The VICE Guide to Right Now

Ingat Berita Pelari Bunuh Macan Gunung Pakai Tangan Kosong? Doi Akhirnya Cerita Kronologinya

"Saya enggak sehebat yang diberitakan kok," kata lelaki AS yang yang diserang puma karena jogging di lereng gunung itu.
Travis Kauffman, lelaki yang bunuh macan gunung pas jogging
Travis Kauffman, lelaki yang bunuh macan gunung pas jogging, gelar jumpa pers. Foto oleh David Zalubowski / AP 

Manusia adalah makhluk hidup paling lemah dan payah. Kuku kita tidak tajam seperti cakar, gerakan kita lamban, dan kulit mudah terluka jika digigit oleh gigi tajam. Kita tak akan bisa ngapa-ngapain di dunia ini, tanpa otak dan jari-jemari kita. Untungnya, sesekali ada manusia hebat yang mampu mengalahkan binatang predator buas. Mereka membuat kita merasa sedikit lebih bangga jadi manusia.

Awal bulan ini, ada pelari Colorado yang secara mengejutkan berhasil membunuh macan gunung dengan tangan kosong. Dia diserang macan itu saat jogging sendirian. "Kisahnya bertahan hidup sangat luar biasa. Kami semua amat terkesan," kata Rebecca Ferrell, juru bicara Colorado Parks and Wildlife, kepada Denver Post saat itu. "Dia tidak pakai senjata, pisau, atau tongkat pendaki sama sekali lho saat melawan puma tersebut. Bagaimana dia bisa melakukannya?"

Iklan

Kisah lelaki ini segera viral, tetapi tak ada yang bisa mendapatkan detail peristiwanya karena laki-laki tersebut masih menjalani pengobatan. Siapa pelari itu? Apa yang dia lakukan untuk mengalahkan lawannya?

Pekan lalu, sang pelari yang bernama Travis Kauffman akhirnya bersedia menemui media dan menjawab semua rasa penasaran kita. Dia menceritakan kronologi kejadian sebenarnya kepada kantor berita Associated Press.

"Saya enggak sehebat yang diberitakan kok," kata Kauffman dalam konferensi pers yang digelar Kamis lalu. "Ceritanya saja yang menarik, tapi saya ini manusia biasa yang lemah."

Menurut Kauffman, macan gunung itu menyerangnya saat dia sedang berlari di pegunungan Colorado. Dia langsung diterkam tak lama setelah menyadari ada binatang buas yang sedang mengamatinya di dekat tempatnya berdiri. Laki-laki 31 tahun itu berusaha mengusirnya, tapi puma tersebut malah menikamnya dan menggigit pergelangan tangan Kauffman. Mereka berdua terjatuh dan mulai bergelut sampai akhirnya berguling ke bawah bukit.

Awalnya dia gagal membebaskan diri. Dia sempat coba menusuk kepala si puma pakai tongkat dan memukul kepalanya pakai batu. Kucing besar ini tak mau menyerah.

“Karena pumanya tidak mau menyingkir setelah kepalanya dipukul dua kali, maka saya melakukan sesuatu yang lebih dramatis lagi,” kata Kauffman. Dia segera berteriak kencang layaknya adegan film Revenant ketika karakternya Leonardo DiCaprio diserang brutal oleh beruang.

Iklan

"Di tengah pergulatan itu, saya beruntung bisa menggeser badan, balik menguasai keadaan, dan menjejakkan kaki ke lehernya," tuturnya. Dari situ, dia berhasil mencekik macan gunung itu sampai mati.

Kauffman mencekik si puma tanpa henti selama sepuluh menit. Saat itu, Kauffman sudah sangat ketakutan. Dia khawatir induk puma datang dan ikut menyerangnya. Colorado Parks and Wildlife menemukan jasad macan gunung. Dari pemeriksaan, puma itu berusia kurang dari enam bulan dan hanya berbobot 15-18 kg. Kauffman takkan mungkin bisa selamat apabila yang dilawan adalah puma dewasa.

Setelah bebas, dia segera berlari untuk mencari bantuan. Dia berpapasan dengan pelari lain dan diantarkan ke UGD. Kauffman mengatakan kepada KUNC bahwa dia mendapatkan lebih dari 24 jahitan. Kauffman mengaku tidak kapok untuk lari di gunung. Tapi lain kali dia bakal "mengusahakan agar lari selalu bareng teman."

"Saya betulan tidak trauma," kata Kauffman. "Saya cenderung melupakan peristiwa yang sudah lewat, seperti itu kepribadian saya."

Siap bos! Kamu tampaknya titisan sejati Chuck Norris.