum Bumi Datar memiliki pola pikir serupa. Mereka mengumpulkan foto dan video yang bisa membuktikan teori mereka, dan menolak semua yang disajikan oleh institusi kredibel. Bagi mereka, foto NASA hanyalah simulasi tiga dimensi.

Iklan

Gagasan apa yang paling dipercaya kaum bumi datar?

Sebagian besar sepemikiran dengan Rowbotham. Dia berteori bumi itu datar dan dikelilingi oleh dinding es yang menopang samudra. Lalu ada yang memercayai manusia hidup dalam pesawat abadi yang terus bergerak maju. Bahkan ada yang membuat teori kita hidup di dunia Pac-Man. Kita secara tidak sadar berteleportasi ke sisi dunia lain begitu sampai pada suatu ujung.

Kedengarannya puitis banget, ya.

Benar sekali. Mereka melihat dunia sesuai dengan kepercayaan mereka sendiri. Saya berusaha mewujudkan semuanya dalam gambar. Alih-alih memberikan penjelasan, saya justru mengesampingkannya.

Anggaplah bumi beneran datar. Kenapa faktanya dirahasiakan?

Ada banyak alasan, tapi salah satunya agama. Manusia takkan lagi mempercayai Tuhan jika menyadari kita hanyalah butiran debu dan alam semesta tidak berputar di sekitar kita.

1565719560255-Earth-not-a-globe_VICE_002

"Eye level construction"

1565716925437-Earth-not-a-globe_VICE_006

"No rocket has ever gone into space"

Apakah kamu menemui penganut teori bumi datar selama mengerjakan proyek ini?

Tidak sama sekali. Saya membuat akun di forum Flat Earther, mengikuti mereka di Instagram, dan rajin mengecek semua laman mereka di internet. Setelah setahun lebih mengumpulkan dokumentasi, saya baru mulai foto-foto. Saya ingin menjaga jarak dari mereka dan sepenuhnya bermain di sisi sains yang salah.

1565719583227-Earth-not-a-globe_VICE_011

"The sun is close"

Lho, bukankah kamu memfoto penganut bumi datar terkenal, Mark Sargent?

Dia bukan Mark asli. Saya bikin kaus yang sering dia pakai dan meminta seseorang yang mirip dengannya untuk mengenakan kaus itu. Saya ingin menyeimbangkan garis antara fiksi dan dokumenter. Untuk seri foto ini, saya menciptakan foto rekaan yang menggambarkan eksperimen kaum bumi datar. Semuanya berdasarkan fakta, tapi sudah diatur sedemikian rupa.

Iklan

Contohnya seperti foto peluncuran roket “Mad” Mike Hughes. Itu hanya montase. Saya mengambil fotonya di gurun Amerika Selatan yang tampak seperti gurun Arizona, tempatnya meluncurkan roket. Tumbuhannya lumayan mirip, dan pegunungannya sama. Cuacanya pun sama teriknya. Kepulan asap adalah editan. Saya menggunakan foto militer beresolusi tinggi dari internet.

1565716730276-Earth-not-a-globe_VICE_007

"Mark" [foto rekaan]

Kira-kira seperti apa reaksi mereka saat melihat proyek fotomu?

Mereka mungkin bakalan kesal.

Bagaimana pengalamanmu mengulik dunia mereka?

Agak gila, tapi sangat menarik. Mereka cukup cerdas dan mengandalkan teori-teori ilmiah. Sebenarnya ada yang bisa dijadikan bahan pembelajaran, tapi mereka menghilangkan banyak detail yang dapat membantah teori mereka. Mereka “melupakan” unsur-unsur lain. Mereka menggunakan penalaran ilmiah untuk beberapa hal tapi tidak untuk yang lain, meskipun itu berakhir kontradiktif buat mereka sendiri. Mereka kerap memercayai apa yang mereka lihat dan rasakan saja.

1565716746216-Earth-not-a-globe_VICE_001

"Mad Mike Hughes' rocket launch" [foto rekaan]

Pernahkah kamu menemukan argumen yang bikin kamu meragukan diri sendiri?

Pernah. Kaum bumi datar terkadang membahas teori yang sangat rumit dan telah diteliti dengan baik tentang mekanisme fluida atau termodinamika. Saya penasaran ini cuma omong kosong atau bukan? Tapi yah, seperti yang sudah saya bilang tadi… Mereka selalu menghilangkan detail-detail kecil supaya bahasannya sesuai dengan keyakinan mereka.

Boleh diceritakan apa maksud fotomu yang berjudul “Fragment of the Firmament”?

Itu adalah kepingan meteorit Mount-Dieu yang dipajang di Museum of Natural Sciences, Brussels. Pendukung teori bumi datar percaya meteorit ini sebenarnya pecahan cakrawala [langit dalam kosmologi Alkitab] yang jatuh ke bumi. Menurut mereka, sifat reflektifnya menjelaskan penampakan langit.

1565716800552-Earth-not-a-globe_VICE_003

"Fragment of the Firmament"

Saya paling tertarik dengan foto “Eye level construction”.

Saya pergi ke Indonesia untuk mencari inspirasi, karena komunitas bumi datar di sana sangat besar. Suatu hari, saya menemukan bangunan aneh mirip patung. Bangunan ini mengingatkanku pada kaum bumi datar yang bereksperimen melihat cakrawala pada ketinggian berbeda. Mereka yakin cakrawala akan selalu menyesuaikan “eye level”. Bangunan ini kurang lebih menggambarkan pola pikir yang sulit diwujudkan dalam foto.

1565716978882-Earth-not-a-globe_VICE_005

"This is Mars according to NASA". Foto hitam putih dikasih filter merah.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE France.