Politik Rusia

Mantan Pengawal Pribadi Putin Tantang Duel Pemimpin Oposisi Rusia Lewat YouTube

Tantangan duel dari jenderal gaek itu memicu banjir meme hinaan oleh netizen Rusia. Kejadian absurd kayak gini emang cuma bisa terjadi di Rusia.
13.9.18

Pemimpin kelompok oposisi di Rusia, Alexei Navalny mencuat namanya beberapa hari terakhir lantaran seri video YouTube yang berani. Di depan kamera, Navalny menuding Presiden Rusia Vladimir Putin menyalahkangunakan kekuasaannya untuk memperkaya diri.

Selasa (11/9) lalu, salah satu petinggi Rusia naik pitam melihat kritikan tersebut. Dia mengunggah video balasan atas tudingan Navalny. Pejabat Rusia tersebut menantang Navalny, daripada mengkritik Putin, lebih baik berduel satu lawan satu melawannya.

"Saya cuma pengin nantang kamu duel—mau di ring atau di matras judo, tinggal pilih deh," kata Viktor Zolotov, pemimpin Garda Nasional Rusia dalam video yang berdurasi 7 menit itu. "Saya janji bakal bikin tubuh kamu jadi daging tumbuk yang lembut dalam beberapa menit saja."

Ya, kalian enggak salah baca: mantan pengawal pribadi Putin menantang seorang tokoh oposisi di Kremlin untuk adu di jotos di atas ring—atau di atas matras Judo. Gampangnya, kalau sampai kejadian, ini bakal jadi celebrity deathmatch ala Moskow.

Navalny sampai saat ini belum memberikan jawaban, baik secara langsung atau lewat kanal YouTubenya. Jangan buru-buru berpikir nyali Navalny ciut. Tantangan sang jenderal gaek belum dijawab karena Navalny sedang menjalani hukuman 30 hari penjara karena kedapatan mengorganisasi unjuk rasa tanpa izin. Ini bukan kali pertama Navalny masuk penjara dan dia sempat-sempatnya dengan gagah berani menuding hukumannya sebagai keputusan pengadilan yang konyol dan tidak konstitusional.

Iklan

Zolotov (64 tahun) pernah menjadi pengawal pribadi Putin selama satu dekade sebelum pangkatnya dinaikan menjadi pemimpin Garda Nasional Rusia. Di mata publik, Zolotov dianggap sebagai orang dekat yang paling dipercaya Putin.

Video Zolotov dibuat untuk merespon dokumenter investigatif buatan Navalny yang diunggah pada 23 Agustus lalu dan menyoroti korupsi dalam kebijakan penyediaan makanan anggota Garda Nasional.

Berbeda dengan Putin yang menolak menyebut nama Navalny di depan publik (hingga kebiasaan ini berubah jadi becandaan di Rusia), Zolotov sudah langsung menyebut nama Navalny dari awal videonya.

"Bukan kebiasaan para petinggi di Rusia untuk saling memaafkan," kata Zolotov, sambil mengacung-acungkan kepalan tangan ke arah kamera. "Sejak dulu, para bajingan sudah dibikin babak belur dan ditantang melakukan duel. Pak Navalny, tidak ada yang akan menghalangi kita mengulangi tradisi indah ini. Saya ingin duel dengan anda sampai puas."

Bagi pengguna Internet di Rusia, tantangan Zolotov itu lucu banget. Selain absurd, penampilan Zolotov yang melotot dan marah-marah di depan kamera mengundang tawa banyak orang.

Netizen di mana-mana emang sama, gemar menertawakan orang yang menganggap dirinya kelewat serius. Jadi, tak perlu kaget bila akhirnya muncul bejibun meme memakai topik tantangan Zolotov terhadap Navalny.

Contohnya akun di bawah ini yang kalau diterjemahkan ucapannya berbunyi seperti berikut:

Iklan

"Guys, pagi ini gue belum sempat sarapan. Semua ini gara-gara Viktor Zolotov," ujarnya sambil melotot dan menahan ketawa. "Karena itulah, Pak Zolotov, saya menantang anda adu tinju bantal!"

Ada juga yang becandaannya begini. Ancaman Zolotov ibaratnya polisi brengsek menantang demonstran untuk duel setelah sebelumnya dia gebuki lebih dulu.

Meme kartun berikutnya tak jauh beda. Zolotov dianggap sok jago doang karena menantang orang yang jelas-jelas sedang dipenjara.

Salah satu yang paling kocak adalah meme balasan dari Alyona Medvedeva, aktivis perempuan pendukung Navalny. Dia bilang, kalau Zolotov berani, mending sang jenderal "perang alis" melawannya.

Di tengah semua kegilaan ini, ternyata ada saja politikus berusaha ikutan cari panggung. Anggota legislatif Rusia (Duma) bernama Sergey Ivanov mengusulkan prosedur duel diatur dalam undang-undang. Ivanov adalah anggota partai sayap kanan ekstrem LDPR. Dalam naskah RUU setebal 55 halaman itu, Ivanov mengusulkan serangkaian tata cara duel untuk menyelesaikan persoalan pribadi antar warga.

"Mereka yang merasa terhina dan ingin berdual diizinkan memilih senjata sesuai kemauan, bisa pedang, pistol, ataupun belati," demikian kutipan dari RUU tersebut.

Masih belum jelas apakah usulan itu akan ditanggapi serius oleh legislator lain. Intinya, peristiwa kayak gini memang hanya bisa terjadi di Rusia.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE News