Jangan Kaget Kalau NBA Musim 2021 Dijuarai Milwaukee Bucks

Masa depan tim ini ditentukan oleh seberapa sehat kaki kiri Jabari Parker.
19.10.17

Artikel ini pertama kali tayang di VICE Sports.

Transformasi Giannis Antetokounmpo dari bocah ingusan kurus menjadi atlet yang berbahaya dalam waktu singkat dan tanpa drama layak diacungi jempol. Giannis adalah kisah langka seorang atlit yang berhasil memaksimalkan potensinya. Dia telah meningkatkan penampilannya dalam semua lima kategori statistik besar NBA setiap tahunnya. Dan dia baru berumur 22 tahun loh.

Apa yang tak bisa dilakukan pemain dengan tinggi 2.1 meter ini? Bertahan di garis perimeter bisa, di bawah ring bisa, langkah kakinyaluar biasa lebar, dan bisa ngedunk gila-gilaan. Dia akan membuat Milwaukee Bucks menjadi penantang gelar dalam beberapa tahun ke depan. Namun Antetokounmpo sekalipun akan membutuhkan bantuan untuk mengalahkan Golden State Warriors. Pada 2021, ketika Thon Maker sudah matang, Malcolm Brogdon lebih lihai, dan Khris Middleton menjadi penjaga ring, Bucks akan sanggup menantang GSW.

Namun apakah Bucks bisa mengalahkan GSW dalam seri 7 game akan bergantung kepada forward berumur 22 tahun, Jabari Parker. Cedera yang menghantui karir Parker sejauh ini justru berbanding kontras dengan meningkatnya nama Antetokounmpo. Memiliki tubuh yang juga atletis, Parker merupakan penyerang yang berbahaya bahkan semenjak masa kuliah. Memperlebar gaya permainannya hingga ke garis three-point, Parker merupakan partner Antetokounmpo yang sempurna. Bersama-sama, mereka menghasilkan banyak drives, dives, dan back-cuts.

Namun untuk kedua kalinya dalam tiga tahun, Parker harus mengakhiri permainan secara prematur setelah ACL kirinya robek. Pemain-pemain NBA yang pernah mengalami cedera lutut lebih dari satu kali umumnya kesulitan bangkit kembali, apakah Parker akan jadi salah satu dari mereka? Michael Redd tidak berhasil kembali seperti semula setelah absen 14 bulan. Baron Davis bahkan tidak pernah kembali bermain pasca cedera.

Cedera ligamen kali kedua dialami Parker. Foto oleh Jeff Hanisch-USA TODAY Sports

Namun mereka-mereka yang mengenal Jabari Parker meyakini nasibnya akan berbeda. "Jabari yakin bahwa dia adalah sosok yang spesial," kata pelatih Duke, Mike Krzyzewski. "Dan dia bersedia 'membayar' harga menjadi sosok yang spesial. Cobaan seperti ini tidak akan menghalanginya mencapai tujuan."

Parker memiliki segerombolan rekan yang mendukungnya secara penuh. Dia juga didukung oleh tim rehabilitasi ACL terbaik dunia. Dan jangan lupa, dia masih berumur 22 tahun.


Ketika seorang pemain NBA merobek ligamennya, dia akan mendengar suara letupan. Itu adalah suara tulang paha dan tulang keringnya terpisah karena jaringan yang melekatkan mereka berjumbai dan tulang rawan di sekitar persendian meregang. Operasi ligamen membutuhkan waktu rehabilitasi sekitar satu tahun. Tidak ada yang benar-benar tahu kenapa kasus cedera ligamen semakin meningkat dalam satu dekade belakangan. "Ini adalah pertanyaan yang sulit dijawab," kata Dr. David Altchek, yang melakukan operasi ligamen pertama Parker. Beban yang ditopang sendi para atlet basket yang dituntut melakukan gerakan-gerakan eksplosif bisa jadi salah satu penyebab. Dr. Altchek juga menyalahkan teknik Eurostep.

Operasinya lumayan standar. Si ahli bedah akan mencangkok urat daging patella dan menggunakannya untuk menciptakan ligamen baru. Apabila ligamen yang baru gagal berfungsi—seperti kasus Parker—cangkok kedua akan diambil untuk direvisi, biasanya dari lutut sebelah, tapi tingkat kesuksesan operasi revisi ligamen lebih rendah—sekitar 75 persen, menurut Dr. Robert LaPrade, yang melakukan operasi kedua Parker. "Proses biologi penyembuhannya tidak seksama seperti yang pertama," kata Altchek.

Karir Parker lantas terancam dong? Memang, tidak ada ahli profesional medis yang bisa menyangkal kerentanan lutut kirinya. Namun berbagai penelitian dan inovasi dalam bidang cedera dan penyembuhan ligamen bisa saja mengubah nasibnya.

Sebuah penelitian, didanai oleh pemilik Dallas Mavericks, Mark Cuban menyelidiki efektivitas HGH dalam menyembuhkan cedera ligamen. Ada juga penelitian yang menyelami kemungkinan memasukkan penahan sintetis di sekitar ligamen. Injeksi akar sel dan perawatan plasma trombosit juga sudah banyak dilakukan di AS untuk mempercepat penyembuhan biarpun efektivitasnya belum terbukti secara empiris. Sangat mungkin bahwa terobosan macam ini bisa menjadi standar perawatan umum di masa mendatang.

Sementara itu, Parker sudah mulai sibuk ngedunk. Tujuh bulan semenjak operasi, dan lima bulan lagi sebelum benar-benar pulih, potensi comeback Parker terlihat baik, sama seperti comeback-nya yang pertama. Reporter yang telah menontonnya berlatih dalam beberapa minggu terakhir mengaku tidak melihat tanda-tanda mengkhawatirkan dari fisik Parker.

Kali ini peluangnya untuk sembuh lumayan baik. Ketika jatuh cedera, Parker sedang berada dalam kondisi fisik puncak, dan berkat itu, proses penyembuhannya berjalan lebih awal. Selain umurnya yang masih muda, kegigihannya juga layak diacungi jempol. Simak komentarnya untuk Sports Illustrated:

"Saya melihat keindahan di cedera saya. Mereka menceritakan kisah saya. Dan ketika saya akhirnya berhasil bangkit dari ini semua, saya akan selalu mengingat penderitaan saya, rasa sakit, dan kekecewaaan yang harus dilalui untuk mencapai sukses suatu hari nanti."

2021 memang masih jauh, dan kontrak Antetokounmpo serta Maker akan jatuh tempo sebelum itu. Apabila Bucks tidak bisa mencapai kesepakatan baru dengan Parker sebelum musim ini dimulai, dia akan menjadi free agent musim panas depan. Tapi tim yang berniat menjadi juara tidak akan melepas aset penting mereka.

Waktu, keberuntungan, dan sains akan meramal kondisi Parker nantinya—seberapa lama dia bisa beradu fisik dengan Draymond Green, apakah kelincahannya akan kembali normal, dan seberapa jauh dia akan berkembang sebagai pemain. Tapi saat ini, Parker tidak putus asa. Dia akan kembali bermain di atas lapangan Februari tahun depan.

"Dia orangnya aneh dan berbeda," kata Capel. "Dia sudah mengalami dua cedera berat. Dia sedang berada dalam puncak permainan tapi tiba-tiba jatuh cedera. Tapi setelah itu justru dia yang menyemangatimu—kamu sedih melihat dia, tapi justru dia yang berusaha menghiburmu. Dia sangat kuat, tabah dan justru lebih eksplosif setelah sembuh dari cedera pertama. Menurut saya, dia akan melakukan hal yang sama dengan cedera ini.""

Bisa kembali normal dari cedera ligamen kedua hanya dalam jangka waktu 12 bulan itu tidak normal. Kembali pulih sepanjang karir atletiknya bahkan lebih tidak mungkin lagi. Tapi mengingat nasib Parker, mungkin itulah yang akan terjadi.

"Emang dia ajaib sih," kata Capel sambil tertawa. "Emang ada orang-orang kayak gitu."